Kamera 229 Juta Raib, Keluarga Dea Imut Malah Mendapat Perlakuan Tidak Menyenangkan

Jum'at, 29 September 2017 09:52 Penulis: Mita Anandayu
Kamera 229 Juta Raib, Keluarga Dea Imut Malah Mendapat Perlakuan Tidak Menyenangkan Dea Imut © kapanlagi.com

Kapanlagi.com - Berita tidak menggembirakan datang dari mantan artis cilik Dea Imut. Artis yang kini namanya dikenal sebagai Dea Annisa ini kehilangan kamera senilai Rp 229 juta.

Ibunda Dea, Masayu Chairani dan Paman Dea, Diad Ote didampingi oleh pengacara Henry Indraguna saat ditemui di Henry Indraguna & Partner Law Firm di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, Kamis (28/9) menceritakan kronologi soal kameranya yang raib.

Kejadian ini berawal saat Keluarga Dea menjual kamera tersebut kepada seseorang bernama Toto Suhadi yang berada di kota Malang.

Keluarga Dea memang memiliki perusahaan In House yang dikelola oleh ibu dan pamannya. Kamera Canon C 500 tersebut kemudian dijual setelah itu dikirim ke Malang.

Tidak mau mengambil resiko, Ibunda Dea, Masayu Chairani menuturkan ia dan pamannya memilih jasa pengiriman *** Express karena melihat sudah punya nama besar.

Setelah dicek isinya, dan diketahui isinya adalah kamera, barang tersebut kembali repacking dan dikirim dengan tujuan Bapak Toto atau Suhadi di Malang.

Masayu dan Paman Dea meminta barang tersebut dikirim ke alamat rumah. Merasa sudah dikirim dan terima barang bukti, namun beberapa hari didapati barang tidak sampai kepada alamat yang dituju. Barang tersebut raib.

Kejadian berawal saat Keluarga Dea menjual kamera senilai 229 juta kepada seseorang bernama Toto Suhadi yang berada di kota Malang © kapanlagi.com/Bayu HerdiantoKejadian berawal saat Keluarga Dea menjual kamera senilai 229 juta kepada seseorang bernama Toto Suhadi yang berada di kota Malang © kapanlagi.com/Bayu Herdianto

Dari situlah Masayu mencoba mempertanyakan dengan kontak ke *** Express Call Center namun ternyata mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan. Perusahaan jasa pengiriman barang tersebut meminta untuk case closed.

"Diminta untuk case closed. Barang 200 juta lebih case closed. Keluarga Dea nggak terima, makanya keluarga Dea minta upaya hukum," ungkap Henry.

Setelah ditelusuri pihak keluarga Dea, pihak jasa pengiriman bilang barang tersebut ada yang telah mengambil.

"Ditelusuri, pihak *** bilang barang tersebut ada yang ngambil. Kagetlah karena permintaan dikirim ke rumah. KTP yang ambil tersebut namanya Toto Suhadi. Sedangkan barang dikirim ke rumah penerima Toto atau Suhadi," lanjut Henry.

Henry mengungkap, lebih anehnya lagi menurut pengakuan *** Express kamera tersebut diambil atas nama Toto Suhadi.

"Yang anehnya pengakuan ***, kamera diambil atas nama Toto Suhadi," ujar Henry.

Merasa ada yang aneh, keluarga Dea berpikir ada modus dibalik raibnya kamera tersebut. Pihak keluarga Dea merasa ada yang janggal karena pihak jasa pengiriman membiarkan saja barang tersebut diberikan, sedangkan menurut permintaan keluarga Dea mereka meminta barang tersebut dikirim ke alamat rumah.

"Dugaan kami sudah ada modus. KTP kami yakin itu palsu. Siapa yang tahu kita kirim kamera ke Malang. Yang tahu *** aja. Nah, orang yang ambil kok tahu kita ngirim kamera. Terus diberikan aja sama ***. Kan sudah jelas ditujukan ke siapa. Ada nomor teleponnya, harusnya konfirmasi dulu. Ada orang yang datang bawa KTP Toto Suhadi diberikan begitu saja," pungkas Henry.

Ikuti berita selengkapnya soal raibnya kamera 229 juta milik Dea Imut hanya di KapanLagi.com®

(kpl/aal/mit)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING