Kekecewaan Musisi Soal Penghapusan RBT

Senin, 17 Oktober 2011 19:37 Penulis: Arai Amelya
Kekecewaan Musisi Soal Penghapusan RBT Piyu Padi foto: KapanLagi.com®
Kapanlagi.com - Wacana penghentian atau penghapusan layanan SMS premium yang di dalamnya termasuk Ring Back Tone (RBT) pada pukul 00.00 besok (18/10) diprotes banyak musisi.

Tak ayal pemutusan atau penghapusan secara sementara itu membuat musisi berteriak, karena akan mematikan industri musik sebesar 80 persen. Sebelumnya, para musisi telah menemui Komisi I DPR dan menyatakan penolakan akan kebijakan tersebut.

"Kita mendesak pemerintah untuk menghentikan rencana BRTI dan operator yang akan menghentikan layanan RBT, karena RBT tidak ada hubungannya dengan SMS premium yang menyedot pulsa," ujar Piyu, gitaris Padi saat jumpa pers di Hard Rock Cafe, Jakarta, Senin (17/10).

Atas pernyataan penolakan tersebut rencananya BRTI akan dipanggil Komisi I DPR malam ini pukul 18.00 WIB. Musisi yang hadir dalam jumpa pers adalah musisi yang bertemu dengan Komisi I DPR yakni Anji, Piyu Padi, Melly Goeslaw, Giring Nidji, Pasha Ungu, Badai Kerispatih, Maia Estianty, dan Bim Bim Slank.

Lebih lanjut Piyu menambahkan, ia mengetahui bahwa layanan SMS premium yang lain seperti layanan perbankan dan perdagangan berjangka tidak ditutup oleh pemerintah.

"Kami ingin RBT juga masuk ke dalam pengecualian yang tidak ditutup itu. Kami tidak tahu sampai kapan layanan ini akan ditutup, tidak ada kepastian," ujar Piyu.

Sama halnya dengan Piyu, mantan vokalis Drive, Anji mengungkapkan, maraknya pembajakan terhadap karya musik membuat musisi tak lagi dapat bergantung kepada penjualan fisik seperti kaset atau CD. RBT adalah satu-satunya jalan yang masih bisa menghidupkan industri musik.

"Saat ini untuk menjual 10 ribu keping saja sudah luar biasa, padahal kami dulu bisa menjual hingga satu-dua juta keping. Gimana kalau RBT dihentikan," ungkapnya. 

JADI NGGAK SIH RBT DIHAPUS?    

(kpl/adt/aia)

Editor:

Arai Amelya


REKOMENDASI
TRENDING