SELEBRITI

Marini Zumarnis Tak Rasakan Firasat Tentang Kepergian Sang Ibunda

Jum'at, 08 Februari 2019 19:38 Penulis: Wulan Noviarina Anggraini

Marini Zumarnis ©KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Selama tujuh tahun menderita penyakit stroke, kondisi ibunda Marini Zumarnis kerap naik turun. Namun menjelang kepergiannya untuk selama-lamanya, Marini menyebut bahwa ibunya sedang baik-baik saja.

Marini pun tak merasakan firasat jika ia akan ditinggalkan selama-lamanya oleh sang ibunda. Namun keluarga merasakan hal yang berbeda menjelang kematian sosok yang telah melahirkannya itu.

"Nggak ada sama sekali. Nggak ada firasat. Hanya kemarin tuh pas mandiin ibu saya, kepalanya kayaknya keringetan. Terus pas badannya diangkat, adik saya bilang kok tumben ibu berat banget badannya. Kalau kayak mimpi gitu, nggak ada," ujar Marini ketika ditemui di TPU Karet Bivak, Jakarta Selatan, Jumat (8/2).


1. Bersyukur Keluarga Sedang di Jakarta

Marini pun bersyukur ketika ibunya tiada, seluruh keluarganya bisa berkumpul. Bahkan putranya, Daffa Wardhana yang sedang kuliah di Melbourne, Australia pun sedang berada di Jakarta.

Dengan formasi keluarga lengkap, Marini dan saudaranya pun sepakat untuk langsung memakamkan ibunya. Tak lama setelah dibawa pulang dari rumah sakit, keluarga memakamkan sang ibunda di TPU Karet Bivak.

Marini memakamkan ibunya di satu liang lahat dengan mendiang ayahnya. Hal itu dilakukan keluarga karena semasa hidup, mereka ke mana-mana selalu berdua.

"Tadi habis dari dimandikan di rumah duka RSPAD, kita bawa ke Istiqlal, lalu makamkan di Karet Bivak. Kebetulan sama dengan (makam) ayahku. Dari dulu ke mana-mana ayah sama ibu saya memang selalu berdua (jadi makamnya ditimpa)," jelasnya.

2. Marini Bersyukur Bisa Rawat Ibunya

Selama tujuh tahun ibunya sakit, Marini bergantian dengan saudaranya untuk merawat. Marini pun bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk merawat sosok yang telah melahirkannya.

"Mudah-mudahan apa yang kita jalani Allah ridho. Aku nggak pernah berasa sedih, atau ngenes atau apa. Karena apa yang ditakdirkan Allah selama tujuh tahun itu ibu saya nggak bicara. Tapi kami anaknya diberikan kesempatan untuk berbakti," ungkapnya.

Menjelang kematiannya, ibunda Marini pun tidak memberikan pesan apapun. Sosok yang menjadi inspirasi bagi Marini untuk berhijab itu pergi dengan tenang dan Marini tak menyesali apapun.

"Di balik musibah itu ada rahmat dari Allah," pungkasnya.

(kpl/abs/phi)

Reporter: Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING