SELEBRITI

Kronologi Kematian Ibunda Marini Zumarnis, Sudah 7 Tahun Keluar Masuk RS

Jum'at, 08 Februari 2019 18:38 Penulis: Wulan Noviarina Anggraini

Marini Zumarnis ©KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Sebelum meninggal dunia, ibunda Marini Zumarnis sudah menderita sakit stroke selama 7 tahun. Selama itu pula ia keluar masuk rumah sakit untuk menjalani perawatan. Tetapi beberapa hari sebelum meninggal, Marini menyebut kondisi ibunya sedang baik.

"Belakangan ini kondisinya sehat. Jadi ke rumah sakit kalau misalkan albuminnya lagi turun, natrium turun, baru ke rumah sakit," ujar Marini ketika ditemui di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Jumat (8/2).

Sakit yang diderita sang ibunda membuat Marini membawa alat saturasi ke rumah. Alat inilah yang kemudian memberi informasi akurat kepada Marini tentang kondisi terbaru ibunya.


1. Kronologi Kematian Ibunda Marini

Lebih lanjut, Marini mengisahkan bagaimana detik-detik menjelang kematian ibunya. Ternyata sebelum sang ibunda meninggal dunia, Marini dan keluarga sempat membawanya ke rumah sakit.

"Tadi pagi pas lagi mau dijemur (di depan rumah) kita kan ada alat saturasi, semuanya nol. Biasanya saturasi itu, misalnya oksigennya 98, terus nadinya 70. Nah, hari ini nol. Habis itu langsung dibawa ke RSPAD. Pas masuk emergency, ternyata udah nggak ada," kisahnya.

Sakit stroke yang diderita ibunda Marini adalah karena anurisma. Tujuh tahun silam, sang ibunda sudah sempat menjalani operasi besar dan melakukan drain serta koil otak. Penyakit ini pula yang akhirnya membuat ibunda Marini tak bisa lagi bicara, hanya bisa melihat dan merespon panggilan dengan pandangan mata.

2. Bertahan 7 Tahun Adalah Keajaiban

Kondisi yang dialami oleh ibunda Marini adalah sebuah keajaiban menurut dokter. Karena dengan sakit seperti itu, sangat jarang pasien yang bisa bertahan.

Anurisma yang dialami oleh ibunda Marini sendiri adalah sebuah penyakit bawaan dari kecil. Marini pun menjelaskan bahwa itu adalah kelenjar-kelenjar di bawah otak yang bisa pecah kapanpun.

"Biasanya kalau punya penyakit itu, satu - dua jam (bertahan). Tapi ini alhamdulillah kami dikasih kesempatan sama Allah untuk merawat ibu selama tujuh tahun," ungkap Marini.

(kpl/abs/phi)

Reporter: Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING