Media Asing Pun Soroti Kasus Erwin Armada
Erwin Arnada
@ digitalmail.com
Kapanlagi.com - Kasus penangkapan Erwin Arnada sang bos majalah Playboy Indonesia tampaknya bukan hanya 'diminati' oleh mereka yang tinggal di Indonesia, tapi juga di luar negeri. Buktinya, salah satu media AS, Digital Journal, mengangkat hal ini sebagai berita mereka. Bagaimana ya tanggapan media di 'negara asal' Playboy ini?
Media asing ini sedikit banyak menyoroti masalah demokrasi dan kebebasan berpendapat dengan adanya kasus Erwin Arnada. Salah satu hal yang mereka sorot adalah pernyataan Erwin lewat BlackBerrynya beberapa saat lalu ketika dirinya ditangkap.
Erwin Arnada
"Aku diperlakukan seperti seorang kriminal, dimasukkan ke mobil tahanan. Aku masih belum percaya kalau ada demokrasi di Indonesia, setidaknya kasusku yang membuatku berpikir demikian. Jika ada demokrasi di Indonesia, maka kebebasan pers akan dijamin dan dihargai. Pers dan jurnalis tidak seharusnya diperlakukan seperti penjahat, seperti yang kualami," ungkap Erwin seperti dilansir Digital Journal dalam versi terjemahan bahasa Inggris.
Media ini juga menyoroti pernyataan Haris Azhar, seorang aktivis Panitia Perlindungan Pers, mengenai kebebasan berekspresi. "Hal ini memperburuk citra kebebasan berekspresi di Indonesia. Dia (Erwin) bukan penjahat. Lihat saja gambar dalam majalahnya. Majalahnya sudah diadaptasi sedemikian rupa agar tidak menyinggung budaya Indonesia.
Selain kedua isu tersebut, media ini pun mengangkat isu 'hukum Islam' yang semakin 'menekan' di Indonesia yang notabene dihuni para muslim fundamentalis, yang semakin gencar menyebarkan hukum Islam pada hukum Indonesia, yang ironisnya, 'berlabel' negara sekuler. Â
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(dgm/mae)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
