After the Dark
Synopsis
Sebuah kelas filsafat di sebuah sekolah internasional di Jakarta berubah menjadi ruang eksperimen yang menguji logika, empati, dan moral para siswanya. Mr. Zimit (James D'Arcy), guru filsafat yang dikenal cerdas, provokatif, dan tidak biasa, menutup masa belajar murid kelas akhirnya dengan sebuah simulasi ekstrem. Ia mengajak dua puluh siswa untuk membayangkan dunia yang akan segera berakhir akibat bencana nuklir global. Dalam skenario itu, hanya sepuluh orang yang boleh masuk ke bunker bawah tanah untuk menyelamatkan umat manusia dan membangun peradaban baru.
Simulasi ini bukan sekadar permainan. Setiap siswa harus berperan sebagai diri mereka sendiri dengan latar belakang, kemampuan, dan kepribadian masing masing. Petunjuknya jelas, mereka harus berdebat, memilih, dan menyingkirkan sepuluh orang lain berdasarkan alasan rasional demi kelangsungan hidup manusia. Sejak awal, suasana kelas langsung memanas. Tidak ada jawaban benar atau salah, tetapi setiap keputusan memiliki konsekuensi moral yang berat.
James (Rhys Wakefield) menjadi salah satu siswa yang paling vokal. Ia cerdas, penuh ambisi, dan percaya bahwa kecerdasan adalah kunci utama membangun masa depan. Petra (Sophie Lowe) hadir sebagai sosok empatik yang mempertanyakan apakah manusia pantas bertahan jika harus mengorbankan nilai kemanusiaan. Ada pula Georgina (Bonnie Wright) yang mencoba berpikir praktis, serta Jack (Daryl Sabara) yang membawa sudut pandang berbeda tentang kekuatan fisik dan ketahanan hidup.
Mr. Zimit membagi simulasi ke dalam beberapa putaran. Setiap putaran menghadirkan kemungkinan yang berbeda, seolah dunia bisa diulang dan hasilnya diubah. Dalam satu versi, sepuluh siswa terpilih masuk bunker dengan komposisi yang dianggap ideal. Namun, konflik tidak berhenti. Perbedaan pendapat, rasa iri, ketakutan, dan ego kembali muncul meski dunia luar telah musnah. Bunker yang seharusnya menjadi tempat aman justru menjadi arena perebutan kendali.
Pada simulasi lain, pilihan dibuat dengan pertimbangan emosional. Hubungan pribadi, cinta, dan rasa bersalah ikut memengaruhi keputusan. Beberapa siswa mulai mempertanyakan diri mereka sendiri. Apakah seseorang layak hidup hanya karena ia pintar, kuat, atau berguna secara biologis. Atau justru manusia yang mampu berempati dan bekerja sama lebih dibutuhkan untuk masa depan.
Setiap kali simulasi diulang, Mr. Zimit terus mendorong murid muridnya untuk berpikir lebih dalam. Ia menantang mereka dengan pertanyaan tentang nilai hidup, arti pengorbanan, dan siapa yang berhak menentukan nasib orang lain. Diskusi di kelas semakin intens. Wajah wajah muda yang awalnya penuh keyakinan perlahan menunjukkan keraguan. Mereka mulai menyadari bahwa memilih siapa yang hidup dan mati bukan soal data, melainkan soal hati nurani.
Hubungan antara Mr. Zimit dan Petra juga berkembang dengan cara yang tidak terduga. Petra melihat bahwa di balik eksperimen ini, sang guru menyimpan luka dan pandangan pribadi tentang kehidupan. Sementara Mr. Zimit melihat murid muridnya bukan sekadar siswa, melainkan manusia muda yang akan segera menghadapi dunia nyata dengan segala kompleksitasnya.
Simulasi mencapai titik paling krusial ketika keputusan akhir harus dibuat. Tidak ada lagi putaran ulang. Setiap argumen sudah disampaikan, setiap konflik telah muncul ke permukaan. Kelas itu menjadi cermin kecil dari dunia yang lebih besar, tempat kekuasaan, ketakutan, cinta, dan logika saling bertabrakan. Pilihan yang diambil akan menunjukkan siapa mereka sebenarnya dan nilai apa yang benar benar mereka pegang.
Saat bel berbunyi dan simulasi berakhir, tidak ada yang benar benar merasa menang. Pertanyaan tentang masa depan, moralitas, dan kemanusiaan justru semakin menggantung. Jika dunia benar benar berakhir dan hanya sepuluh orang yang bisa diselamatkan, apakah manusia akan membangun peradaban yang lebih baik atau mengulang kesalahan yang sama?
Penulis Artikel: Anastashia Gabriel
Pemeran
Jadwal Film
Papa Zola: The Movie
Border 2
Sebelum Dijemput Nenek
Esok Tanpa Ibu
Sengkolo: Petaka Satu Suro
Project Hail Mary
Back to the Past
Happy Patel: Khatarnak Jasoos
Mercy
Pororo The Movie: Sweet Castle Adventure
Like a Rolling Stone
Cells at Work!
Angry Squad: Civil Servants & Seven Swindlers
Bidadari Surga
Penerbangan Terakhir
Penunggu Rumah: Buto Ijo
28 Years Later: The Bone Temple
Unexpected Family
His & Hers
5 Centimeters per Second
The Home
Greenland: Migration
Musuh Dalam Selimut
Malam 3 Yasinan
Suka Duka Tawa
We Bury the Dead
Shelter
28 Januari 2026
Sinners
28 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Kafir: Gerbang Sukma
29 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Tolong Saya! (Dowajuseyo)
29 Januari 2026
Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?
29 Januari 2026
Balas Budi
05 Februari 2026
Ahlan Singapore
05 Februari 2026
Check Out Sekarang, Pay Later (Caper)
05 Februari 2026
Teman Tegar Maira
05 Februari 2026
Sadali
05 Februari 2026
Whistle
06 Februari 2026
The Strangers: Chapter 3
11 Februari 2026
Wuthering Heights
11 Februari 2026
Aiueo Macam Betool Aja
12 Februari 2026
Jangan Seperti Bapak
12 Februari 2026
Waru
12 Februari 2026
How to Make a Killing
20 Februari 2026
RAJAH
26 Februari 2026
Titip Bunda di Surga-Mu
26 Februari 2026
Lift (2026)
26 Februari 2026
Scream 7
27 Februari 2026
Undercard
27 Februari 2026
Setan Alas!
05 Maret 2026
Setannya Cuan
05 Maret 2026
Peaky Blinders: The Immortal Man
06 Maret 2026
Tunggu Aku Sukses Nanti
18 Maret 2026
Na Willa
18 Maret 2026
Pelangi Di Mars
18 Maret 2026
Senin Harga Naik
18 Maret 2026
Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa
18 Maret 2026
Avengers: Doomsday
18 Desember 2026Berita Lainnya
Film SENGKOLO: PETAKA SATU SURO, Dapat Review Positif dari Movieverse
13 Film Barat Sad Ending yang Ceritanya Tragis dan Bikin Mewek
Sinopsis film ESCAPE PLAN 2: HADES yang Tayang di TV Malam Ini, Jumat 23 Januari 2026 Jam 23.00
Sinopsis Film POWER RANGERS yang Tayang di TV Malam Ini, Jumat 23 Januari 2026 Jam 21.00
Film SINNERS Masuk 16 Nominasi Piala Oscar, Mengukir Sejarah Kalahkan TITANIC dan LA LA LAND