SELEBRITI

Mengupas Perjuangan dan Persahabatan Anak-Anak Panti Lewat Drama Musikal Dian

Sabtu, 25 Mei 2019 20:12 Penulis: Guntur Merdekawan

Dian The Musical Road to A Musical Film / Credit: KapanLagi - Nurwahyunan

Kapanlagi.com - Jiwa seni bisa dimiliki siapa saja, seperti yang ditunjukkan oleh anak-anak panti asuhan Yayasan Prima Unggul (YPU). Hari Sabtu (24/5) kemarin, mereka menggelar menyajikan sebuah drama musikal bertajuk Dian The Musical Road to A Musical Film, tepatnya di Ciputra Artpreneur, Lotte Shopping Avenue, Kuningan, Jakarta Selatan.

Sederet artis juga turut meramaikan pagelaran tersebut, seperti Lea Simanjuntak, Mario Ginanjar (Kahitna), hingga Tompi. Pementasan drama musikal Dian juga sekaligus menjadi peringatan ulang tahun YPU yang ke-8.

Dilansir dari Fimela.com, Dian merupakan gambaran nyata kehidupan sehari-hari anak panti asuhan YPU yang kental akan perjuangan dan persahabatan di tengah keriangan yang ditunjukkan. Ceritanya berpusat pada sosok bernama Dian, seorang anak di panti asuhan bersama belasan anak lainnya yang memiliki minat tinggi di bidang seni, terutama tarik suara. Sambil terus meretas mimpinya di bidang bernyanyi, anak-anak panti juga harus berjuang untuk hidup dengan berwirausaha.

Di tengah keterbatasan, Dian dan teman-temannya menjalani hari dengan berjualan makanan. Kabar baik muncul saat Martin, pimpinan Yayasan memberitahu anak-anak jika mereka akan mendapat pelatih vokal bernama Lea (Lea Simanjuntak) untuk mewujudkan mimpi memiliki album rekaman.

1. Cobaan

Semangat anak-anak panti untuk memiliki album musik semakin nyata lantaran Lea juga melibatkan salah satu sahabatnya, Mario (Mario Ginanjar) untuk ikut mewujudkan mimpi anak-anak panti. Namun tentunya impian mereka tak semudah itu terwujud karena banyak ujian dan cobaan yang datang menghadang, seperti salah satunya ditipu oknum penyelenggara event dan masih banyak lainnya.

Sebuah pesan terselubung juga terselip di tengah cerita, di mana para penghuni panti dibekali dengan jiwa wirausaha supaya bisa mandiri. Artinya, tak semua anak panti itu merupakan objek belas kasihan.

"Saya mendidik mereka (anak panti asuhan) di bidang kewirausahaan dengan tujuan setelah keluar mereka bisa mandiri dan memberikan dampak positif bagi banyak orang," ujar Martin selaku pendiri YPU.


2. Lanjut ke Film Musikal

Meski menggambarkan tentang perjuangan hidup, cerita drama musikal Dian dikemas secara ringan dan mudah dicerna. Tak jarang, gelak tawa pun hadir dari penonton melihat tingkah polah anak-anak di atas panggung.

"Melalui pengembangan seni, anak-anak mengembangkan potensi di bidang seni. Kita punya harapan setelah drama musikal ini, tahun depan akan terwujud film musikal," sambung Martin.


3. Tompi Feat Ayesha

Tak hanya berdrama musikal, anak-anak YPU juga unjuk kebolehan dalam hal menari. Mulai dari tarian modern sampai beberapa tari tradisional dari beberapa daerah di Indonesia juga turut ditampilkan dalam pagelaran yang berlangsung sekitar 3 jam itu.

Tak sekedar penampilan anak-anak panti asuhan YPU yang mampu menghibur dengan berbagai bakat seni yang dimiliki, kehadiran para kolaborator juga turut mencuri perhatian. Salah satunya adalah kemunculan Tompi bersama anaknya, Ayesha yang berduet di atas panggung.

REKOMENDASI
TRENDING