Miris! Shinta Bachir Pernah Bangkrut Sampai Tak Punya Apa-apa

Rabu, 03 Mei 2017 07:23 Penulis: Rahmi Safitri
Miris! Shinta Bachir Pernah Bangkrut Sampai Tak Punya Apa-apa Shinta Bachir © KapanLagi.com®/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Kehidupan layaknya roda yang berputar, kadang di atas dan kadang di bawah. Ungkapan tersebut agaknya cocok untuk aktris cantik Shinta Bachir yang pernah mengalami keterpurukan kondisi ekonomi pasca bercerai. Ia bahkan mengaku sudah menjual habis semua aset dan barang-barang miliknya.

"Wah parah saya cerai nggak ada kerjaan. Semuanya saya jual, ruko mobil, properti, ya buat hidupin anak. Saya bukan orang kaya banyak menghidupi orang, kayak bayar sekolah, bayar kuliah kayak gitu, kayak pas sakit kayak bapa saya sakit harus beli obat," tutur Shinta Bachir saat ditemui di bilangan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (25/4/2017).

"Habis. Alhamdulillah sekarang belajar katering, usaha, ya buat biaya lain, makan udah aman dengan bisnis, buat anak saya sekolah juga. Bisnis dari diri sendiri ternak hewan bebek, lele, sapi, tinggal kandangnya. Pokoknya bisnis apa yang pegang orang lain, malah habis. Kalau sekarang yang penting saya ngerti dikit  dan hobi saya. Jadi saya nggak bisa ditipu, kalau pembukuan jadi enggak bisa ditipu," imbuhnya.

Shinta Bachir pernah bangkrut sampai semua barangnya habis © KapanLagi.com®/Muhammad Akrom SukaryaShinta Bachir pernah bangkrut sampai semua barangnya habis © KapanLagi.com®/Muhammad Akrom Sukarya



Tak hanya bercerita tentang pengalaman ditipu rekan bisnisnya, Shinta juga tak ragu mengungkap titik terendah dalam hidupnya. Yap, momen kebangkrutan hingga harus berjualan di teras rumah demi menghidupi anak dan orangtua dinilai sebagai titik terendahnya hingga kini.

"Anak saya, saya mikir pulang kampung lihat bapak saya butuh biaya ini, apa-apa saya jualin habis. Anak-anak harus sekolah kasihan juga sampai akhirnya aku ke pasar beli panci dan alat dapur habis sepuluh juta buat beli panci. Bikin emperan di rumah, jadi dapur Alhamdulilah itu yang saya bisa makan, buat anak susu," ungkapnya.

"Jam tangan tas saya lepas. Dari situ 'oh ada properti saya, nggak bisa saya harus maju kan'. Apartemen saya saya kosongin saya nyari apa yang murah cat interior murah, abis itu saya jual apartemennya, rejeki dari apa ajah. Terus saya masih punya arisan, bapak saya sakit saya kan harus menghidupi orang banyak," pungkasnya.

(kpl/far/mhr)

Reporter:

Fikri Alfi Rosyadi


REKOMENDASI
TRENDING