SELEBRITI

Musisi Sempat Ditangkap, Tompi Kritik Komunikasi Pemerintah yang Kurang Baik

Selasa, 01 Oktober 2019 19:23 Penulis: Tantri Dwi Rahmawati

Tompi © KapanLagi.com/Deki Prayoga

Kapanlagi.com - Demo aksi mahasiswa yang menyerukan 7 tuntutan pekan lalu menorehkan sejarah tersendiri. Salah satu yang nggak bisa dilupa adalah penangkapan Ananda Badudu, musisi sekaligus mantan jurnalis. Ia diperiksa atas dukungannya pada aksi ini. Setelah diperiksa selama 7 jam, Ananda dibebaskan dengan status saksi.

Penangkapan mantan personil Banda Neira itu menyita perhatian publik, tak terkecuali Tompi. Menurutnya, prosedur penangkapannya terkesan memaksa. "Ya mau dikomentari apalagi. Walaupun secara prosedur agak maksa ya kenapa nggak minta jam jam yang enak kenapa harus dijemput," tutur Tompi saat dijumpai di acara syukuran film PRETTY BOYS di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (30/9) lalu.

1. Timbulkan Banyak Buruk Sangka

Lebih lanjut, pria 41 tahun ini merasa permasalahan antara pemerintah dan publik ada di komunikasi. "Saya kira masalah kita ada di komunikasi dari pihak pemerintah ke publik menurut saya kurang baik, kurang efisien," ujarnya.

Komunikasi yang kurang baik itu menimbulkan banyak buruk sangka. "Sehingga membuat orang berburuk sangka. Saya kira butuh yang lebih taktis dan to the point," imbuh pelantun lagu Sungguh Mati ini. Nggak heran kalau kemudian Tompi memberikan saran pada pemerintah untuk memperbaiki komunikasinya.

2. Tompi Meyakini Ada yang Memanfaatkan

Selain soal komunikasi, Tompi juga komentari soal kericuhan selama demo. "Sebenarnya kita akan kesulitan melihat siapa yang salah. Dalam setiap penyampaian dalam sejarah demo di indonesia ini mau demo apapun pasti ada yang memanfaatkan. Pasti ada outsider yang mendomplengi isu ini padahal isunya baik," tuturnya saat dijumpai di acara syukuran film PRETTY BOYS di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (30/9) lalu.

Menurut Tompi, di tengah kekacauan yang paling mungkin untuk disalahkan adalah aparat. "Tentu paling mudah menyalahkan aparat apalagi mereka yang memegang senjata padahal yang melempar bom molotov, lempar batu banyak yang mendompleng itu. Padahal sebenarnya kita menghormati orang yang niatnya tulus itu. Tapi yang dompleng itu banyak. Buat yang dompleng anarkis itu harusnya dihajar," tutupnya.


REKOMENDASI
TRENDING