SELEBRITI

Netizen Makin Lucu , Pandji Pragiwaksono Gelar 'Hiduplah Indonesia Maya' di Jakarta

Jum'at, 22 November 2019 12:31 Penulis: Louvina Gita

Pandji Pragiwaksono (credit: Kapanlagi.com/Akbar Prabowo Triyuwono)

Kapanlagi.com - Pandji Pragiwaksono sebentar lagi akan menggelar sebuah pertunjukkan stand-up comedy tunggal bertajuk Hiduplah Indonesia Maya di Ciputra Artpreneur, Jakarta, pada 30 November 2019 mendatang.

Pertunjukkan Hiduplah Indonesia Maya di Jakarta menjadi penutup dari rangkaian turnya di berbagai kota sebelumnya. Antusias yang tinggi membuat tiket pertunjukkan ini pun ludes dengan waktu yang cukup cepat.

"Ini adalah press conference untuk pertunjukkan stand-up comedy tunggal saya yang judulnya Hiduplah Indonesia Maya. Sebuah pertunjukkan stand-up yang ngebahas soal ke-Indonesia-an dan hal-hal yang orang lakukan di Indonesia maya, di internet dan segala macemnya," kata Pandji di Bakmitopia, Senopati, Jakarta Selatan, Kamis (21-11).

"Press conference ini untuk cerita kabar baik dari yang ingin kami sampaikan bahwa tiket sudah habis. Tapi ada juga kerja sama menyenangkan antara saya dan Ciputra Artpreneur dan juga Bakmitopia," tambahnya.

1. Rekasi Terhadap Kelakuan Netizen

Seperti judulnya, Pandji ingin bereaksi dengan kelakuan masyarakat Indonesia di dunia maya yang menurutnya lucu. Tahun 2019 pun menjadi tahun yang menyenangkan baginya. Kelakuan warganet atau netizen akhirnya dia ubah menjadi bahan bakar tawa untuk pertunjukkannya nanti.

"Saya curiga tiap tahun akan tambah konyol netizen. Karena ini tahun yang penting ya. Tahun politik, pilpres, dan hasil pilpresnya juga lucu menurut saya. Itu membuat reaksi masyarakat cukup ekstrim di social media. Lucu aja untuk dijadiin bahan lawakan," jelas Pandji

"Kebebasan berpendapat yang sekarang kita rasakan ini kebablasan yang dipraktekkan sama temen-temen. Di satu sisi nyebelin, di satu sisi lucu juga ngeliat kelakuan orang-orang. Ini yang akan saya bahas, mulut-mulut sampah emang lucu," sambungnya

2. Beri Sentuhan Berbeda

Pandji menjelaskan pertunjukkan tunggalnya kali ini akan memberikan sentuhan yang sedikit berbeda. Selain masih dengan tema besar kebangsaan, Pandji ingin membahas materi terbaik miliknya dari 2011, hingga materi pertunjukkan Septictank yang bermuatan politik yang dinanti oleh fans karena hanya pernah diadakan satu kali di Jogja.

"Saya rasa ini ada respon pertama saya pasca kejadian yang menyinggung waktu itu. Ada banyak respon saya terhadap ketersinggungan masyarakat. Jadi ngerasanya itu yang membedakan," ucap Komedian 40 tahun tersebut.

"Sebenarnya semuanya materi yang saya tulis di tahun 2019 ini. Tapi saya ngga bisa bilang baru karena ada yang bawa di Septictank yang tadi saya cerita itu. Tapi itu dari 2019 ngga ada materi yang di luar itu. Jadi bener-bener tahun ini. Buat yang ngga nonton Septictank ini akan baru untuk mereka," pungkasnya.

Menariknya, sejak tanggal 30 Agustus 2019, tiket Presale Hiduplah Indonesia Maya habis dipesan dalam waktu 3 menit, hingga kurang dari 3 jam tiket presale sudah habis. Sementara pada 30 Oktober kemarin, tiket habis terpesan dalam waktu 5 menit, dan ludes terbeli kurang dari 3 jam.


REKOMENDASI
TRENDING