'Oneng' Protes Kebijakan Terminal Tiga Bandara Soekarno-Hatta
Kapanlagi.com - Sebagai Duta Buruh Migran, Rieke Dyah Pitaloka yang dikenal lewat perannya sebagai Oneng, memprotes kebijakan dari pemerintah mengenai pemberlakuan tempat khusus untuk pemberangkatan dan kedatangan bagi TKI, yaitu Terminal Tiga di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.Lulusan Sastra Belanda Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia itu menjabarkan, pengkhususan tersebut selintas memberi kesan mengistimewakan, tetapi sesungguhnya mendiskriminasi TKI, karena pelayanan di terminal itu jauh lebih buruk ketimbang terminal untuk penumpang reguler."Tengok saja kondisi Terminal Tiga yang jauh dari terminal lain, tertutup, dan dijaga ketat aparat sehingga membutuhkan izin khusus atau dokumen resmi untuk masuk," kata Rieke.Untuk itu, ia berharap agar sistem pemberangkatan dan pemulangan yang ada dibuat secara lebih manusiawi dan transparan agar tidak luput dari sorotan publik."Perlakukan mereka sama dengan penumpang lain yang lewat terminal biasa. Tak perlu Terminal Tiga," ujar Rieke yang pernah menuai kontroversi lewat perannya di dalam sebuah iklan produk kontrasepsi.Menanggapi kecaman terhadap Terminal Tiga tersebut, Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans), Tjetje Al Anshori, mengemukakan, keberadaan Terminal Tiga sebenarnya adalah untuk melindungi TKI dari berbagai pihak yang berniat jahat."Bayangkan bila ada orang-orang yang mengaku keluarga untuk menjemput para TKI padahal mereka berniat jahat. Terminal Tiga adalah untuk mengantisipasi hal-hal semacam itu," katanya.Tjetje juga menuturkan, pihaknya juga telah dan akan terus melakukan perbaikan layanan dari berbagai hal yang berkaitan dengan Terminal Tiga Bandara Soekarno-Hatta.Berbagai gebrakan pembuka yang dilakukan oleh Rieke memang dimaksudkan agar taraf kesejahteraan hidup para TKI dan anggota keluarganya dapat meningkat.Tentu saja, Rieke juga diharapkan oleh para TKI dan siapa saja yang bersimpati dengan kaum buruh migran, agar tetap bersemangat dan selalu konsisten dalam mengemban tugasnya sebagai Duta Buruh Migran Indonesia, tidak hanya di awal tetapi juga hingga seterusnya.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(*/boo)
Advertisement
