Pahlawan di Mata Ratna Sarumpaet

Kapanlagi.com - Bagi mantan Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dan kepala Teater Satu Merah Panggung, Ratna Sarumpaet, arti pahlawan sekarang sudah bergeser, bukan hanya tentara yang pergi berperang memperjuangkan kemerdekaan RI.

"Saya rasa masih relevan untuk memperingati Hari Pahlawan (10 November) tetapi pengertian pahlawan itu harus ada updating. Saya pikir yang relevan kita peringati sekarang itu seperti Marsinah. Dia itu pahlawan," tutur Ratna ketika dijumpai wartawan di Taman Ismail Marsuki Jakarta, Rabu sore.

Menurut Ratna, Marsinah adalah pahlawan karena ia berani berkorban untuk orang lain dan melakukan sesuatu untuk kemajuan bangsanya.

"Kita selalu saja bicara tentang tentara-tentara yang berperang di zaman penjajahan Belanda dan Jepang. Bahwa mereka pahlawan, iya. Tapi yang membuat kita sampai sekarang bisa ke reformasi kan ada orang-orang lain yang terbunuh," kata Ratna.

Ia melihat bahwa penghargaan terhadap para pahlawan hingga saat ini belum dilakukan selayaknya.

"Saya melihat bahwa negara kita ini gak pernah bisa memaknai hari pahlawan atau bagaimana cara menghormati pahlawan. Buktinya, ada gak buku pahlawan kita yang lengkap penelitiannya? Gak ada kan?," ujarnya berdalih.

Buku sejarah yang lengkap itu disebut Ratna adalah yang memuat tentang pahlawan secara lengkap, dari segala kategori seperti pahlawan petani dan bukan hanya tentara.

"Saya bukannya tidak menghormati sejarah, tentu saja saya menghormati. Tapi kemudian jika kita mengabaikan pahlawan-pahlawan yang lain, maka kita belum bisa menghargai para pahlawan itu," katanya.

Di panggung teater, Ratna seringkali memainkan sosok korban yang kemudian menjadi survivor seperti dalam lakon ALIA, MARSINAH dan JAMILA DAN SANG PRESIDEN yang mengisahkan tentang seorang pelacur yang bernama Jamila yang ingin bertemu Presiden.

"Marsinah itu buat saya pahlawan buat republik ini, pahlawan yang lebih besar dari yang lain. Tapi itu mungkin karena saya melihat kepahlawanan itu dari sisi itu, bukan dari sudut bahwa pahlawan harus dihormati di taman makam pahlawan," katanya.

"Sebenarnya pahlawan itu harus dihargai kapan saja, bukan hanya menunggu tanggal 10 November," katanya menutup pembicaraan.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(*/dar)

Rekomendasi
Trending