Pelangi Band Tampilkan Warna Musik 'Pelangi'

Kapanlagi.com - Nuansa musik Indonesia kembali diramaikan oleh grup band pendatang baru asal kota Bandung, Pelangi Band. Band yang dimotori oleh Reza (vokal), Yudi (keyboard), Cac-hau (drum) dan Elzi (bass), mengusung genre musik yang sangat berbeda dengan grup band yang pernah ada di percaturan musik Indonesia. Melalui warna musik 'gado-gado', mulai dari rock, jazz, pop hingga dangdut, keempat anak muda yang berasal dari Kota Kembang, Bandung, ini mengaku mempunyai penampilan dan lirik yang sangat berbeda dengan grup band yang saat ini menjamur bak kacang goreng. Menurut Reza, lagu-lagu Pelangi bertemakan percintaan, tapi bukan hanya percintaan dua insan yang berlainan jenis saja tapi juga cinta dengan keluarga. Dan setiap lagu Pelangi punya pesan untuk disampaikan ke pendengar. "Alirannya 'pelangi' tapi kalau genrenya kita mau bilang apa ya, karena kita punya 7 warna seperti warna pelangi, bisa dangdut, rock, jazz, ya pokoknya semuanya," tutur Reza, saat ditemui di Gedung Sarinah, Jl. M. Thamrin, Jakarta Pusat (1/4). "Kita setiap bikin lagu pasti ada pesan yang akan disampaikan, liriknya tentang percintaan, tapi tidak pria dan wanita melulu, bisa juga cinta dengan keluarga. Untuk imajinasi lirik kita pernah sama dengan band-band yang lain, perform kita juga beda, cara menyanyikan kita juga beda banget," sambung Reza. Sebagai permulaan, Pelangi baru hanya mengeluarkan 3 single andalan mereka yang berjudul Tentang Impian, Khayalan dan Mengapa. Menurut sang produser, Arif ‘de office’ dan Anizar Burlian, alasan mereka tak mengeluarkan album karena untuk mengandalkan penjualan fisik di tengah maraknya pembajakan itu sangat sulit. Jadi untuk sementara waktu, mereka hanya mempromosikan dan sekaligus memperkenalkan Pelangi Band lewat Ring Back Tone (RBT), radio dan televisi. "Ya, untuk saat ini kita hanya mengejar Ring Back Tone (RBT) dulu, karena kalau kita rilis album dan mengandalkan penjualan fisik sulit banget ya, apalagi pembajakan sudah merajalela seperti sekarang ini. Ya, kita paling mempromosikannya lewat RBT, kemudian di radio dan televisi. Kalau di radio sih sudah jalan ya, kalau untuk televisi kita baru selesai menggarap video klipnya dan akan segera diputar di stasiun TV," papar Arief.   

(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)

(kpl/buj/bun)

Rekomendasi
Trending