Perseteruan Yuyun Sukowati dan Linda Rachman Semakin Memanas

Rabu, 20 April 2005 20:31 Penulis: Darmadi Sasongko
Kapanlagi.com - Perseteruan dua artis sinetron, Yuyun Sukowati dan Linda Rachman, terus memanas. Gerah dituding telah menyantet dan menilep uang Rp100 juta Yuyun bersama ibunnya, Umi Setiawati, Selasa (19/4), melaporkan Linda Rachman ke Polda Metro Jaya.

Dalam laporannya, Linda dituduh melakukan perbuatan tidak menyenangkan dan melakukan pencemaran nama baik, karena pernyataan Linda di media massa dianggap fitnah belaka.

Usai membuat laporan ke Sentra Pelayan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya kemarin sore, Yuyun langsung memberikan keterangan. Ia menempuh jalur hukum karena merasa nama baiknya telah dicemarkan oleh Linda.

"Saya merasa nama baik saya dirugikan. Hal ini mengacu pada pernyataan Linda di tayangan infotainment dan media cetak yang telah menyakitkan karena telah memfitnah saya dan ibu saya," kata Yuyun yang juga didampingi pengacaranya, Donald Pangemanan, SH.

Yuyun melaporkan Linda ke polisi karena ia merasa kesal dan merasa difitnah karena namanya disangkut-pautkan dalam permasalahan ini, termasuk tuduhan telah menyantet Linda. "Di media dia bicara setiap sore perutnya besar dan sering muntah darah karena saya santet. Dasarnya apa? Pernyataan itu sama saja memfitnah saya," ujar Yuyun.

Dia juga mengaku sempat kaget adanya pemberitaan negatif tentang dirinya muncul di media. Padahal ia sendiri telah lama tidak berkecimpung di dunia entertainment. Saat ini ia bersama ibunya telah menekuni bisnis batubara.

Perseteruan bermula, versi Linda, bulan Juni tahun 2004, ia hendak membeli rumah di Graha Hijau, Rempoa, Jakarta Selatan. Karena merasa kesulitan mengurus pembayarannya atas saran ayahnya Linda minta bantuan Umi Setiawati (ibunda Yuyun) karena memang selama ini mereka bersahabat.

Namun Linda akhirnya merasa kesal pada Yuyun dan ibunya karena dianggap telah menggelapkan uangnya sebesar Rp 100 juta. Hal terjadi terjadi karena kelanjutan proses pembelian itu tidak jelas. Belakangan ia baru tahu, kalau uang muka yang diberikan pada Umi belum diserahkan kepada pemilik rumah yang akan menjual rumah itu. Dan bila masalah ini ditanyakan hanya caci maki Yuyun dan ibunya yang diterima Linda. Linda juga mengaku memang dirinya baru hanya membayar uang muka saja kepada Umi dari harga rumah Rp 900 juta.

Sementara versi Umi, uang muka itu telah ia bayarkan kepada pemilik rumah namun uang muka itu dianggap hangus oleh pemilik. Sesuai perjanjian yang telah disepakati apabila sisa uang belum dilunasi hingga batas waktu yang ditentukan maka uang itu hangus. Akhirnya uang Linda memang hangus. Selain itu Umi juga mengalami kesulitan mencari Linda.

"Saya ini ibarat mau nolong tapi malah dipentung. Nama Yuyun juga dibawa-bawa. Saya punya bukti-bukti semua perjanjian dan kwintasi pembayaran dan ini saya jadikan barang bukti dalam laporan ke polisi," kata Umi dengan berapi-api.

Selain melaporkan ke polisi soal pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan, pihak Yuyun dalam waktu dekat akan mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari Linda seputar masalah ini.

(kmp/dar)


REKOMENDASI
TRENDING