Putu Wijaya Kritisi Promosi Karya Seni Indonesia

Kapanlagi.com - Sastrawan yang produktif dalam meciptakan karya eksperimental, Putu Wijaya, menilai cara bangsa Indonesia memperkenalkan diri ke mancanegara sudah terlalu kuno.

"Selama ini Indonesia dikenal di luar negeri sebagai timbunan tradisi, karena kita hanya menjual kekunoan kita, bahwa kita masih hidup primitif, itu yang dijual. Sehingga yang dicari mereka cuma itu. Mungkin cara kita mengenalkan Indonesia sudah terlalu kuno," kata Putu seusai jumpa pers di Jakarta, Kamis (21/9), menyangkut keberangkatan Teater Mandiri pimpinannya ke Kairo, Mesir untuk mengikuti festival teater.

Laki-laki yang selalu memakai topi pet itu mencontohkan, dalam dunia teater, Indonesia jarang diundang dalam festival-festival internasional, kerena dunia teater internasional mengenal Indonesia hanya dengan teater-teater tradisinya seperti wayang. Bahkan, katanya, banyak orang mancanegara yang mengira di Indonesia tidak ada sastra modern, yang ada hanya sastra tradisi.

"Mereka banyak yang tidak tahu bahwa Garin Nugroho sudah buat film dan berbicara di forum-forum internasional. Dan, saya bisa main di mana-mana karena bukan menampilkan teater tradisional, tapi teater eksperimental yang bagi selera mereka masuk," ujar pria kelahiran Puri Anom, Tabanan, Bali itu.

Namun bukan berarti bahwa Putu menentang misi-misi budaya yang menampilkan pertunjukan-pertunjukan tradisional Indonesia. Ia hanya mengharapkan lebih banyak lagi seniman dengan karya-karya kontemporer, ekprerimantal dan seni modern lainnya memberanikan diri untuk tampil di mancanegara.

Putu sendiri telah dengan berani tampil bersama Teater Mandirinya yang eksperimental ke negara-negara seperti Jepang, Amerika Serikat, Beograd, Hongkong, Taipe, dan apresiasi mereka terhadap pementasannya tidak buruk.

"Waktu pentas di Tokyo mereka pernah mengira saya membawa lampu laser, padahal saya bawa lampu biasa, layar biasa. Itu hanya kerena efeknya seperti laser, padahal hanya lampu biasa yang dipegang oleh tangan-tangan pemain yang kalau dikombinasikan dengan lampu ultra hingga menjadi seperti lampu laser," ceritanya mengenai salah satu pentas di mancanegara.

Teater Mandiri, diakui Putu memang tidak pernah memakai properti yang rumit dan mahal dalam petasnya, "Jadi ongkos produksinya murah. Kami hanya bertolak dari yang ada."

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(*/dni)

Rekomendasi
Trending