Putu Wijaya: Reformasi Tidak Gagal

Kapanlagi.com - Sastrawan serba bisa Putu Wijaya (61) berpendapat reformasi yang bergulir sejak 1997 tidak gagal, meskipun hingga kini kondisi bangsa Indonesia tidak bertambah baik.

"Menurut saya, reformasi itu tidak gagal. Reformasi itu menyebabkan kita jadi lebih transparan untuk melihat wajah kita sebenarnya, memang menyakitkan," kata Putu saat ditemui di sanggar latihan Teater Mandiri, Rabu (13/7).

Penulis yang sangat produktif itu (ia menghasilkan kurang lebih 30 novel, 40 naskah drama, sekitar seribu cerpen, ratusan esei, artikel lepas, dan kritik drama) melihat, sejak 1997 segala yang buruk telah terjadi di Indonesia. Resesi ekonomi, kekacauan politik, malapetaka bom, perpecahan etnik, agama, tsunami, dan terakhir pada puncaknya ternyata yang terlibat adalah korupsi.

"Itu bukan kegagalan reformasi, tapi itu wajah kita sesungguhnya yang baru dapat terlihat sesudah reformasi. Kalau kita berhenti hanya melihat saja, di situlah baru kita dikatakan gagal," ujar pemilik nama lengkap I Gusti Ngurah Putu Wijaya yang selalu bertopi pet itu.

Melihat kondisi negeri yang demikian, ayah satu anak itu itu kemudian memutuskan membuat suatu pementasan berjudul Jangan Menangis Indonesia untuk mengajak masyarakat melihat apa yang sebenarnya terjadi, untuk sama-sama menatap kenyataan, dan kemudian bersatu.

"Seringkali kita dapat bersatu bila memiliki musuh yang sama. Dulu musuh kita kolonialisme, sekarang kebrengsekan moral. Kita sudah brengsek semua, saya bilang kita berarti saya juga termasuk," ujarnya menambahkan.

Putu mengajak semua pihak untuk menerima kenyataan itu, kemudian bergerak bersama-sama, tanpa saling tuding-menuding siapa yang salah, dan mulai memperbaiki segalanya.

Dramawan yang terkenal dengan teater mini kata itu, masih berfikir rasional, "Saya tidak mengatakan, bahwa kita bisa menyelesaikan persoalan ini dengan sebuah pementasan, tidak mungkin. Tapi, menyuarakannya saya kira penting sekali."

Jangan Menangis Indonesia akan dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Jumat, 15 dan Sabtu, 16 Juli. Dalam pementasan tersebut akan tampil pula Butet Kartarajasa dan Rike Dyah Pitaloka.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(*/dar)

Rekomendasi
Trending