Rhoma Irama Kuatkan Elvy Sukaesih Hadapi Masalah Narkoba Dhawiya

Selasa, 03 April 2018 17:57 Penulis: Dhefa Mauren Roos Mary
Rhoma Irama Kuatkan Elvy Sukaesih Hadapi Masalah Narkoba Dhawiya (credit : kapanlagi.com)

Kapanlagi.com - Kasus narkoba di kalangan artis sepertinya tak kunjung usai. Setiap tahunnya selalu saja ada yang keluar-masuk karena kasus yang sama. Peduli dengan kasus yang menimpa Dhawiya, Rhoma Irama coba kuatkan Elvy Sukaesih.

Ditemui di bilangan Kebagusan, Jakarta Selatan, Kamis (1/3/2018), sang raja dangdut, Rhoma Irama, menceritakan bentuk supprotnya kepada ratu dangdut, Elvy Sukaesih. "Jadi saya kemarin telponan sama Elvy. Saya bilang, 'Pertama Anda harus sabar, jangan stress bahwa memang kita nih sedang diserang. Ini proxy war," ujar Rhoma. Terkait hal ini Rhoma turut menceritakan bahwa ia pernah menghadiri sebuah talkshow bersama Kepala BNN, Pak Buwas, dimana ketika itu Pak Buwas menyatakan bahwa Indonesia memang sedang diserang karena ada 500 ton sabu dan 800 jenis psikotropika yang belum terdeteksi, masuk ke negara kita. Melanjutkan statementnya Rhoma menyarankan Elvy untuk bersabar dan berdoa dalam menghadapi konsekuensi yang ada.

Diberi dukungan oleh rekan kerjanya, Rhoma mengatakan, "Ya dia (Elvy) berusaha sabar, harus kuat, memang ini zaman now ini zaman edun ya! Karena banyak termonopoli dari luar masuk dari gadget segala macem. Kalau kita gak punya filter yang kuat memang apapun bisa terjadi di zaman global seperti ini."

(credit : kapanlagi.com)(credit : kapanlagi.com)

Dalam kesempatan ini Rhoma turut membandingkan kemungkaran zaman dulu yang datang dari luar rumah dengan kemungkaran zaman sekarang yang ternyata datang dari tangan kita sendiri. Contohnya saja dari gadget, meskipun tak dapat dipungkiri bahwa gadget memiliki sisi positif dan negatif yang beriringan.

Rhoma pun mengatakan bahwa ia mengenal Dhawiya dan anak-anak Elvy yang semuanya baik. Meskipun begitu Rhoma tetap menyarankan, "Ya kita kan orang tua sebatas memotivasi menasihati memantau lain kalau anak kita masih orok 24 jam gua liatin. Ini udah pada kakek kalian kan susah, makanya doa, doa, dan doa. Telpon komunikasi ya sebatas itu tugas kita sebagai orang tua. Harus ekstra hati-hati kita juga, gak anak, orang tua segala macam kita lihat."

Hal yang sama ia berlakukan kepada Ridho, anaknya. "Iya harus saya awasi, pokoknya dia harus hijrah total semua kita nih harus hijrah. Bukan cuma Ridho, kalau gak hijrah masyaAllah," tutupnya.

(kpl/far/ren)

Reporter:

Fikri Alfi Rosyadi


REKOMENDASI
TRENDING