Richard Lee Ceritakan Kondisi Menurun, Saturasi 89 Usai Sidang

Richard Lee dan kuasa hukumnya (credit: KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi)
Kapanlagi.com - Dokter Richard Lee mengungkap kondisi kesehatannya yang menurun usai rangkaian sidang kasusnya. Ia menyebut sempat mengalami sesak napas hingga harus mendapat bantuan oksigen, dengan hasil pemeriksaan menunjukkan saturasi oksigen 89.
"Kalau boleh saya curhat Yang Mulia, kemarin kita pulang jam 11.30 malam. Besoknya saya digendong ke klinik. Waktu saya cek, itu saturasi oksigen saya 89," ungkap Richard Lee di ruang sidang PN Tangerang, Kamis (20/8/2026).
Saya dikasih oksigen, sesak napas, saya diminta untuk rujuk. Tapi sampai hari ini rujukan itu nggak pernah ada, badan saya dipaksa sembuh sendiri. Saya sebenarnya sudah turun 5 kilo Yang Mulia, sambungnya.
Advertisement
1. Pengakuan Richard Lee di PN Tangerang
Pengakuan tersebut disampaikan langsung di hadapan Majelis Hakim saat persidangan lanjutan. Richard Lee menekankan bahwa kondisi fisiknya terus menurun dan ia datang ke sidang dalam keadaan tidak sepenuhnya bugar.
"Tapi kalau jujur dengan tubuh saya Yang Mulia, sebenarnya badan saya nggak terlalu fit Yang Mulia," lanjut Richard.
Dalam pemaparannya, Richard juga menjelaskan kronologi yang dialami, mulai dari pulang sekitar pukul 11.30 malam hingga keesokan harinya harus dibawa ke klinik karena sesak napas. Ia mengaku sempat mendapat oksigen dan diminta dirujuk, namun menyatakan belum menerima rujukan hingga hari persidangan.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
2. Tetap Kooperatif Hadiri Sidang
Meski mengaku tidak dalam kondisi terbaik, Richard Lee menegaskan tetap hadir memenuhi seluruh agenda persidangan. Ia menyampaikan hal ini di hadapan majelis sebagai bentuk komitmen mengikuti proses hukum yang berjalan.
"Saya sudah datang beberapa kali sidang, dalam keadaan apapun badan saya, saya datang dan saya sangat kooperatif Yang Mulia. Dan saya sangat setia Yang Mulia untuk semua konsekuensi dalam pengadilan saya ini Yang Mulia," ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan sikapnya yang tetap kooperatif meskipun tengah menghadapi kendala kesehatan. Ia kembali menekankan bahwa kondisi fisiknya memang tidak sepenuhnya pulih saat hadir di ruang sidang.
3. Permohonan untuk Keluarga dan Respons Majelis

Selain kondisi kesehatan, Richard Lee juga menyampaikan permohonan kepada majelis terkait keluarganya. Ia menyoroti kebutuhan pendampingan untuk anak ketiganya yang berusia 7 tahun dan menyandang autisme.
"Dan yang kedua Yang Mulia, saya punya tiga anak Yang Mulia. Anak saya ketiga namanya Kenzo Yang Mulia, umurnya 7 tahun. Kebetulan anak berkebutuhan khusus Yang Mulia," katanya.
"Saya jaga anak kebutuhan khusus selama 7 tahun, autism Yang Mulia. Yang setiap malam mencari saya dan menanyakan saya Yang Mulia. Dan sampai hari ini Yang Mulia, dia tidak mau ke dokter, tidak mau berobat kalau bukan saya yang nemani Yang Mulia," sambungnya.
Di hadapan majelis, Richard memohon keringanan dengan alasan dampak kasus terhadap tumbuh kembang anak-anaknya.
"Yang Mulia, kasus ini sebenarnya bukan hanya saya Yang Mulia yang kena Yang Mulia. Kasihan anak saya Yang Mulia sampai juga ikut mengganggu tumbuh kembang anak-anak saya Yang Mulia. Untuk itu Yang Mulia, saya mengetuk pintu nurani Yang Mulia Hakim, mohon untuk dikabulkan," tuturnya.
Majelis hakim merespons dengan menyatakan persidangan tetap dilanjutkan, seraya meminta agar kesehatan tetap dijaga.
"Baik ya. Sebelumnya Majelis sudah bermusyawarah. Sampai saat ini Majelis belum bisa mengabulkan ya. Jadi persidangan ini kita tetap lanjutkan, makanya kita percepat. Itu saja dari Majelis ya. Yang penting jaga kesehatan," ujar hakim.
Meski permohonan belum dikabulkan, hakim mengizinkan Richard Lee untuk berobat dengan pendampingan petugas selama masa penahanan. Sidang berikutnya dijadwalkan pada Rabu, 26 Agustus 2026, dengan agenda pemeriksaan saksi.
(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)
(kpl/far/pit)
Advertisement
D Academy 8
- Fashion SelebritiPotret Seru Soimah di Dangdut Academy 8, Selfie Hingga Joget Bareng












































