Saiful Jamil Pilih iPhone Ketimbang BB

Jum'at, 05 Februari 2010 22:35 Penulis: Anton
Saiful Jamil Pilih iPhone Ketimbang BB Saiful Jamil
Kapanlagi.com - Di saat banyak orang pakai BlackBerry, Saiful Jamil malah menjatuhkan pilihan alat komunikasinya pada iPhone. Ia mengaku dulu pernah memakai BB, namun ia ingin mencari yang beda dan memiliki fasilitas yang bagus. Selain itu, layar lebar dan juga gambar yang jernih menjadi salah satu pertimbangannya.

"Gue pake iPhone, gue merasa ini paling canggih selain Vertu. Kalau Vertu jetzet banget, sayang kalau buat gue, dibandingin merk-merk lain ini yang paling di atas. Dan gue pake tipe 3 GS," papar Ipul, sapaan akrab Saiful Jamil, saat ditemui di pembuatan video klip single popnya Jomblo di Kebun Binatang, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (4/2).

"Ini HP impian gue sejak HP ini nongol. Gue lihat di Jakarta yang 3 G biasa aja yang 16 Gb harganya 7 juta, gue beli di Hongkong yang 3 GS yang 32 GB cuman 8 juta," imbuhnya.

Menurut mantan suami pedangdut Dewi Perssik itu, alasannya memilih tipe 3 GS karena punya kemampuan merekam, fitur banyak dan bisa mendownload hingga ratusan megabyte. Bagi Ipul, iPhone bisa sangat memahami dirinya yang perfeksionis.

"Yang gue suka dari iPhone ini produk anti virus. Ini gak pernah hang, kalau ada sesuatu yang mau ngerusak, dia (iPhone) dengan sendirinya akan mati sampai baterenya abis, terus kita charge kembali normal. Dan gue udah pernah ngalamin 2 kali," pujinya.

Sementara itu, untuk keperluan koneksi data Ipul jarang sekali menggunakan iPhone. Dirinya lebih memilih menggunakan 2 jaringan untuk komputer di rumah dan satu lagi menggunakan laptop.

"Gue pake internet 2 jaringan, satu pake komputer di rumah sama satu lagi pakai laptop. Kalau untuk iPhone gak pernah gue pake untuk internetan, paling gue pakai pada saat WiFi. Jadi bisa dibilang gue malah berhemat," tuturnya.

Bagi Ipul, dirinya sangat membutuhkan handphone dalam kesehariannya. Tak heran jika dirinya menghabiskan biaya telepon hingga 1,5 juta dalam satu bulan. "Pernah sampe 18 juta, waktu naik haji 2005. Sempet complain akhirnya dijelaskan kalau nerima telpon bayar, apa lagi nelpon," kenangnya.   

(kpl/hen/bun)

Editor:

Anton


REKOMENDASI
TRENDING