SELEBRITI

Saipul Jamil Masih Hadir di Televisi, Perjuangan Komnas Perlindungan Anak Selama 20 Tahun Terasa Sia-Sia

Senin, 06 September 2021 14:55

Kapanlagi/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka angkat bicara terkait pembebasan artis Saipul Jamil dari penjara. Arist Merdeka geram karena pembebasan Saipul Jamil disambut begitu mewah seolah baru menang dari sebuah pertandingan.

Yang bikin kesal lagi, begitu bebas dari penjara Saipul Jamil langsung muncul di televisi. Padahal, mantan suami Dewi Persik itu bebas dari penjara akibat kasus pelecehan seksual.

1. Terasa Sia-Sia

"Karena peristiwa atau kejadian atau apa yang dia lakukan kekerasan seksual itu merupakan tindak pidana khusus yang tidak boleh diekspos. Ini seolah olah dia baru pulang dari satu laga pertandingan, menang gitu. Itu membuat sakit hati komnas perlindungan anak dan pegiat-pegiat perlindungan anak," kata Arist Merdeka di kantornya, Senin (6/9/2021).

Bahkan, melihat Saipul Jamil masih berkeliaran di televisi, Arist Merdeka menilai perjuangannya memutus rantai terhadap kejahatan seksual terhadap anak terasa sia-sia. "Hampir 20 tahun kita memperjuangkan bagaimana memutus mata rantai kejahatan seksual itu. Jadi tidak sia-sia gitu lho. Ini jadi sia sia karena apa, bahwa sekali ketika dia keluar dari penjara walaupun dia sudah menjalani hukuman karena kesalahannya," katanya.

2. Boikot Saipul Jamil

Sebagai ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist meminta kepada masyarakat supaya memboikot Saipul Jamil. Tak cuma itu, dia juga berharap masyarakat luas agar mematikan televisi disaat Saipul Jamil hadir di layar kaca.

"Meminta masyarakat untuk menyetop mematikan televisi apapun ketika saipul jamil dalam program itu. Karena apa, karena menjadi sia sia perjuangan komnas PA dan pegiat-pegiat perlindungan anak," ujarnya. "Meminta masyarakat untuk tidak menonton, mematikan televisi ketika itu (Saipul Jamil) muncul. Dengan merasa hormat saya production house, televisi-televisi, jangan hanya sekedar mencari keuntungan rating harus bersifat edukatif," tutupnya.


REKOMENDASI
TRENDING