Saling Balas Caption Jadi Cara Ringgo Agus dan Sabai Morscheck Hilangkan Jenuh

Rabu, 10 Januari 2018 10:30 Penulis: Tyssa Madelina
Saling Balas Caption Jadi Cara Ringgo Agus dan Sabai Morscheck Hilangkan Jenuh Ringgo Agus Rahman dan Sabai Morscheck © KapanLagi.com/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Setiap pasangan suami istri memiliki caranya tersendiri untuk mengungkapkan kasih sayang dan menghilangkan kejenuhan. Bagi Ringgo Agus Rahman dan Sabai Morscheck, berbalas caption Instagram jadi solusinya. Kerap berjauhan karena urusan pekerjaan, membuat pasangan yang menikah di tahun 2015 silam ini memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan rasa kangennya.

"Sebenernya gini. Bahasa sosmed adalah bahasa yang bukan terkonsep. Misalnya istri lagi di rumah, gue di sini. Kan kadang urus anak lupa makan. Kalo ditelpon paling cuma ya ya ya, terus tutup. Kalo dia baca caption IG gue berarti dia lagi me time, santai, anak lagi tidur dan pada saat dia lagi buka 'Heh sialan!' Terus dia bales. Dan itu ngebuat dia nggak bosen menurut gua. Jadi kita suka bales-balesan di situ. Hanya buat istri gue biar nggak bosen," jelas Ringgo Agus, saat ditemui di Kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Kamis (4/1).

Diakui oleh Ringgo, saling berbalas caption kini jadi agenda rutin yang kerap ia lakukan bersama sang istri tatkala harus terpisah karena pekerjaan. Menurutnya, hal tersebut bisa jadi salah satu hal yang unik dalam hubungan suami istri. Dan tentunya, membuat mereka semakin romantis.

Berbalas caption dan travelling jadi salah satu cara Ringgo dan Sabai agar tidak jenuh. © KapanLagi.com/Agus ApriyantoBerbalas caption dan travelling jadi salah satu cara Ringgo dan Sabai agar tidak jenuh. © KapanLagi.com/Agus Apriyanto

"Kita jadi mikir buat captionnya biar di rumah nggak ngerasa capek dan bosen. Itu awalnya kita bikin bales-balesan caption," lanjutnya lagi.

Selain berbalas caption, Ringgo juga kerap mengajak istri dan anaknya jalan-jalan dikala senggang agar terhindar dari bosan. Rutinitas tersebut ia teruskan dari mendiang ibunya. Menurut Ringgo, memori jalan-jalan bersama orang tua tidak akan pernah luntur sampai seorang anak beranjak dewasa.

"Bayangan gue terhadap nyokap gue yang udah meninggal, terus keluarga gue yang tadinya utuh itu adalah bayangan tentang perjalanan. Perjalanan mudik lebaran, perjalanan apapun. Jadi pada saat gue jalan-jalan itu pikiran lain tentang pekerjaan nggak ada. Jadi gue konsen ke anak. Rata-rata jalan-jalan ala kita murah dan kadang gratisan. Jadi kenapa enggak buat momen yang gue sama istri inget?" pungkasnya bijak.

(kpl/pur/tmd)

Reporter:

Mathias Purwanto


REKOMENDASI
TRENDING