SELEBRITI

Sandiaga Uno Beri Wejangan Pada Ruben Onsu yang Baru Saja Kehilangan Merk Dagangnya

Senin, 01 Maret 2021 23:15

Ruben Onsu / Credit Foto: Dokumentasi Pribadi

Kapanlagi.com - Ruben Onsu dan adiknya, Jordi belum lama ini mengalami kejadian nahas, di mana mereka kehilangan merk dagangnya, Ayam Geprek Bensu. Usut punya usut, merk tersebut sudah didaftarkan lebih dulu secara resmi ke Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) oleh seorang pengusaha lain.

Berkaca dari kasus tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno pun menggelar sesi diskusi edukatif dengan tema 'Pentingnya Mendaftarkan Merk Sebagai Dasar Suatu Usaha'. Seperti judulnya, Sandi berharap agar para pemilik usaha segera mendaftarkan merk dagangnya sebelum mengalami nasib siap seperti Ruben dan Jordi.

"Kadang-kadang sebagai pengusaha asik bikin produk terus jualannya laku, tapi kita nggak jaga aset kita, Hati-hati Jordi (Bensu) dan UMKM lainnya. Bagaimana sebagai alat bukti bagi pemilik. Berhak atas merek yang didaftarkan," ungkap Sandiaga Uno, Sabtu (27/2) kemarin.

"Kita ingin memiliki direktorat yang menciptakan IP, yaitu intellectual property dan ingin mendorong bagaimana pentingnya HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) di sektor ekonomi kreatif," sambung mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

 

1. Ruben Onsu Petik Pelajaran Berharga

Ruben dan Jordi yang juga turut hadir pada sesi tersebut lantas mengamini apa yang diungkapkan Sandiaga Uno. Ia memetik pelajaran penting dari peristiwa yang dialaminya sendiri bersama adiknya tersebut.

"Pendaftaran merek adalah menjadi hal paling penting dalam memulai usaha. Ini sebagai legalitas kita. Saat usaha berkembang, maka kita akan merasa aman dengan merek dagang yang sudah kita daftarkan. Saya memetik pelajaran dari apa yang saya alami," sambung suami Sarwendah itu.

"Pelaku usah mesti wajib daftar merek dan ini menjadi dasar suatu usaha. Ini benar-benar penting untuk usaha kita dalam jangka panjang," tambah Jordi.

Dari data yang ada, saat ini terdapat sekitar 8,2 juta pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif, namun hanya 11,05 persen yang baru mendaftarkannya ke HAKI.

 

(kpl/gtr)


REKOMENDASI
TRENDING