'SANGKALA 9/10', Cinta di Balik Pembantaian Etnis China

'SANGKALA 9/10', Cinta di Balik Pembantaian Etnis China Drama Musikal 'SANGKALA 9/10' Foto: Bambang

Kapanlagi.com - VOC yang menguasai Batavia pada tahun 1740 merasa terancam dengan keberadaan etnis China yang menguasai perdagangan di Batavia. Apalagi jumlah pendatang dari negeri Tiongkok itu semakin banyak dan tak terkontrol. Pendatang dari China mulai maju di sektor ekonomi lewat perdagangan beras, bahan makanan, dan obat-obatan. VOC, melalui Gubernur Batavia, membuat rencana untuk membantai orang-orang China di Batavia. Dengan politik adu domba, VOC menyebarkan fitnah bahwa pendatang China suatu saat akan memusnahkan kaum pribumi karena keberhasilannya dalam ekonomi. VOC menghasut para pemimpin golongan pribumi dengan sekantong gulden. Namun, kebijakan pembantaian yang dikeluarkan Gubernur Batavia itu langsung ditentang oleh Madi bin Somad, seorang guru silat keturunan Betawi asli Bidara China, bersama anaknya, Said, dan tiga murid setianya. Somad merasa etnis China yang dikenalnya tidak ada yang jahat. Tak ingin terpengaruh dengan VOC, Somad mengirim anaknya, Said untuk mengetahui kebenaran di kampung China. Sementara itu, pihak etnis China bukan tidak memberikan perlawanan. Lili, seorang gadis keturunan Tiongkok yang ibunya seorang penjual obat tradisional, merasa kekejaman VOC harus dihentikan. Bentrokan antara Lili dan serdadu VOC akhirnya tak terelakkan lagi, hingga akhirnya Said muncul dan membela Lili. Gayung bersambut, karena kebaikan Said, ibu Lili memperbolehkan Said tinggal di kampung China. Semenjak tinggal di benteng China, pertemuan Said dan Lili berlanjut dan tumbuh perasaan cinta. Namun, saat keadaan semakin genting Lili mengetahui tujuan Said ke kampungnya untuk memata-matai. Ia pun murka, dan meminta Said diadili. Sementara keadaan semakin kacau. Somad yang menantang kebijakan VOC dianggap sebagai pemberontak. Maka diapun dijatuhi hukuman. Selama dalam tawanan, Said sedang diadili. Nasib Said pun tak kalah menyedihkan. Ia terancam dibunuh jika terbukti sebagai mata-mata VOC. Nasib cintanya terkatung-katung. Penggalan cerita sandiwara musikal SANGKALA 9/10 yang diprakarsai oleh anggota Ikatan Abang None Jakarta (IANTA) mencoba melukiskan penderitaan etnis China di tangan VOC. Dipentaskan 6 sampai 8 Mei 2011 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, drama musikal ini diproduseri Maudy Koesnaedi dan digarap oleh sutradara Adjie NA, serta tata panggung Sanca Bachtiar. Menonton sandiwara ini seperti melihat lenong dalam konsep modern. Dengan setting dan musik live membuat sandiwara ini asyik ditonton. Guyonan segar khas Betawi juga tidak ditinggalkan. Harga tiket mulai Rp150.000 hingga Rp450.000 dengan durasi 2,5 jam ini adalah pertunjukan bagus dengan harga tiket termurah sepanjang pertunjukan di Teater Jakarta digelar setelah renovasi.  

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/uji/boo)

Rekomendasi
Trending