Suka atau Tidak Camilla Parker Bowles Ratu Inggris

Kapanlagi.com - Pemerintah Inggris mengungkap Senin (21/3), bahwa suka atau tidak, warga Inggris akan harus terbiasa dengan predikat Camilla Parker Bowles sebagai Ratu Camilla. Pasalnya, dibawah hukum Inggris, Parker Bowles secara otomatis meraih gelar ratu ketika Pangeran Charles dinobatkan sebagai raja, demikian dikutip dari AP (Associated Press).

Sementara khalayak luas telah menerima dukungan atas perkawinan Parker Bowles dengan Pangeran Charles, hasil polling opini masih menunjukkan perlawanan kuat atas Parker Bowles meraih gelar ratu.

Tetapi upaya apapun merubah aturan untuk tunduk pada anggapan popular akan sangat sulit. Karena tak hanya diperlukan aturan hukum baru di Inggris tetapi perubahan legislatif di 15 negara persemakmuran Inggris.

Sejak kantor Pangeran Charles mengumumkan rencana pernikahannya dengan Parker Bowles pada Februari 2005, berbagai persiapan telah dihadapi dengan pembalikan yang mendorong banyak pengamat membandingkan pernikahan ini seperti lelucon.

Charles dan Parker Bowles pada awalnya akan menikah di kastil Windsor, tetapi dipaksa memilih tempat yang lebih biasa, yakni gedung balai kota. Ratu Elizabeth II membatalkan rencananya menghadiri acara pernikahan putranya, dengan langsung memicu spekulasi atas penolakan.

Pada Senin (21/3), Menteri Urusan Konstitusi Inggris Christopher Leslie mengatakan melalui pernyatan tertulis bahwa pernikahan kerajaan Inggris tak akan morganatic dimana istri berstatus lebih rendah tak bisa mengklaim gelar lain. Leslie menanggapi pertanyaan seorang pelaku aturan hukum atas pernikahan Pangeran Charles dengan Parker Bowles.

"Ini sungguh tak diragukan bahwa ia (Parker Bowles) secara otomatis akan menjadi ratu ketika ia menjadi raja," kata Andrew Mackinlay, pelaku aturan hukum yang menyinggung pertanyaan.

Kementerian Urusan Konstitusi telah membenarkan interpretasi itu dengan mengatakan bahwa legislasi akan diperlukan untuk membatalkan hak gelar ratu pada Parker Bowles.

"Saya sangat senang bahwa Pangeran Wales menikah dengan siapa yang disukainya, tetapi merubah konstitusi adalah urusa parlemen dan ini memerlukan perubahan konstitusi," kata Mackinlay. "Seharusnya tak dirubah untuk satu pria dan satu pria saja," tambahnya.

Perdana Menteri Inggris Tony Blair tak terdesak menghadapi persoalan ini. "Posisi sekarang ini terbatas pada gelar apa yang akan diperolehnya pada pernikahannya (Parker Bowles). Dari segi peristiwa di masa mendatang, kita tunggu saja hingga peristiwa mendatang terjadi," kata jurubicara resmi Blair.

Setelah mengumumkan rencana pernikahannya Februari 2005, Pangeran Charles mengatakan calon istrinya akan dikenal dengan gelar kurang dikenal, Princess Consort ketika dan jika ia menjadi raja.

Setelah akad nikah mereka 8 April mendatang, Parker Bowles akan dikenal dengan gelar Her Royal Highness the Duchess of Cornwall dan tak akan diberi gelar Princess of Wales yang digunakan mendiang Putri Diana.

Dalam pengumuman pernikahannya, Pangeran Charles hati-hati membuka kemungkinan terbuka untuk merubah pendapatnya tentang status Parker Bowles di masa mendatang. Pangeran Charles telah mengatakan sebelumnya bahwa "dimaksudkan" agar Parker Bowles akan menggunakan Her Royal Highness the Princess Consort.

Beberapa pengamat kerajaan Inggris menganggap bahwa Pangeran Charles berusaha mengulur waktu guna meraih penerimaan publik atas istrinya sebagai ratu. Selama bertahun-tahun, Pangeran Charles telah mengatakan bahwa ia "tak mempunyai rencana" menikahi Parker Bowles.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(dis/dar)

Rekomendasi
Trending