Tak Sesuai Kenyataan, Erwin Prasetya Gugat Sinetron 'DEWA'

Kapanlagi.com - Sinetron perjalanan karier grup Dewa yang di tayangkan di Trans TV bertujuan agar para baladewa (sebutan untuk para penggemar mereka) dan masyarakat luas tahu bagaimana para personel Dewa memulai kariernya hingga mencapai nama besar seperti sekarang (meskipun mengalami pergantian personel beberapa kali). Tapi ternyata menurut salah satu personil Dewa adegan dalam sinetron tersebut menyimpang dari kejadian sebenarnya. Dan hal tersebut menimbulkan masalah.

Hal ini menyusul tudingan salah satu mantan personel Dewa (yang kini telah bergabung di NuKla), Erwin Prasetya. Ia menyebutkan cerita mengenai dirinya yang diusir dari rumah oleh ibunya sama sekali tidak benar. Ia juga menilai cerita yang ditayangkan selama satu jam saban Minggu itu jauh dari kehidupan nyatanya.

"Kenyataan sesungguhnya saya sama sekali tidak pernah diusir oleh ibu, isteri ayah saya yang sangat saya hormati," ungkap Erwin yang menyebutkan merasa dirugikan, "Itu semua nggak benar banget. Waktu itu saya ngekos (di Surabaya) karena ayah saya ditugaskan pupuk Sriwijaya ke Banjarmasin," imbuhnya.

Tak hanya cerita tersebut, Erwin juga menilai adegan yang melukiskan dirinya menyukai lukisan-lukisan porno, erotis, seperti poster-poster cewek berpose seronok, dan hobi menggadaikan barang-barang elektronik seperti televisi juga tidak benar. Kontan saja tayangan tersebut sempat membuatnya bingung. Belum lagi ia harus menjawab pertanyaan keluarga dan para temannya yang mengenal betul pribadi Erwin yang tak seperti digambarkan dalam sinetron. Bahkan ia juga harus menjawab pertanyaan anaknya yang masih kecil tentang kebiasaan buruk sang ayah yang digambarkan dalam sebuah episode.

Sebelumnya Erwin mengaku pernah dihubungi untuk diwawancara. Namun dalam waktu hanya satu jam, ia menilai takkan cukup bagi si penulis scenario untuk menjabarkan kisah hidupnya. "Dengan waktu satu jam mana mungkin saya mengutarakan semua kehidupan masa lalu saya. Mereka mengarang-ngarang fiktif belaka. Saya kan bukan tokoh fiksi yang bisa dikarang-karang biografinya," protes Erwin yang juga mengaku tersinggung ketika ditawari honor untuk satu scene sebesar Rp 500.000,-.

"Itu sinetron tentang diri saya, tapi saya ditawari peran yang mengajari diri saya sendiri. Lalu ditawari honor sebesar itu. Anda tersinggung enggak bila dalam posisi seperti saya," ungkapnya sewot.

Melalui kuasa hukumnya, Ferry Firman, SH, ia telah melayangkan surat kepada pihak Trans TV tertanggal 28 Oktober 2004. Isinya menuntut agar pihak Trans TV mengklarifikasi hal tersebut. Erwin juga berharap masalah ini bisa berujung dengan jalan kekeluargaan daripada dibawa ke meja hijau.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(dst/erl)

Rekomendasi
Trending