Tato Baru, Sandal Jepit dan Anak Ayam, Semua Demi 'Temani' Ariel

Rabu, 30 Maret 2016 17:00 Penulis: Ellyana Mayasari
Tato Baru, Sandal Jepit dan Anak Ayam, Semua Demi 'Temani' Ariel Ariel NOAH Foto: Budy Santoso
Kapanlagi.com - Kabar berpulangnya ayahanda vokalis band pujaan hati banyak wanita di Indonesia, Ariel NOAH, sontak mengejutkan untuk kerabat dan sahabat, termasuk personel NOAH yang sedang terbang menuju Malang pada Selasa (29/3). Tak hanya mereka, redaksi KapanLagi.com® pun mendadak panik dengan kabar ini.

"Berita besar!" pikir kami. Kami yang sedang bertugas meliput di seluruh penjuru Jakarta pun segera mengontak kantor untuk berkoordinasi. Tak perlu menunggu lama, kami bertiga-lah yang segera 'berlari' menuju Bandung untuk melaporkan update terkini.

Halo pembaca!Halo pembaca!

Yap, inilah kami bertiga: Ade (videografer kece yang sering salah dikira artis), Mathias (reporter hitam manis yang sayangnya lagi jomblo) dan Busan (fotografer gondrong berkulit gelap dengan hati se-pink Hello Kitty). Salam kenal! :)

Kembali ke jalanan dari ibukota menuju Bandung. Bekerja di media online yang sering berkejar-kejaran dengan berita dalam hitungan menit membuat kami merasa gemas sepanjang perjalanan. Dua setengah jam nasib kami berada di tangan Ade, yang hari itu merangkap sebagai supir dadakan, pun terasa lama.

Akhirnya, sekitar pukul 20.00, mobil yang kami tumpangi pun tiba di kediaman orang tua Ariel di kawasan Antapati, Bandung. Berbekal pakaian yang kami kenakan sejak pagi, peralatan harian yang setia menemani kami bekerja setiap hari, dan restu istri yang dadakan didapatkan sore tadi, kami pun segera bergerilya melaporkan situasi terkini.

Suasana di sekitar kediaman almarhum tampak penuh. Awak media berebut bisa mengabadikan momen lebih dekat dengan kerabat yang tengah berduka di dalam rumah. Thanks to teman-teman dari Musica Studios, tim KapanLagi.com® diizinkan untuk masuk ke rumah duka untuk berbelasungkawa. Sembari berburu narasumber, mengamati kondisi yang menarik, jepret sana-sini, usailah tugas kami di hari ini.

Suasana di rumah Duka. Foto: BusanSuasana di rumah Duka. Foto: Busan

Tapi tugas belum berakhir, Jendral! Walau di dini hari kami baru bisa menyandarkan punggung yang kaku diterpa perjalanan Jakarta - Bandung, sisa laporan dan foto tak bisa menunggu sampai esok. Kami sadar, esok hari tantangannya akan lebih besar dengan semua detail pemakaman dan tamu-tamu layatan yang datang.

Keesokan harinya (30/3), semangat kami dipompa dengan insiden kecil namun cukup mengkhawatirkan di pagi hari. Alas kaki kesayangan Busan yang menemaninya bertempur dengan kamera andalan sejak kemarin mendadak rusak dan dipastikan tak akan bisa menemaninya berburu angle terbaik hari ini. Tak mau ambil resiko, Busan pun meminta tolong rekan awak media lain untuk membelikannya sandal jepit sebagai pengganti sementara.

Alamak! Sandal jepit hasil belanja rekan kami itu ternyata berwarna pink dengan bunga-bunga putih lengkap dengan logo minimarket kesayangan! Dengan sandal jepit unyu yang tampak masih sangat baru dan 'cling' di kaki, pria yang sering disangka garang bak preman inipun mantap melangkah ke lokasi pemakaman. "Sandal gue udah mau copot. Gue nitip sandal sama anak Storibriti beli sandal buat gue. Eh dibeliinnya malah warna pink. Yaudah lah gak apa-apa," ucapnya pasrah.

Imut?Imut?

Ketika jenazah ayahanda Ariel NOAH keluar dari rumah duka, para awak media, kerabat dan warga sekitar pun segera berebut demi mendapatkan tempat terbaik menyaksikan Ariel mengantarkan sang ayah tercinta untuk terakhir kalinya. "Aduh," refleks Mathias menghindar dari senggolan orang-orang di sekitarnya. Kami pun teringat dengan tato yang baru saja dibubuhkan di lengan atas reporter andalan kami ini. Membayangkan bekas luka sebesar lengan bergesekan dengan tangan yang menggapai, kamera yang mendadak mencuat mengambil gambar, tentu ngilu! "Jujur aja, ini liputan paling gue hindarin. Soalnya gue baru nambah tato kalau harus desak-desakan teus kena tato baru ini rasanya masih sangat sakit. Malah, tato bisa rusak," curhatnya.

Bersama jenazah, Ariel dan kerabat, kami pun bergerak ke TPU Nagrog, Ujung Berung. Rasanya tantangan kami masih belum berakhir sampai di sini. Lokasi TPU yang dulunya adalah kolam membuat kontur tanah menjadi basah. Belum lagi hujan semalam yang membuat medan makin becek. Untunglah kami mendapatkan tempat terbaik untuk mengabadikan momen. Cukup dekat dengan prosesi, kami bisa menunaikan tugas sekaligus merasakan duka yang mendalam dari seluruh kerabat Ariel.

Tangis Ariel pun pecah melihat putri semata wayangnya meneteskan air mata untuk sang kakek. Foto: BusanTangis Ariel pun pecah melihat putri semata wayangnya meneteskan air mata untuk sang kakek. Foto: Busan

Saat rangkaian acara hampir usai, barulah kami sadar bahwa sepertinya bukan Indonesia kalau tidak ada yang 'memanfaatkan momen'. Layaknya pedagang sate di tengah bom Sarinah, penjaja kacang di deretan tank yang sedang parkir, seorang pedagang anak ayam warna-warni pun tampak menggelar dagangannya di dekat lokasi pemakaman. "Hasilnya lumayan mas. Ini udah laku banyak. Ayam yang warna-warna saya jual Rp 3000 rupiah. Sekalian lihat Ariel mas, biasanya lihat di televisi," ungkap sang bapak santai.

Tantangan berakhir? Tentu tidak! Agenda di Jakarta tak bisa menunggu kami berlama-lama di Bandung. Sekali lagi Ade menjadi sopir andalan yang akan membawa kami membelah jalanan Bandung - Jakarta. Mengepak peralatan videonya, Ade pun tak sungkan melepas atasan demi mengurangi lengketnya keringat di badan. "Gue kuat tenang aja. Pokoknya kita selamat sampai kantor," ujarnya penuh semangat -- tak peduli dengan bau asam yang mungkin tercium. :)

Yuk pulang!Yuk pulang!

Puas dengan apa yang kami dapat, walau lelah, ngilu dan sedikit terhibur dengan insiden sandal jepit pink, kami segera meluncur ke Jakarta. Membawa oleh-oleh anak ayam berwarna pink (biar matching dengan sandal jepit Busan), kami yakin pembaca KapanLagi.com® dan penikmat setia tayangan video KapanLagi.com® bisa 'kami bawa hadir' menemani sang idola di masa duka dengan laporan-laporan yang kami sajikan.

Sampai jumpa lagi di liputan selanjutnya!

(kpl/mae)


REKOMENDASI
TRENDING