Tere: Satu Dari Tiga Perempuan Mengalami Tekanan

Tere: Satu Dari Tiga Perempuan Mengalami Tekanan Theresia Pardede

Kapanlagi.com - Penyanyi Tere atas nama Kartini Demokrat akan menggelar peringatan hari Ibu 2009. Bersama perempuan anggota DPR-RI dari Partai Demokrat, akan berbagi kasih melalui program 'Jiwa Perempuan dan Masa Depan Bangsa', di Rumah Sakit Marzuki Mahdi (RS Jiwa Bogor), Selasa (22/12)."Hari Ibu menjadi sirine pengingat bahwa erat sekali kaitan stigma, gender, dan hak asasi manusia dengan kesehatan mental perempuan," kata Theresia Pardede, di Depok, Senin (21/12).Theresia Pardede yang sebelumnya penyanyi, akrab dengan panggilan Tere mengatakan kegiatan dihadiri oleh anggota dewan perempuan dari Demokrat di antaranya Inggrid Kansil, Venna Melinda, Nova Riyanti Yusuf, Iti Octavia Jayabaya serta para petinggi Partai Demokrat lainnya.Tere mengatakan gender adalah faktor penting kesehatan mental dan penyakit mental. Perbedaan gender terjadi khususnya pada gangguan mental yang biasa terjadi, seperti depresi, kecemasan, dan keluhan somatik, di mana kaum perempuan mendominasi, sekitar 1 dari 3 orang mengalaminya."Unipolar depresi diperkirakan menjadi penyebab utama kedua kecacatan global beban pada tahun 2020, di mana dua kali lebih sering terjadi pada wanita," katanya.Ia memperkirakan 80% dari 50 juta orang yang terkena konflik kekerasan, perang saudara, bencana, dan perpindahan adalah perempuan dan anak-anak. Prevalensi seumur hidup kekerasan terhadap perempuan berkisar dari 16% hingga 50%.Lebih lanjut Tere mengatakan tekanan yang diciptakan oleh peran ganda mereka, diskriminasi gender dan faktor-faktor terkait kemiskinan, kelaparan, kekurangan gizi, kerja paksa, kekerasan rumah tangga dan pelecehan seksual, perlu untuk memperhitungkan kesehatan mental perempuan."Setidaknya satu dari lima wanita mengalami perkosaan atau percobaan perkosaan dalam hidup mereka," ujarnya.  

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(ant/dar)

Rekomendasi
Trending