SELEBRITI

Tiga Kali Jadi Annelies Mellema, Chelsea Islan Hadapi Tantangan Ini

Rabu, 14 November 2018 21:32 Penulis: Dhefa Mauren Roos Mary

Chelsea Islan © KapanLagi.com/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Chelsea Islan dikenal sebagai aktris yang aktif dan bertalenta. Namanya pun berhasil memerankan deretan film hingga teater apik karya anak negeri. Salah satunya adalah teater Bunga Penutup Abad.

Teater yang diadaptasi dari salah satu karya penulis ternama Pramoedya Ananta Toer ini telah digelar sebanyak 2 kali. Dan pada tahun 2018 ini, teater ini akan segera hadir menghibur para pecinta dunia teater. Tepatnya pada tanggal 17 dan 18 November 2018. Buat KLovers yang belum sempat menonton teater pertama dan keduanya, go save the date!

Pada teater ini, nama Chelsea Islan masuk sebagai salah satu pemeran di dalamnya. Akan digelar ketiga kalinya, tiga kali pula Chelsea ikut berperan. Yaitu sebagai wanita bernama Annelies Mellema.

1. Tiga kali menjadi Anelis Melema

Chelsea Islan kembali berperan sebagai Anelis pada teater Bunga Penutup Abad. Lantas seperti apa sih perasaannya karena kembali dipercaya menjadi Annelies? Berikut penuturannya!

"Peran aku disini jadi Annelies Mellema di teater Bunga Penutup Abad ini. Ini aku sudah ketiga kali peranin peran ini. Karakteristiknya 2 tahun lalu aku udah peranin. Aku hanya mengingat dan baca skrip aja," ujarnya saat dijumpai usai latihan 'Bunga Penutup Abad', di Nyi Ageng Serang, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/11).

2. Anelis Melema

Ya, sudah tiga kali Chelsea Islan kembali berpartisipasi dalam gelaran teater Bunga Penutup Abad sebagai Annelies Mellema. Buat KLovers yang belum tahu siapa sih Annelies Mellema itu? Ini dia penjelasan dari Chelsea Islan.

"Annelies Mellema adalah anak dari Nyai Ontosoroh, istri dari Minke. Annelies bisa dibilang keturunan pribumi dan indobelanda. Anelis masih sangat muda, menguasai perusahaan mamanya. Mau tahu lebih lagi? Baca aja Anelis di buku Bumi Manusia. Dimana jaman dulu anak pribumi atau indo belum mendapatkan kekuasaan besar karena masih di bawah hukum Eropa. Jadi tidak dianggap, hanya dianggap sebelah mata. Sejarah Indonesia juga diperlihatkan di teater ini di jaman kolonialisme itu. Annlies masih kecil 16 tahun di teater ini. Selebihnya tonton aja teaternya!" jelas Chelsea Islan.

3. Kesulitan nggak sih?

Bunga Penutup Abad merupakan salah satu karya Pramoedya Ananta Toer yang dikenal kerap menggunakan Bahasa Indonesia tempo dulu. Dengan kata lain bahasa yang digunakan dalam teater ini berbeda dengan yang sering kita gunakan dalam percakapan sehari-hari. Tak jarang perbedaan bahasa yang digunakan ini bisa saja menimbulkan kesulitan pada aktor dan aktris yang terlibat di dalamnya, tak terkecuali Chelsea Islan.

Selain dari segi bahasa, kesulitan atau tantangan lain turut datang menghampiri Chelsea Islan. Seperti apa sih tantangan yang ia hadapi?

"Dengan Bahasa Indonesia tempo dulu. Memang kita dari awal sudah pelajarin itu bahasanya. Teater di atas panggung lebih percaya diri dan fokus, prosesnya lama ya, berhari-hari. Tantangannya bisa menyesuaikan dengan musik, tempo, ritme, dan hafalan. Kalau film, salah bisa retake. Tapi kalau di teater ya nggak bisa retake dan salah. Apa yang sudah diberikan sampai akhir jalani, pungkas Chelsea Islan.


REKOMENDASI
TRENDING