Video Sawer Hotman Paris Dikirimkan ke 30 Konglomerat Kaya Raya Indonesia

Jum'at, 08 September 2017 15:15 Penulis: Ahmat Effendi
Video Sawer Hotman Paris Dikirimkan ke 30 Konglomerat Kaya Raya Indonesia Hotman Paris Hutapea ©KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Pengacara ternama Hotman Paris Hutapea baru-baru ini jadi sasaran hoax. Saat sedang menghadiri acara ulang tahun di sekitar komplek rumahnya, video Hotman dipotong-potong dan disebarkan dengan informasi yang tidak benar. Bahkan ada pihak yang menyebarkan video tersebut ke sejumlah klien Hotman yang banyak datang dari kalangan konglomerat.

"Anehnya lagi, dua jam sesudah acara, video yang dipotong-potong ini disiarkan justru hampir ke 30 konglomerat klien saya, mereka terima duluan. Berarti ini musuh saya," ujar Hotman Paris Hutapea di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Rabu malam (06/09).

Hotman merasa video hoax tersebut adalah tindakan jahanam. Namun ia tidak berniat untuk mempersoalkan lebih lanjut ke kancah hukum. Hotman lebih memilih memberikan klarifikasi secara jelas dengan ditemani wanita yang juga ada dalam video tersebut.

Hotman Paris merasa video dirinya tengah melakukan sawer disebarkan oleh musuh. ©KapanLagi.com/Bayu HerdiantoHotman Paris merasa video dirinya tengah melakukan sawer disebarkan oleh musuh. ©KapanLagi.com/Bayu Herdianto

"Saya tidak mau ngecek tapi dua jam setelah acara ultah ini, saya dapat WA dari bos pemilik mall PP (Pacific Place). Hah, bagaimana mungkin video dari pedagang ayam goreng sampai ke konglomerat yang klien saya? 10 Menit kemudian ada dari bos Gedung Bursa, klien saya juga. 10 Menit lagi istri dari orang paling kaya di Indonesia, klien saya juga. Ada 30 orang kirim ke saya. Berarti ada motivasi persaingan cemburu di sini," katanya.

Ada alasan mengapa Hotman tidak merasa perlu menindaklanjuti masalah ini. Ia tidak ingin membuat populer orang yang sengaja melakukan tindakan tercela dengan mengirim video hoax tentang Hotman.

"Nggak perlu. Semakin saya tindaklanjuti semakin terkenal dia karena dia mungkin sudah tidak tahan melihat kerja keras saya. Semakin saya gugat dia, semakin dia senang and I don't care. Setiap hari saya ada kasus, karena hampir seluruh konglomerat itu klien saya. Because I work hard," tandasnya.

(kpl/abs/sjw)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING