SELEBRITI

Wawancara dengan LANY Sebelum Ricuh, Sempat Ingin Konser di Indonesia Tiap Tahun

Rabu, 14 Agustus 2019 19:17 Penulis: Tyssa Madelina

LANY ingin konser di Indonesia tiap tahun © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Band Indie Pop asal Amerika, LANY dijadwalkan untuk menggelar konser selama 2 hari, yakni pada Hari Selasa (13/8) dan Rabu (14/8). Namun sayang, penampilan hari pertama LANY harus berakhir dengan sebuah cerita yang kurang mengenakkan dan berujung pada kerusuhan.

Setelah para fans dibiarkan menunggu lama, lewat akun media sosialnya, pihak promotor Vizion Vibe memberikan update dadakan jika konser hari pertama LANY resmi ditunda untuk Rabu (14/8). Singkat kata, konser LANY bakal digelar 2 kali dalam sehari.

Gara-gara pengumuman tersebut, para fans yang sudah habis kesabaran akhirnya menyerukan aksi protes. Bahkan sempat terjadi ricuh saat penonton mendesak masuk lewat pintu kaca.

1. Bukan Konser Pertama di Indonesia

Kedatangan LANY ke Indonesia mungkin bukan yang pertama kalinya. Sebelum terjadi ricuh, KapanLagi.com bahkan sempat wawancara dengan grup band yang digawangi oleh Paul Jason Klein, Charles Leslie Priest dan Jake Clifford Goss itu.

Mereka mengaku sangat senang melihat besarnya antusias fans di Indonesia. Bahkan LANY sendiri ingin konser di sini setiap tahunnya.

"Tiga kali ke Indonesia itu rasanya luar biasa. Ini sangat berarti bagi kami dan membuat kami ingin selalu kembali tiap tahunnya. Ya, Kami akan terus kembali ke sini," ujar Paul Jason Klein, saat ditemui di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (13/8).

2. Sudah Seperti Rumah Sendiri

Hal serupa pun diutarakan oleh personil lainnya. Tak hanya di Indonesia saja, di berbagai negara pun mereka merasa terharu karena disambut dengan semangat yang luar biasa.

"Kemanapun kami pergi, semua fans sama. Mereka bernyanyi bersama dan itu luar biasa. Itu sepertinya menjadi hal yang terpenting pergi ke berbagai tempat," sahut Charles Leslie Priest.

"Semuanya berbeda, dari tempat, budaya, hingga bahasa. Tapi ketika ketika tampil di atas panggung, rasanya seperti di rumah. Semua pertunjukan sama bagusnya," pungkas Paul.


REKOMENDASI
TRENDING