DAAI TV Tayangkan Drama Kisah Nyata

Rabu, 04 Agustus 2010 16:45 Penulis: Fajar Adhityo
DAAI TV Tayangkan Drama Kisah Nyata Nina Tamam pemeran SENANDUNG MUTIARA HATI
Kapanlagi.com - Perkembangan industri televisi dewasa ini, meski dinilai berbagai pihak mengalami kemajuan pesat, juga menuai banyak kritikan. Banyak program televisi dinilai hanya mengejar rating dan bersifat menghibur belaka, jauh dari nilai-nilai edukasi bagi masyarakat.

Kekerasan, mistik, gosip, perselingkuhan, dan erotisme sangat sering ditampilkan dalam berbagai program hiburan, yang bukan hanya semakin mengaburkan peran televisi dalam membentuk karakter bangsa, namun bahkan dikuatirkan akan membawa dampak negatif bagi perkembangan moral masyarakat, terutama kalangan anak-anak dan remaja yang sangat rentan untuk meniru apa yang mereka saksikan di layar kaca di rumah mereka.

Menyadari akan begitu besarnya dampak siaran televisi bagi kehidupan masyarakat, DAAI TV senantiasa memegang teguh prinsip Kebenaran, Kebajikan dan Keindahan dalam menampilkan program-program yang ditayangkan. Hadir di kanal UHF 59 di Jakarta dan 49 UHF di Medan, DAAI TV selalu berusaha secara berkesinambungan menayangkan berbagai program yang membudayakan semangat bersyukur, menghormati dan mencintai sesama. Salah satu program unggulan adalah Drama Kisah Nyata, yang telah terbukti menjadi salah satu program DAAI TV yang sangat dekat dan akrab di hati penonton.

Bekerjasama dengan Kalyana Shira Films di bawah pimpinan Nia Dinata, DAAI TV memproduksi serial drama SENANDUNG MUTIARA HATI yang mendidik dan inspiratif. Proses riset untuk produksi drama ini berjalan selama 1 tahun. Dibintangi oleh Nina Tamam, drama ini diharapkan dapat mengikuti drama-drama kisah nyata DAAI TV sebelumnya yang selalu ditunggu pemirsa karena kisahnya yang menggugah. Drama ini akan ditayangkan di DAAI TV mulai tanggal 31 Juli setiap hari Sabtu dan Minggu jam 21.00 WIB.

Drama SENANDUNG MUTIARA HATI diangkat dari kisah nyata perjuangan hidup seorang perempuan bernama Enjah, yang tinggal di daerah Tanjung Kait, Tangerang. Sebagaimana potret kaum perempuan yang seringkali terjadi di negeri ini, Enjah yang jatuh sakit ditinggalkan oleh suaminya dan hanya ditemani tiga anaknya yang masih belia. Aneka cobaan hidup datang bertubi-tubi menghampiri Enjah, yang semakin tak berdaya ketika dia mengalami kelumpuhan. Untung Enjah memiliki tiga anak yang sangat berbakti. Ketiga anak Enjah merupakan mutiara hati yang tidak hanya mampu menghibur Enjah di kala sedih, tetapi juga menjadi motivasi bagi Enjah untuk bangkit dari keterpurukan hidupnya.

Drama sepanjang 10 episode ini sarat dengan nilai-nilai perjuangan yang tiada henti dalam mengatasi pahitnya kehidupan, sehingga pantas untuk menjadi cermin bagi masyarakat di masa kini, untuk menjadi manusia-manusia yang tabah, tegar dan optimis dalam menghadapi aneka tantangan kehidupan.

Nilai-nilai budi pekerti sebagaimana yang ditunjukkan oleh budi bakti anak-anak Enjah juga amat penting untuk diteladani oleh anak-anak Indonesia di zaman sekarang, yang mulai semakin jauh dari tata krama.  

(kpl/prl/faj)

Editor:

Fajar Adhityo


REKOMENDASI
TRENDING