Sinopsis Sinetron 'DARI JENDELA SMP' Episode 36 & 37, Tayang Jumat 24 Juli 2020

Jum'at, 24 Juli 2020 15:00 Penulis: Canda Dian Permana
Sinopsis Sinetron 'DARI JENDELA SMP' Episode 36 & 37, Tayang Jumat 24 Juli 2020 Sinetron Dari Jendela SMP (credit: SCTV)

Kapanlagi.com - Kelanjutan cerita dari Sinetron DARI JENDELA SMP tayang hari ini. 

“Joko berjalan lemes disini. Sudah susah payah cari kerjaan tapi taka da satupun yang terima Joko. Seandainya tempat bang ucok masih ada. Joko pasti sudah bisa nabung lagi. Santi bersorak, karena ketemu Joko disana.”

Santi pulang ke rumah. Bête di marahin Lukman juga. Ira disana. Ira tampak sedang sibuk bekerja dengan Ipad or laptonya. Ira suruh Santi taruh hape itu lagi. Dan dia akan jual hape itu kembali.

Satria disini Video call sama Gina. Satria tanya kabar Gina. Dan tanya kapan Gina akan kerumah. Gina minta maaf. Ia belum bisa kesana. Ada perawat yang suruh Gina untuk segera tebus obat untuk Zacky. Satria bingung.

Joko berjalan lemes disini. Sudah susah payah cari kerjaan tapi taka da satupun yang terima Joko. Seandainya tempat bang ucok masih ada. Joko pasti sudah bisa nabung lagi. Santi bersorak, karena ketemu Joko disana.

Ira tegur Santi. Santi ga suka ibunya seperti itu. Menyalahkan Joko. Joko sudah banyak bantu Santi. Buat belajar. Ia beli hape untuk rasa terima kasih Santi sama Joko karena sudah bantu Santi.

Joko sedang mengguncang celengannya. Tampak sedih. Isinya tak begitu banyak. Ngga akan cukup untuk membeli hape. Joko ngga mau minta tambahan ke Ibu. Ini urusan Joko.

Lukman antarin Wulan ke sekolah. Joko juga dating di jam yang sama. Lukman langsung labrak Joko. Soal hape. Wulan minta ayahnya untuk jangan keterlaluan. Karena siswa siswa lain lihat semua.

Wulan dan Joko ngobrol sambil menuju kelas. Joko janji akan cari cara agar ia bisa beli hape dengan usahanya sendiri. Wulan jangan khawatir soal itu. Lagian Joko lebih senang surat suratan sama Wulan.

Inah kaget dapat info dari Irfan. Kata Irfan penyidikan masih terus di lakukan. Dan bukan berita baik buat kubu Lukman. Pengacara Irfan bilang, tinggal tunggu waktu sampai Lukman di tetapkan jadi tersangka.

Pak Iwan baru selesai menjelaskan pelajaran. Bel pulang sekolah berbunyi. Semua anak senang. Bersorak. Bagi para peserta seleksi olimpiadi di harap jangan pulang dulu. Beben, Edo dan Indro serentak tepuk jidat.

(kpl/sctv/nda)


REKOMENDASI
TRENDING