'PRIMITIVE RUNAWAY' Dinilai Lecehkan Suku Pedalaman
PRIMITIVE RUNAWAY
@twitter primitiverunway
Kapanlagi.com - Tayangan PRIMITIVE RUNAWAYÂ yang disiarkan Trans TV setiap Jumat pukul 19.15 WIB, mendapat protes dari masyarakat, karena dianggap memunculkan kesan penghinaan dan melanggar HAM suku pedalaman yang selalu menjadi setting acara tersebut.
Remotivi, sebuah lembaga literasi media menyampaikan surat terbuka bernada keberatan terhadap judul dan konsep tayangan tersebut.
"Penggunaan kata primitive pada judul adalah bentuk penghinaan dan pelecehan terhadap suatu kelompok masyarakat. Memberi label primitif merupakan sebuah bentuk diskriminasi yang merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia," demikian isi surat terbuka tersebut, yang diterima KapanLagi.comâ„¢, Kamis (16/12).
Secara konsep, PRIMITIVE RUNAWAYÂ dinilai cenderung mengambil sudut pandang yang melecehkan dan menghina cara hidup suatu komunitas adat. Ini terwujud dalam narasi yang dipakai, rekayasa adegan yang mencitrakan sisi negatif masyarakat adat, dan penyajian tayangan yang tidak diimbangi dengan perspektif relativis dan upaya riset yang kuat terlebih dahulu.
Berdasar keberatan tersebut, Remotivi meminta agar Trans TV dan penanggungjawab Primitive Runaway mengubah judul dan konsep tayangan tersebut ke arah yang tidak melecehkan dan lebih menghormati masyarakat adat.
Remotivi, juga menyayangkan sikap Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang tidak memiliki kepekaan terhadap hal ini dengan memberikan izin siaran.
"KPI harusnya tidak hanya bersifat reaktif terhadap isi siaran, tapi wajib memiliki kemampuan penyaringan tayangan yang sangat ketat dan berperspektif ke-Indonesia-an, bukan ke-Jakarta-an," tegas surat yang ditandatangani Jefri Gabriel, selaku divisi advokasi Remotivi.Â
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kpl/prl/dar)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
