Trans TV Bantah 'PRIMITIVE RUNAWAY' Mengada-ada

Trans TV Bantah 'PRIMITIVE RUNAWAY' Mengada-ada PRIMITIVE RUNAWAY @twitter primitiverunway

Kapanlagi.com - Pihak Trans TV mengaku tengah mempelajari keberatan atas judul dan konsep tayangan, PRIMITIVE RUNAWAY yang dinilai mengandung unsur penghinaan dan pelecehan terhadap masyarakat adat atau komunitas, yang selalu menjadi setting acara tersebut.
"Kita lagi pelajari masalah keberatan itu, intinya apa dari keberatannya, sekarang lagi koordinasi internal dulu, nantinya langkah yang sesuai akan seperti apa," ungkap Hardiansyah Lubis, Public Relation Trans TV, kepada KapanLagi.com™ melalui telepon, Kamis (16/12)
Soal narasi yang dianggap menyudutkan dan cenderung memberi makna negatif, Hardiansyah membantah. Karena apa yang disajikan berdasarkan kondisi faktual di lokasi, pada saat dilakukan syuting.
"Itu adalah kondisi yang sebenarnya, saat kita ambil gambar atau kegiatannya, ya memang seperti itu di sana. Itu bukan sesuatu yang kita create, jadi kita nggak mengada-ada," terangnya membantah.
Pada saat jadi program, lanjutnya, tetap harus dibuat satu kemasan yang bagus, namun tanpa adanya pembohongan. Jadi tetap sesuai dengan keadaan yang ada di lapangan. Apalagi untuk program itu Trans TV juga punya tim riset yang mensurvey sebelumnya, mencari masyarakat adat yang memang masih masuk dalam kriteria.
"Dan kenyataannya memang masih ada yang mempunyai kehidupan seperti itu, kita dalam setiap pengambilan gambar juga sudah izin sama tokoh adat di tempat yang bersangkutan, dan mereka nggak apa-apa, nerima saja," tegasnya.
Soal tuntutan ganti judul atau konsep, pihak Trans TV belum dapat memberikan keterangan lebih banyak, karena masih berdiskusi. Pihaknya juga tidak menerima teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), yang selama ini berperan sebagai pemantau siaran televisi.
"Sampai saat ini KPI belum memberikan surat teguran kepada kami. Dan tentunya KPI pasti tahu, mereka pasti dapat tembusan. Kami masih koordinasi internal, jadi belum ada rencana ke situ. Tentunya kami akan koordinasi dengan berbagai pihak, baik LSM atau yang lainnya, mungkin keberatan itu karena persepsi kita yang berbeda," terangnya. 

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/ato/dar)

Rekomendasi
Trending