FILM INDONESIA

'RADIO GALAU FM', Potret Pergaulan Pemuda Masa Kini

Selasa, 11 September 2012 15:51 | 

Dimas Anggara


'RADIO GALAU FM', Potret Pergaulan Pemuda Masa Kini

Kapanlagi.com - Oleh: Puput Puji Lestari

Bara (Dimas Anggara), siswa kelas XI di sebuah SMA Jakarta. Berwajah cukup tampan, Bara punya modal yang cukup untuk menjadi cowok bahagia berpacaran dengan cewek idaman. Sialnya, pengalaman cinta Bara selalu berakhir mengenaskan.

Ketika SMP, Bara punya beberapa pengalaman mengenaskan yang berhubungan dengan cewek. Bara pernah ditolak cewek karena telat nembak. Bara juga pernah putus ama cewek setelah 9 bulan pacaran lewat surat doang. Di SMA, nasib Bara tak juga beruntung. Ketika kelas X, Bara sempat naksir dua cewek dan dua-duanya balikan dengan pacar masing-masing sebelum Bara sempat nembak mereka.

Akhirnya Bara memilih untuk fokus pada tulisannya. Dua tahun menjomblo di SMA tidak membuatnya ingin memulai hubungan. Rara, kakaknya, menertawakan keinginan adiknya yang menurutnya gak masuk akal. Kakak semata wayang Bara ini sudah kuliah, ia adalah cewek yang maniak dengan Lady Gaga dan seringkali menyebut dirinya Lady Rara.

Dalam kacamata Rara, alasan Bara tak segera memulai hubungan karena adiknya itu memang cemen dan gak akan bisa punya perjalanan cinta yang penuh bunga. Di sisi lain, Rio (Jordi Onsu) sahabat Bara di sekolah mendukung keputusan Bara. Pantas saja ia mendukung sebab Rio yang seumur hidup belum pernah pacaran. Rio berpendapat bahwa Bara tak perlu menjahit luka di hatinya yang masih menganga.

Bara galau dan labil. Sebelum semua makin parah, ia mendapat kesempatan berkenalan dengan Velin (Natasha Rizki). Adik kelasnya ini menggemari tulisan Bara yang dipajang di mading sekolah. Mereka pun akhirnya jadian. Hari – hari setelahnya Bara habiskan bersama Velin. Seminggu pacaran, semua berjalan indah. Dua minggu pacaran, semua masih indah. Masuk minggu keempat, sifat asli Velin mulai terlihat. Velin yang protektif, Velin yang dramatis, Velin yang selalu minta dimengerti.

Bara kembali galau. Dua bulan pacaran ia merasa tersiksa dan ingin putus dari Velin. Bara yang sudah tidak tahan mulai merancang rencana. Dengan dibantu Rio, Bara memulai langkah untuk memutuskan Velin. Pertama: Bara mencoba menjauh dari Velin. Bara tidak membalas BBM dan mention di Twitter.  Bara juga tidak mengangkat telepon dari Velin. Di sekolah, Bara pun berusaha menghindari Velin.

Esok harinya, ketika Bara sudah mantap untuk bilang ke Velin bahwa ia akan putus, Velin berubah drastis. Hari itu Velin berubah menjadi cewek yang sangat manis. Nah lo?

Selama berkutat dengan kegalauannya, Bara sempat berkenalan dengan Diandra (Alisia Rininta) kakak kelasnya. Diandra kesepian karena kekasihnya yangs udah kuliah tidak pernah memperhatikannya. Akhirnya Bara menduakan Velin.

Velin yang mendapat info dari geng-nya bahwa Bara sedang akrab dengan Diandra pun murka. Velin kesal dan iri. Ia akhirnya memutuskan Bara.

Selama berhubungan dengan Diandra, Bara ternyata masih menemukan masalah. Bara nyatanya tidak bisa menerima sifat asli Diandra. Kegalauan Bara semakin menjadi ketikan melihat Velin menjadi sosok cewek manis idamannya.

Potret Realitas Pergaulan Remaja 

Rapi Film kembali mengadaptasi novel menjadi sebuah film. Kali ini buku yang diangkat berjudul RADIO GALAU FM. Pujian patut diberikan kepada Iqbal Rais yang semasa berjuang melawan kanker mampu menggarap karya bagus. Film ini dipenuhi dialog yang kekinian dengan gaya anak muda hasil tulisan Haqi Achmad. Cerita yang disajikan memotret realitas sosial pada masyarakat.

Iqbal berhasil 'tidak mendewasakan' karakter yang ada dalam filmnya. Seluruh adegan berlangsung dengan gaya khas anak muda. Semisal, tokohnya tergesa-gesa mengambil kesimpulan dan menyesal pada akhir.

Demi mendukung premis tersebut, peran ayah yang dibawakan oleh Joe P-Project dibuat seperti layaknya anak muda. Ia jarang marah karena anaknya pacaran. Yang ada, kata-kata bijak keluar darinya  untuk menata hati dan pikiran anaknya.

Soal musik, Iqbal menambahkan banyak lagu baru sesuai dengan mood filmnya. Tak lupa, selingan adegan lucu membuat penonton bisa menikmati film ini dengan ringan.

Sayangnya, Iqbal masih 'main fisik' dengan menghadirkan guru bergigi tonggos sebagai bahan lawakan. Tanpa adegan itu pun sebenarnya film ini sudah kuat dari sisi cerita.

Gaya khas Iqbal dalam menuturkan narasi membuat film ini terasa panjang dan lama, tapi secara keseluruhan film ini sangat menghibur.

 

Quote favorit:

"Cinta itu bukan untuk ditunggu tapi untuk dikejar," Ayah Bara pada Bara.

"Buat apa punya pacar tapi masih sering bohong. Buat apa kita pacaran kalau nggak jujur. Buat apa punya pacar tapi masih sering ngerasa sendirian," Bara dengan Diandra.

"Cewek sempurna cuma ada di novel teenage yang aku baca. Di dunia nyata nggak pernah ada cewek sempurna,"
Velin pada Bara.
(kpl/uji/dka)


KOMENTAR

Lihat Arsip Film Indonesia

- - -