Foto profil Erwin Arnada


Erwin Arnada Segera Bebas!

Jumat, 24 Juni 2011 11:10
Tidak lama lagi mantan Pemimpin Redaksi majalah Playboy Indonesia, Erwin Arnada, bakal bisa bernapas lega. Pasalnya, Mahkamah Agung (MA) membatalkan keputusan mereka pada tahun 2009 silam, setelah dikabulkannya Peninjauan Kembali.

Kasus Majalah Playboy Gunakan 'Amicus Curiae'

Rabu, 13 Oktober 2010 15:22
Terkait masalah yang dihadapi Erwin Arnada, Todung Mulya Lubis selaku kuasa hukumnya berencana akan menerbitkan Amicus Curiae yang nantinya ditandatangani Lembaga Bantuan Hukum Pers, kalangan profesional dan pekerja pers untuk membantu membebaskan kliennya yang merupakan Pemred Majalah Playboy Indonesia.

Todung: Tak Ada Foto Bugil di Playboy Indonesia

Selasa, 12 Oktober 2010 14:24
Kuasa hukum Erwin Arnada, Todung Mulya Lubis mengaku heran dengan keputusan Mahkamah Agung yang tetap menghukum kliennya dalam kasus majalah Playboy Indonesia. Menurutnya, format majalah itu berbeda dengan majalah versi luar negerinya.

Ketua Dewan Pers dan Playboy Internasional Diajukan Jadi Saksi

Selasa, 12 Oktober 2010 13:21
Melalui kuasa hukumnya, Todung Mulya Lubis, mantan Pimred majalah Playboy Indonesia, Erwin Arnada mengatakan telah menyiapkan beberapa amunisi untuk persidangan PK yang telah didaftarkannya hari ini ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Erwin Arnada Resmi Ajukan PK

Selasa, 12 Oktober 2010 13:13
Mantan pemimpin redaksi majalah Playboy Indonesia, Erwin Arnada resmi mengajukan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung. Pendaftaran pun telah dilakukan kuasa hukumnya Todung Mulya Lubis ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/10) siang.

Selasa, Erwin Arnada Serahkan Memori PK

Senin, 11 Oktober 2010 12:57
Pemimpin Redaksi Majalah Playboy Indonesia, Erwin Arnada yang ditahan sejak Sabtu (09/10) di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta Timur, melalui pengacaranya dijadwalkan akan menyerahkan memori Peninjauan Kembali (PK), Selasa (12/10) besok.

Todung: Erwin Harus Diadili Dengan UU Pers

Senin, 11 Oktober 2010 11:40
Pengacara Erwin Arnada, Todung Mulya Lubis mengkritisi UU yang digunakan untuk menjerat Erwin seharusnya berpatokan pada Undang-undang Pers. Pengacara kelahiran Muara Botung, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara 4 Juli 1949 ini menilai hakim telah khilaf karena mengadili Erwin dengan undang-undang pidana pornografi padahal seharusnya Erwin diadili dengan undang-undang pers.

Media Asing Pun Soroti Kasus Erwin Armada

Senin, 11 Oktober 2010 11:20
Kasus penangkapan Erwin Arnada sang bos majalah Playboy Indonesia tampaknya bukan hanya 'diminati' oleh mereka yang tinggal di Indonesia, tapi juga di luar negeri. Buktinya, salah satu media AS, Digital Journal, mengangkat hal ini sebagai berita mereka. Bagaimana ya tanggapan media di 'negara asal' Playboy ini?

Todung: Erwin Diperlakukan Layaknya Teroris

Senin, 11 Oktober 2010 11:15
Pengacara Erwin Arnada, Todung Mulya Lubis menilai menilai sikap polisi terlalu berlebihan terhadap kliennya mulai dari penangkapan hingga pengamanan saat penjemputan di Bandara, Sabtu (09/10).

Erwin Arnada Serahkan Diri Secara Sukarela

Sabtu, 09 Oktober 2010 18:59
Usai dijemput paksa pada Minggu sore (09/10) di Bandara Soekarno Hatta, sekitar pukul 15.00, akhirnya Erwin Arnada tiba di Kejari, Jaksel sekitar pukul 15.45. Erwin turun dari mobil dinas kejaksaan dengan pengawalan ketat petugas polisi.

Erwin Arnada Dijemput Paksa!

Sabtu, 09 Oktober 2010 18:15
Erwin Arnada, pimpinan redaksi majalah Playboy Indonesia yang divonis hukuman 2 tahun penjara, akhirnya dijemput paksa pada Minggu sore (09/10) ini di Bandara Soekarno Hatta, sekitar pukul 15.00. Hal ini dikarenakan, Erwin dianggap tidak kooperatif dan beberapa kali tidak hadir dalam panggilan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

FPI: Segera Tangkap Erwin!

Jumat, 08 Oktober 2010 18:45
Organisasi Islam garis keras Front Pembela Islam (FPI) sangat menyayangkan sikap yang ditunjukkan oleh mantan Pemimpin Redaksi Majalah Playboy Indonesia, Erwin Arnada, yang tak kunjung menyerahkan diri ke Kejaksaan. Seharusnya, Erwin dieksekusi selama 2 tahun terhadap vonis yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung.

Erwin Arnada: Saya Hadapi Dengan Jiwa Besar

Jumat, 08 Oktober 2010 13:16
Terhukum kasus pornografi Erwin Arnada mengaku telah menandatangani memori Peninjauan Kembali (PK) yang akan diajukan ke Mahkamah Agung (MA) dalam waktu dekat. Tepatnya tadi malam, Kamis (07/10), tanda tangan bos Playboy Indonesia itu dibubuhkan, dan menyerahkan pada Todung Mulya Lubis, selaku pengacaranya.

Enam Jam Lalu Erwin Arnada Replay Twitter

Jumat, 08 Oktober 2010 10:39
Hingga kini status keberadaan Pemimpin Redaksi Majalah Playboy Indonesia, Erwin Arnada masih belum diketahui. Kejaksaan pun telah meminta aparatnya untuk melakukan perburuan terhadap pria terhukum dua tahun itu dalam kasus pornografi itu.

Kejaksaan di Daerah Diminta Tangkap Erwin Arnada

Jumat, 08 Oktober 2010 10:11
Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, menyatakan terus memburu Pemimpin Redaksi Majalah Playboy, Erwin Arnada, yang sampai sekarang belum menyerahkan diri.

Kejari Lakukan Upaya Paksa Pada Erwin Arnada

Jumat, 08 Oktober 2010 09:24
Setelah sekian waktu ditunggu, Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (7/10) mengungkapkan akan melakukan upaya paksa terhadap Pemimpin Redaksi Majalah Playboy, Erwin Arnada yang sampai sekarang belum memenuhi panggilan kejaksaan.

Erwin Arnada Terancam Berstatus Buron!

Kamis, 07 Oktober 2010 23:07
Mantan bos Majalah Playboy Indonesia, Erwin Arnada, akan dinyatakan buron jika mempersulit dan tak juga berhasil ditangkap. Apalagi, keberadaan Erwin memang masih simpang siur.

Pihak Kejaksaan Akan Jemput Paksa Erwin Arnada

Kamis, 07 Oktober 2010 21:05
Bos majalah Playboy Indonesia, Erwin Arnada, bakalan tak bisa tidur dengan tenang. Pasalnya, karena tak juga menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, dirinya pun dinyatakan kabur oleh pihak Kejaksaan dan akan dilakukan pengejaran atau penangkapan secara paksa.

Pimpinan Playboy Indonesia Hari Ini Dieksekusi

Kamis, 07 Oktober 2010 09:02
Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, akan mengeksekusi Pemimpin Redaksi Majalah Playboy Indonesia, Erwin Arnada, hari ini, Kamis (07/10).

Kejari Ancam Eksekusi Bos Playboy Indonesia

Selasa, 07 September 2010 08:34
Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan mengancam akan mengeksekusi paksa pemimpin redaksi Majalah Playboy Indonesia, Erwin Arnada jika tetap tidak memenuhi panggilan kejaksaan.

Mafia Hukum di Kasus Playboy? Andhara Early 'No Comment'

Minggu, 29 Agustus 2010 10:01
Mahkamah Agung (MA) menyatakan Pemimpin Redaksi (Pemred) Majalah Playboy Indonesia Erwin Arnada dinyatakan bersalah dan melanggar Pasal 282 KUHP terkait kesusilaan. Majelis kasasi MA pun menjatuhkan vonis dua tahun penjara. Padahal, dalam vonis yang dikeluarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Erwin sempat dinyatakan bebas.

Andhara Early Prihatin Vonis Erwin Arnada

Minggu, 29 Agustus 2010 08:31
Mantan model majalah Playboy Indonesia, Andhara Early mengaku prihatin dengan vonis yang dikenakan kepada Erwin Arnada. Seperti diketahui, Early adalah model yang berpakaian lingerie dalam majalah Playboy Indonesia edisi perdana dan membuat Erwin dilaporkan oleh Front Pembela Islam (FPI).

AJI Minta FPI Tak 'Teror' Erwin Arnada

Jumat, 27 Agustus 2010 17:01
Aliansi Jurnalis Independen Indonesia (AJI) meminta Front Pembela Islam (FPI) untuk menghentikan teror terhadap pers, salah satunya dalam memburu mantan pimpinan redaksi Majalah Playboy Indonesia Erwin Arnada.

Erwin Arnada: Saya Tidak Buron

Kamis, 26 Agustus 2010 15:05
Pimpinan redaksi majalah Playboy Indonesia, Erwin Arnada banyak menerima support atas pemberitaan rencana Kejaksaan yang akan mengeksekusi dirinya. Namun pihaknya menegaskan, siap bertangung jawab dan tidak akan melarikan diri.

Kejari Segera Eksekusi Pemred Playboy Indonesia

Kamis, 26 Agustus 2010 08:41
Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan segera melakukan eksekusi Pemimpin Redaksi Majalah Playboy Indonesia, Erwin Arnada, setelah Mahkamah Agung mengabulkan permohonan kasasi penuntut umum.