Apa Arti Backburner: Memahami Istilah yang Viral di Kalangan Gen Z
apa arti backburner
Kapanlagi.com - Istilah "backburner" telah menjadi perbincangan hangat di media sosial, terutama setelah dipopulerkan oleh lagu NIKI yang berjudul sama. Kata ini menggambarkan situasi yang sangat relatable bagi banyak orang dalam hubungan modern.
Secara harfiah, apa arti backburner merujuk pada bagian belakang kompor yang digunakan untuk menjaga makanan tetap hangat tanpa menjadi fokus utama. Dalam konteks hubungan, istilah ini menggambarkan seseorang yang selalu ada namun tidak pernah menjadi prioritas utama.
Fenomena backburner semakin relevan di era digital ini, di mana teknologi memudahkan seseorang mempertahankan berbagai hubungan sekaligus tanpa komitmen yang jelas. Mari kita pahami lebih dalam mengenai konsep yang viral ini.
Advertisement
1. Pengertian dan Asal Usul Istilah Backburner
Menurut Cambridge Dictionary, idiom "on the back burner" berarti sesuatu yang tidak sedang ditangani saat ini karena dianggap tidak penting atau tidak mendesak. Konsep ini berasal dari dunia kuliner, di mana bagian belakang kompor digunakan untuk menjaga makanan tetap hangat tanpa perhatian aktif, sementara bagian depan digunakan untuk memasak makanan utama.
Dalam konteks hubungan interpersonal, backburner mengacu pada seseorang yang tetap dipertahankan dalam lingkaran sosial atau emosional sebagai cadangan, namun tidak pernah benar-benar menjadi prioritas utama. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Computers in Human Behavior oleh Jayson L. Dibble dan Michelle Drouin menjelaskan bahwa hubungan backburner terjadi ketika seseorang tetap berkomunikasi dengan individu lain di luar hubungan utama mereka untuk menjaga kemungkinan hubungan romantis di masa depan.
Istilah ini semakin populer berkat lagu "Backburner" dari NIKI yang dirilis pada 12 Agustus 2022. Lagu tersebut mengangkat tema perasaan seseorang yang terus berharap kepada orang yang tak pernah memilihnya sebagai prioritas utama, membuat banyak orang menyadari bahwa mereka pernah berada dalam posisi serupa.
2. Ciri-Ciri Hubungan Backburner
- Komunikasi Tidak Konsisten
Seseorang yang menjadikan Anda backburner hanya akan menghubungi ketika mereka membutuhkan perhatian, sedang bosan, atau tidak memiliki pilihan lain. Pola komunikasi ini tidak teratur dan cenderung sepihak. - Tidak Pernah Menjadi Prioritas
Anda jarang atau bahkan tidak pernah menjadi pilihan pertama dalam kehidupan mereka. Rencana bersama sering dibatalkan atau ditunda tanpa alasan yang jelas, dan Anda selalu menjadi opsi terakhir. - Memberikan Harapan Tanpa Kepastian
Mereka sering memberikan sinyal positif dan harapan palsu, namun tidak pernah benar-benar melangkah lebih jauh untuk membangun hubungan yang serius dan berkomitmen. - Status Hubungan Tidak Jelas
Hubungan yang Anda jalani tidak memiliki label atau definisi yang jelas. Anda merasa lebih dari sekadar teman, namun tidak pernah menjadi pasangan resmi. - Tidak Diperkenalkan ke Lingkaran Sosial
Anda tidak pernah diperkenalkan kepada teman-teman atau keluarga mereka, seolah-olah keberadaan Anda harus dirahasiakan atau tidak cukup penting untuk diketahui orang lain.
Melansir dari Touch Community Services, tanda-tanda ini sering kali tidak disadari oleh pihak yang menjadi backburner karena mereka masih mendapat perhatian, meskipun tidak konsisten dan tidak memadai.
3. Dampak Psikologis Backburner Relationship
Berada dalam posisi backburner dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan mental dan emosional seseorang. Dampak-dampak tersebut meliputi penurunan harga diri, ketidakpastian emosional, dan kesulitan dalam membangun hubungan yang sehat di masa depan.
Seseorang yang menjadi backburner sering kali mempertanyakan nilai dirinya sendiri. Mereka mungkin terus bertanya-tanya apa yang kurang dalam diri mereka sehingga tidak layak menjadi prioritas utama. Kondisi ini dapat memicu stres berkepanjangan dan bahkan trauma yang mempengaruhi kemampuan mereka menjalin hubungan langgeng di kemudian hari.
Dari perspektif psikologi, fenomena ini berkaitan dengan konsep yang dijelaskan dalam penelitian tentang kelelahan emosional. Seperti yang dikemukakan oleh Freudenberger (1974) dalam Kelelahan Kerja (Burnout) Teori, Perilaku Organisasi, Psikologi, Aplikasi dan Penelitian, kelelahan emosional adalah respons individual yang unik terhadap stres yang dialami di luar kelaziman pada hubungan interpersonal karena dorongan emosional yang kuat.
Selain itu, menjadi backburner juga menutup kesempatan untuk bertemu dengan orang yang lebih baik dan menghargai. Seseorang yang menjadikan Anda backburner akan selalu berusaha menahan Anda di sisinya, sehingga sulit bagi Anda untuk mengatasi patah hati dan membuka hati bagi orang lain yang mungkin lebih layak.
4. Faktor Penyebab Munculnya Backburner Relationship
Fenomena backburner relationship tidak muncul begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial dan teknologi modern. Generasi Z, yang tumbuh dalam era digital, memiliki akses mudah ke berbagai platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan aplikasi kencan yang memungkinkan mereka mempertahankan banyak hubungan sekaligus tanpa komitmen penuh.
Teknologi komunikasi modern memfasilitasi terciptanya hubungan backburner melalui pesan singkat dan media sosial. Seseorang dapat dengan mudah menjaga komunikasi minimal dengan berbagai orang tanpa harus bertemu langsung atau memberikan komitmen yang jelas. Hal ini menciptakan ilusi kedekatan tanpa tanggung jawab emosional yang sebenarnya.
Faktor lain yang mempengaruhi adalah kecenderungan generasi muda untuk menghindari komitmen jangka panjang. Mereka cenderung lebih fleksibel dalam menjalani hidup, termasuk dalam hubungan romantis. Dengan memelihara beberapa opsi dalam kehidupan mereka, mereka merasa memiliki kendali dan bisa membuat keputusan yang paling sesuai di kemudian hari.
Budaya "fear of missing out" (FOMO) juga berkontribusi terhadap fenomena ini. Seseorang mungkin tidak ingin melepaskan berbagai pilihan yang ada karena takut kehilangan kesempatan yang lebih baik di masa depan. Akibatnya, mereka mempertahankan beberapa hubungan backburner sebagai jaring pengaman emosional.
5. Cara Mengatasi dan Keluar dari Backburner Relationship
Menyadari bahwa Anda berada dalam posisi backburner adalah langkah pertama untuk keluar dari situasi yang merugikan ini. Penting untuk mengambil tindakan tegas demi kesehatan mental dan emosional Anda sendiri.
Langkah pertama adalah melakukan komunikasi yang jujur dan terbuka. Jelaskan secara tegas tentang hubungan seperti apa yang Anda inginkan dan harapkan. Berikan tenggat waktu yang jelas kapan mereka harus membuat keputusan untuk memilih Anda atau pasangan utama mereka. Jika mereka tidak dapat memberikan kepastian, itu adalah tanda bahwa Anda harus melangkah maju.
Kurangi secara perlahan perhatian dan investasi emosional yang Anda berikan pada mereka. Batasi interaksi di media sosial dengan mengurangi likes, komentar, dan respons terhadap konten mereka. Hal ini akan membantu Anda menciptakan jarak emosional yang diperlukan untuk proses penyembuhan.
Fokuskan energi Anda untuk membangun hubungan dengan orang-orang yang menghargai dan memprioritaskan Anda. Buka diri terhadap kemungkinan bertemu dengan seseorang yang benar-benar serius dan berkomitmen dalam menjalin hubungan. Ingatlah bahwa Anda layak mendapatkan cinta dan perhatian penuh, bukan sekadar menjadi pilihan cadangan.
Jika diperlukan, pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional seperti konselor atau psikolog untuk membantu Anda mengatasi trauma dan membangun kembali kepercayaan diri. Proses healing dari backburner relationship membutuhkan waktu dan dukungan yang tepat.
6. FAQ (Frequently Asked Questions)
Apa arti backburner dalam bahasa Indonesia?
Backburner dalam bahasa Indonesia berarti "cadangan" atau "pilihan kedua". Istilah ini menggambarkan seseorang yang tidak menjadi prioritas utama dalam hubungan, namun tetap dipertahankan sebagai opsi cadangan untuk kemungkinan di masa depan.
Apakah backburner relationship sama dengan perselingkuhan?
Backburner relationship memiliki kesamaan dengan perselingkuhan karena melibatkan pihak ketiga dalam hubungan. Namun, perbedaannya terletak pada intensitas dan tujuan hubungan tersebut. Backburner lebih fokus pada mempertahankan opsi cadangan daripada menjalin hubungan fisik atau emosional yang intens.
Bagaimana cara mengetahui jika saya menjadi backburner seseorang?
Tanda-tanda Anda menjadi backburner antara lain: komunikasi yang tidak konsisten, tidak pernah diajak membicarakan masa depan, tidak diperkenalkan ke lingkaran sosial mereka, dan sering merasa diabaikan pada momen-momen penting. Status hubungan yang tidak jelas juga menjadi indikator kuat.
Mengapa istilah backburner menjadi viral di media sosial?
Istilah backburner menjadi viral berkat lagu "Backburner" dari NIKI yang sangat relatable dengan pengalaman banyak orang, terutama Gen Z. Lirik lagu tersebut menggambarkan perasaan seseorang yang menyadari dirinya hanya menjadi pilihan kedua, yang resonan dengan pengalaman hubungan modern.
Apakah mungkin mengubah status dari backburner menjadi prioritas utama?
Meskipun secara teoritis mungkin, dalam praktiknya sangat jarang terjadi. Seseorang yang sudah menempatkan Anda sebagai backburner biasanya sudah memiliki pola pikir dan prioritas yang sulit diubah. Lebih baik fokus mencari hubungan baru yang menghargai Anda sejak awal.
Apa dampak jangka panjang dari menjadi backburner?
Dampak jangka panjang meliputi penurunan harga diri, kesulitan mempercayai orang lain dalam hubungan, trauma emosional, dan kecenderungan untuk menerima perlakuan yang kurang baik dalam hubungan selanjutnya. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan membangun hubungan yang sehat di masa depan.
Bagaimana cara mencegah agar tidak terjebak dalam backburner relationship?
Cara mencegahnya adalah dengan menetapkan standar dan batasan yang jelas sejak awal hubungan, berkomunikasi secara terbuka tentang ekspektasi, tidak takut untuk menanyakan status hubungan, dan memiliki kepercayaan diri untuk meninggalkan hubungan yang tidak memberikan kepastian atau menghargai Anda dengan layak.
(kpl/fds)
Advertisement