Arti 911: Memahami Makna Nomor Darurat yang Mendunia
arti 911
Kapanlagi.com - Angka 911 telah menjadi simbol universal untuk panggilan darurat yang dikenal di seluruh dunia. Arti 911 secara fundamental merujuk pada nomor telepon darurat yang digunakan untuk menghubungi layanan kepolisian, pemadam kebakaran, dan ambulans.
Sistem 911 pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat pada tahun 1968 dan kini telah diadopsi oleh berbagai negara. Nomor ini dipilih karena mudah diingat dan dapat diakses dengan cepat dalam situasi darurat yang mengancam jiwa.
Dalam perkembangan modern, arti 911 juga telah meluas ke dalam bahasa gaul dan media sosial dengan makna yang beragam. Melansir dari Dictionary.com, 911 didefinisikan sebagai nomor telepon yang digunakan untuk mencapai layanan medis darurat, pemadam kebakaran, dan kepolisian di Amerika Serikat dan Kanada.
Advertisement
1. Pengertian dan Definisi 911
911 merupakan nomor telepon darurat yang dirancang khusus untuk memberikan akses cepat kepada layanan darurat. Sistem ini dikembangkan oleh AT&T bekerja sama dengan Federal Communications Commission (FCC) pada tahun 1967 untuk menciptakan nomor darurat universal yang mudah diingat dan diakses.
Pemilihan angka 911 bukanlah keputusan sembarangan. Menurut HowStuffWorks, terdapat tiga alasan utama mengapa 911 dipilih: pertama, nomor ini pendek dan mudah ditekan pada telepon putar; kedua, angka 9 belum pernah digunakan sebagai kode ekstensi; ketiga, AT&T telah mengembangkan sistem serupa seperti 411, sehingga infrastruktur dasar sudah tersedia.
Panggilan 911 pertama dalam sejarah dilakukan pada 16 Februari 1968 di Haleyville, Alabama, oleh Senator Alabama Rankin Fite. Panggilan tersebut bukan untuk keadaan darurat sesungguhnya, melainkan sebagai demonstrasi sistem baru yang revolusioner ini.
Sistem 911 tidak bersifat nasional secara teknis, melainkan terdiri dari lebih dari 5.700 Public Safety Answering Points (PSAPs) primer dan sekunder di seluruh Amerika Serikat. Setiap PSAP menangani panggilan dari wilayah yang telah ditentukan dan terhubung dengan sistem lokalnya masing-masing.
2. Sejarah dan Perkembangan Sistem 911
- Era Pra-911 (Sebelum 1968)
Sebelum sistem 911 diperkenalkan, masyarakat harus menghafal nomor telepon kantor polisi atau pemadam kebakaran terdekat. Sistem ini sangat tidak efisien karena nomor darurat seringkali sama dengan nomor non-darurat, sehingga sering terjadi nada sibuk saat dibutuhkan.
- Pengembangan Awal (1967-1968)
Federal Communications Commission bertemu dengan AT&T untuk menetapkan nomor darurat universal. Mereka membutuhkan nomor yang pendek, mudah diingat, dan unik. Angka 911 dipilih karena belum pernah digunakan untuk kode kantor, kode area, atau kode layanan.
- Implementasi Pertama (1968)
Panggilan 911 pertama dilakukan di Haleyville, Alabama, diikuti oleh Nome, Alaska seminggu kemudian. Kongres AS kemudian mendukung 911 sebagai standar nomor darurat nasional dan mengeluarkan undang-undang yang menjadikan 911 sebagai nomor eksklusif untuk layanan panggilan darurat.
- Ekspansi Nasional (1970-1990an)
Pada tahun 1979, sekitar 26 persen populasi AS memiliki layanan 911. Pertumbuhan sistem mencapai 70 sistem lokal baru per tahun. Pada 1987, sekitar 50 persen populasi AS telah terlayani sistem 911, dan pada 1999 mencapai 95 persen.
- Era Modern (2000-sekarang)
Saat ini, 99 persen populasi AS dapat mengakses layanan 911. Sistem telah berkembang untuk mengakomodasi teknologi mobile dan sedang bertransisi ke Next Generation 911 yang berbasis IP, memungkinkan operator menerima suara, foto, video, dan pesan teks.
Mengutip dari National Emergency Number Association (NENA), pada tahun 2017 terdapat sekitar 240 juta panggilan ke 911, yang berarti rata-rata lebih dari 600.000 panggilan per hari di seluruh Amerika Serikat.
3. Fungsi dan Kegunaan 911 dalam Kehidupan Sehari-hari
Sistem 911 berfungsi sebagai gerbang utama untuk mengakses layanan darurat dalam berbagai situasi kritis. Layanan ini menghubungkan penelepon dengan dispatcher terlatih yang dapat mengirimkan bantuan yang tepat sesuai dengan jenis keadaan darurat yang dihadapi.
Dalam praktiknya, 911 menangani berbagai jenis keadaan darurat termasuk kecelakaan lalu lintas, kebakaran, kejahatan, keadaan medis darurat, dan bencana alam. Operator 911 dilatih untuk menilai situasi dengan cepat dan mengirimkan responden yang sesuai, baik itu polisi, pemadam kebakaran, atau layanan medis darurat.
Teknologi modern telah meningkatkan efektivitas sistem 911 secara signifikan. Lebih dari 80 persen panggilan 911 kini berasal dari perangkat mobile, dan sistem telah dikembangkan untuk dapat melacak lokasi penelepon secara otomatis. Hal ini memungkinkan respons yang lebih cepat dan akurat, terutama dalam situasi di mana penelepon tidak dapat memberikan informasi lokasi yang jelas.
Namun, tidak semua panggilan 911 merupakan keadaan darurat sesungguhnya. Banyak panggilan yang masuk untuk masalah non-darurat seperti toilet yang meluap, baterai detektor asap yang mati, atau anjing yang menggonggong. Dalam beberapa kasus, penyalahgunaan sistem 911 dapat dikenakan sanksi hukum, seperti kasus di Ohio tahun 2015 di mana seorang wanita didakwa karena menelepon 911 untuk mengeluh tentang makanan Cina yang buruk.
4. 911 dalam Konteks Indonesia dan Sistem Darurat Lokal
Indonesia telah mengadopsi konsep nomor darurat universal dengan menerapkan sistem 112 sebagai nomor panggilan darurat nasional. Sistem ini mengikuti standar internasional dan berfungsi serupa dengan 911 di Amerika Serikat, menyediakan akses terpadu ke berbagai layanan darurat.
Selain nomor 112, Indonesia juga memiliki berbagai nomor darurat spesifik untuk layanan tertentu. Nomor-nomor ini mencakup 110 untuk kepolisian, 113 untuk pemadam kebakaran, 118 untuk ambulans, dan 115 untuk Basarnas (Badan SAR Nasional). Sistem ini dirancang untuk memberikan akses cepat ke layanan darurat yang tepat sesuai dengan jenis keadaan darurat yang dihadapi.
Dalam konteks transportasi, khususnya di jalan tol, terdapat nomor-nomor darurat khusus seperti 158 untuk PUPR, 117 untuk BNPB, 135 untuk BBM Pertamina, dan 151 untuk Kemenhub. Nomor-nomor ini sangat penting diketahui, terutama selama musim mudik atau perjalanan jarak jauh.
Perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia juga telah meningkatkan efektivitas sistem darurat. Media sosial dan aplikasi mobile kini digunakan untuk menyebarkan informasi darurat dan mengkoordinasikan respons bencana. Platform seperti Facebook memiliki fitur Crisis Response yang memungkinkan pengguna untuk menandai keamanan mereka selama bencana, seperti yang terjadi saat gempa Nepal 2015.
5. Makna 911 dalam Bahasa Gaul dan Media Sosial
Dalam era digital dan media sosial, makna 911 telah berkembang melampaui definisi aslinya sebagai nomor darurat. Istilah ini kini digunakan dalam bahasa gaul dengan berbagai konotasi, terutama di kalangan anak muda Indonesia dan pengguna media sosial global.
Berdasarkan tren yang viral di TikTok dan platform media sosial lainnya, 911 dalam bahasa gaul memiliki beberapa interpretasi. Pertama, 911 digunakan untuk menggambarkan seseorang yang dapat diandalkan dalam situasi darurat emosional atau personal. Dalam konteks percintaan, seseorang mungkin menyebut pasangannya sebagai "911" mereka, yang berarti orang tersebut adalah tempat berlindung saat menghadapi masalah.
Penggunaan kedua dari 911 dalam bahasa gaul adalah untuk menggambarkan situasi darurat dalam hubungan percintaan. Misalnya, ketika seseorang mengalami putus cinta atau patah hati, kondisi tersebut bisa disebut sebagai "911". Demikian pula ketika hubungan sedang mengalami masalah besar yang menimbulkan pertengkaran, situasi tersebut juga bisa dikategorikan sebagai "911".
Evolusi makna ini menunjukkan bagaimana bahasa dan budaya populer dapat mengadaptasi simbol-simbol yang sudah mapan untuk konteks baru. Istilah 911 dalam bahasa gaul tidak hanya terbatas pada hubungan romantis, tetapi juga dapat merujuk pada sahabat, keluarga, idola, atau bahkan keyakinan spiritual sebagai sumber dukungan dalam masa sulit.
6. Teknologi dan Inovasi dalam Sistem 911 Modern
Perkembangan teknologi telah merevolusi cara kerja sistem 911 modern. Next Generation 911 (NG911) merupakan evolusi terbaru yang menggunakan teknologi berbasis IP untuk meningkatkan kemampuan sistem dalam menangani berbagai jenis komunikasi darurat.
Sistem NG911 memungkinkan operator untuk menerima tidak hanya panggilan suara, tetapi juga pesan teks, foto, dan video dari penelepon. Kemampuan ini sangat penting dalam situasi di mana penelepon tidak dapat berbicara, seperti dalam kasus penculikan atau situasi berbahaya lainnya di mana suara dapat membahayakan keselamatan penelepon.
Teknologi kecerdasan buatan (AI) juga mulai diintegrasikan dalam sistem manajemen darurat. AI dapat membantu dalam memprediksi bencana, menganalisis pola panggilan darurat, dan meningkatkan waktu respons. Contohnya, setelah gempa Tohoku 2011 di Jepang, AI digunakan untuk mengidentifikasi kerusakan akibat tsunami dengan tingkat akurasi 94 persen.
Integrasi dengan media sosial juga menjadi aspek penting dalam sistem darurat modern. Platform seperti Twitter dan Facebook kini digunakan oleh lembaga darurat untuk menyebarkan informasi, mengkoordinasikan bantuan, dan memantau situasi darurat secara real-time. Hashtag khusus seperti #ChennaiRainsHelp selama banjir Chennai 2015 membantu mengorganisir upaya bantuan dan penyelamatan.
7. FAQ (Frequently Asked Questions)
Apa arti 911 secara umum?
911 adalah nomor telepon darurat universal yang digunakan untuk menghubungi layanan kepolisian, pemadam kebakaran, dan ambulans. Nomor ini pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat pada tahun 1968 dan kini telah diadopsi oleh berbagai negara sebagai standar panggilan darurat.
Mengapa angka 911 dipilih sebagai nomor darurat?
Angka 911 dipilih karena tiga alasan utama: mudah diingat dan cepat ditekan pada telepon putar, angka 9 belum pernah digunakan sebagai kode ekstensi, dan AT&T sudah memiliki infrastruktur serupa untuk nomor seperti 411 sehingga implementasinya lebih mudah.
Apakah 911 bisa digunakan dari ponsel tanpa pulsa?
Ya, semua ponsel dapat menelepon 911 selama baterai tidak mati dan berada dalam jangkauan sinyal operator seluler mana pun. Tidak diperlukan paket layanan atau biaya untuk melakukan panggilan darurat 911.
Apa yang terjadi jika menelepon 911 lalu menutup telepon?
Ketika seseorang menelepon 911 dan menutup telepon, operator wajib menelepon balik. Jika tidak dapat dihubungi, polisi akan dikirim ke lokasi penelepon untuk memastikan keamanan dan mengetahui apakah benar-benar terjadi keadaan darurat.
Apa arti 911 dalam bahasa gaul?
Dalam bahasa gaul modern, terutama di media sosial, 911 dapat berarti seseorang yang dapat diandalkan dalam situasi darurat emosional, atau menggambarkan kondisi darurat dalam hubungan percintaan seperti putus cinta atau masalah besar dalam hubungan.
Berapa banyak panggilan 911 yang diterima setiap hari?
Di Amerika Serikat, rata-rata lebih dari 600.000 panggilan 911 diterima setiap hari, atau sekitar 240 juta panggilan per tahun. Namun, tidak semua panggilan ini merupakan keadaan darurat sesungguhnya.
Apakah Indonesia memiliki sistem serupa dengan 911?
Ya, Indonesia memiliki nomor darurat 112 sebagai nomor panggilan darurat nasional yang berfungsi serupa dengan 911. Selain itu, terdapat nomor darurat spesifik seperti 110 untuk polisi, 113 untuk pemadam kebakaran, dan 118 untuk ambulans.
(kpl/fds)
Advertisement