Cara Memasak Ayam Pop: Panduan Lengkap Membuat Hidangan Khas Minang
cara memasak ayam pop
Kapanlagi.com - Ayam pop merupakan salah satu hidangan khas Minang yang populer di rumah makan Padang. Berbeda dengan masakan Padang lainnya yang berwarna merah atau kuning dengan bumbu berlimpah, ayam pop memiliki tampilan pucat putih namun menyimpan cita rasa gurih yang istimewa.
Keunikan ayam pop terletak pada proses memasaknya yang menggunakan air kelapa dan bumbu minimalis. Hidangan ini pertama kali diperkenalkan oleh Rumah Makan Family Benteng di Bukittinggi, Sumatera Barat, dan kini menjadi menu favorit di berbagai restoran Minang.
Cara memasak ayam pop sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan meskipun membutuhkan waktu cukup lama. Dengan mengikuti langkah-langkah yang tepat, Anda dapat menghasilkan ayam pop yang empuk dengan rasa gurih legit khas air kelapa yang sempurna untuk disantap bersama sambal dan nasi hangat.
Advertisement
1. Pengertian dan Karakteristik Ayam Pop
Ayam pop adalah hidangan ayam khas Minangkabau yang dimasak dengan teknik perebusan menggunakan air kelapa dan bumbu rempah sederhana. Nama "pop" sendiri berasal dari bahasa Belanda "poppen" yang berarti boneka, merujuk pada warna ayam yang pucat putih seperti boneka porselen setelah dimasak.
Karakteristik utama ayam pop terletak pada warnanya yang putih pucat, berbeda dengan ayam goreng pada umumnya yang berwarna kecokelatan. Tekstur dagingnya empuk dan lembut dengan cita rasa gurih manis yang khas. Rasa gurih ini berasal dari air kelapa yang meresap sempurna ke dalam daging ayam selama proses perebusan yang cukup lama.
Proses memasak ayam pop memerlukan kesabaran karena ayam harus direbus hingga empuk dan bumbu meresap sempurna. Setelah direbus, ayam digoreng sebentar dengan api sedang agar bagian luarnya sedikit kering namun tidak sampai berwarna kecokelatan. Teknik penggorengan yang singkat ini menjadi kunci agar ayam tetap mempertahankan warna putihnya yang khas.
Ayam pop biasanya disajikan dengan sambal lado tanak (sambal kukus) yang berwarna merah oranye dan lalap daun singkong rebus. Kombinasi ayam yang gurih dengan sambal yang pedas asam menciptakan harmoni rasa yang sempurna. Hidangan ini sangat cocok dinikmati dengan nasi putih hangat sebagai menu makan siang atau makan malam.
2. Bahan-Bahan untuk Memasak Ayam Pop
Untuk membuat ayam pop yang lezat, Anda memerlukan bahan-bahan berkualitas dengan komposisi yang tepat. Pemilihan jenis ayam sangat menentukan hasil akhir masakan ini.
Bahan Utama
- Ayam kampung atau ayam pejantan (1 ekor) - Pilih ayam muda dengan berat sekitar 800 gram hingga 1 kilogram. Ayam kampung memberikan tekstur daging yang lebih kenyal, sedangkan ayam pejantan memiliki daging yang lebih empuk. Potong ayam menjadi 4 bagian atau sesuai selera.
- Air kelapa (750 ml - 1 liter) - Air kelapa menjadi kunci kelezatan ayam pop karena memberikan rasa gurih legit yang khas. Gunakan air kelapa segar untuk hasil terbaik, bukan air kelapa kemasan yang sudah mengandung gula tambahan.
- Jeruk nipis (1-2 buah) - Digunakan untuk melumuri ayam sebelum dimasak agar menghilangkan bau amis dan memberikan aroma segar pada daging.
- Minyak goreng secukupnya - Untuk menggoreng ayam setelah direbus. Gunakan minyak kelapa untuk hasil yang lebih autentik.
Bumbu Halus
- Bawang putih (5-10 siung) - Memberikan aroma harum dan rasa gurih pada masakan.
- Bawang merah (5-10 butir) - Menambah kedalaman rasa dan aroma pada bumbu.
- Jahe (30 gram atau 2-3 cm) - Memberikan sensasi hangat dan membantu menghilangkan bau amis ayam.
- Kemiri (3 butir) - Membuat kuah lebih kental dan gurih.
- Garam (1-2 sendok makan) - Sebagai penyedap rasa utama.
- Gula pasir (1-2 sendok teh) - Menyeimbangkan rasa dan memberikan sedikit rasa manis.
- Merica bubuk (1 sendok teh) - Memberikan sedikit rasa pedas dan aroma khas.
Rempah Pelengkap
- Serai (1-2 batang) - Geprek bagian putihnya untuk mengeluarkan aroma.
- Daun salam (2-3 lembar) - Memberikan aroma harum khas pada masakan.
- Daun jeruk (3-5 lembar) - Menambah aroma segar dan khas pada ayam.
- Lengkuas (2 cm) - Dipukul atau dimemarkan untuk mengeluarkan aromanya.
3. Langkah-Langkah Cara Memasak Ayam Pop
Proses memasak ayam pop memerlukan beberapa tahapan penting yang harus dilakukan dengan teliti. Setiap langkah memiliki peran penting dalam menghasilkan ayam pop yang sempurna.
Persiapan Ayam
- Membersihkan dan memotong ayam - Cuci bersih ayam di bawah air mengalir. Jika menggunakan ayam kampung, Anda bisa mengupas kulitnya terlebih dahulu untuk mengurangi lemak dan mendapatkan tekstur yang lebih kering. Potong ayam menjadi 4 bagian atau sesuai selera, pastikan potongan tidak terlalu kecil agar tidak hancur saat direbus.
- Melumuri dengan jeruk nipis - Peras jeruk nipis dan lumuri seluruh bagian ayam dengan air perasannya. Tambahkan sedikit garam, kemudian ratakan dengan tangan. Diamkan ayam dalam kulkas selama 30 menit agar jeruk nipis meresap dan menghilangkan bau amis.
- Mempersiapkan bumbu halus - Iris kasar bawang putih, bawang merah, jahe, dan kemiri. Haluskan semua bahan menggunakan blender atau ulek dengan cobek. Tambahkan sedikit minyak goreng saat menghaluskan agar bumbu lebih mudah diproses dan tidak terlalu kering.
Proses Memasak
- Menumis bumbu - Panaskan wajan dengan sedikit minyak. Masukkan serai, daun salam, daun jeruk, dan lengkuas yang sudah dimemarkan. Tumis sebentar hingga harum, kemudian masukkan bumbu halus. Tumis dengan api kecil hingga bumbu matang dan harum, tetapi jangan sampai berwarna kecokelatan. Tambahkan garam, gula pasir, merica bubuk, dan kaldu jamur atau penyedap rasa sesuai selera.
- Merebus ayam dengan air kelapa - Tuang air kelapa ke dalam wajan yang berisi bumbu tumis. Aduk hingga bumbu larut dengan air kelapa. Masukkan potongan ayam yang sudah dilumuri jeruk nipis, pastikan semua bagian ayam terendam dalam kuah. Tutup panci dan masak dengan api besar hingga mendidih.
- Memasak hingga empuk - Setelah mendidih, kecilkan api dan lanjutkan memasak selama 45 menit hingga 1 jam. Sesekali balik ayam agar matang merata dan bumbu meresap sempurna ke seluruh bagian. Ayam dianggap matang ketika dagingnya sudah empuk dan mudah ditusuk dengan garpu, serta kuah sudah menyusut dan mengental.
- Mengangkat dan meniriskan - Setelah ayam matang dan empuk, angkat dari kuah dan tiriskan di wadah terpisah. Biarkan ayam benar-benar kering dari air agar hasil gorengan maksimal. Proses penirisan ini penting agar ayam tidak memercik saat digoreng.
- Menggoreng ayam - Panaskan minyak goreng dengan api sedang, jangan terlalu panas. Goreng ayam sebentar saja, cukup 2-3 menit per sisi atau hingga bagian luar sedikit kering. Jangan menggoreng terlalu lama karena akan membuat ayam berwarna kecokelatan dan teksturnya menjadi kering. Tujuan penggorengan hanya untuk mengeringkan permukaan ayam, bukan untuk membuat ayam menjadi garing.
- Mengangkat dan menyajikan - Angkat ayam dari minyak dan tiriskan. Ayam pop siap disajikan dengan sambal dan pelengkap lainnya.
4. Tips Memilih Jenis Ayam untuk Ayam Pop
Pemilihan jenis ayam sangat mempengaruhi hasil akhir masakan ayam pop. Setiap jenis ayam memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal tekstur, rasa, dan waktu memasak.
- Ayam kampung - Ayam kampung menjadi pilihan tradisional untuk membuat ayam pop. Dagingnya lebih kenyal dengan rasa yang lebih gurih dibandingkan ayam negeri. Kulit ayam kampung berwarna kekuningan dan tidak mudah sobek. Waktu memasak ayam kampung lebih lama, sekitar 1 jam atau lebih, karena tekstur dagingnya yang lebih padat. Harga ayam kampung memang lebih mahal, namun sebanding dengan cita rasa yang dihasilkan.
- Ayam pejantan (ayam joper) - Ayam pejantan merupakan alternatif yang lebih ekonomis dengan hasil yang tetap memuaskan. Tekstur dagingnya lebih empuk dibandingkan ayam kampung karena dipotong pada usia yang lebih muda. Kulit ayam pejantan berwarna lebih putih dan lebih mudah sobek. Waktu memasak lebih singkat, sekitar 45 menit hingga 1 jam. Harga ayam pejantan sekitar setengah dari harga ayam kampung, sehingga lebih terjangkau untuk konsumsi sehari-hari.
- Ayam kampung muda - Pilihan terbaik untuk mendapatkan keseimbangan antara tekstur dan waktu memasak. Ayam kampung muda memiliki daging yang lebih empuk dibandingkan ayam kampung tua, namun tetap mempertahankan cita rasa khas ayam kampung. Pilih ayam dengan berat sekitar 800 gram hingga 1 kilogram untuk hasil optimal.
- Hindari ayam negeri (broiler) - Ayam negeri atau ayam potong biasa kurang cocok untuk ayam pop karena dagingnya terlalu berlemak dan berair. Teksturnya yang terlalu lembek akan membuat ayam mudah hancur saat direbus lama. Selain itu, rasa ayam negeri kurang gurih dibandingkan ayam kampung atau pejantan.
- Pertimbangan pengupasan kulit - Dalam tradisi Minang, ayam pop sering dibuat tanpa kulit untuk mengurangi lemak berlebih dan mendapatkan tekstur yang lebih kering. Namun, jika Anda menyukai tekstur yang lebih lembut dan rasa yang lebih gurih, kulit ayam bisa tetap dipertahankan. Keputusan ini tergantung pada preferensi pribadi.
5. Resep Sambal Pelengkap Ayam Pop
Ayam pop tidak lengkap tanpa sambal lado tanak atau sambal kukus yang menjadi pasangan sempurnanya. Sambal ini memiliki warna merah oranye dengan rasa pedas asam yang menyegarkan.
Bahan Sambal Lado Tanak
- Cabai merah keriting (40-100 gram atau 5-10 buah)
- Tomat merah (2-3 buah, ukuran sedang)
- Bawang merah (5-6 siung)
- Bawang putih (3-4 siung)
- Jeruk nipis (1 buah)
- Santan kental (50-100 ml, opsional)
- Garam (1 sendok teh)
- Gula pasir (1/2 sendok teh)
- Kaldu jamur atau penyedap rasa (1-2 sendok teh)
Cara Membuat Sambal
- Mengukus bahan sambal - Kukus cabai merah, 2 buah tomat, bawang merah, dan bawang putih hingga lunak, sekitar 10-15 menit. Proses pengukusan membuat sambal lebih harum dan tidak terlalu pedas.
- Menghaluskan bumbu - Setelah bahan kukus dingin, haluskan menggunakan blender atau ulek dengan cobek. Jangan terlalu halus, sisakan sedikit tekstur kasar agar sambal lebih nikmat.
- Menumis sambal - Panaskan minyak dalam wajan, tumis bumbu halus dengan api sedang hingga harum dan matang. Tambahkan air perasan jeruk nipis, garam, gula pasir, dan kaldu jamur. Aduk rata.
- Menambahkan santan dan tomat - Tuang santan kental ke dalam sambal (jika menggunakan), aduk hingga mendidih. Masukkan 1 buah tomat yang dipotong-potong, masak hingga tomat layu dan bumbu matang sempurna. Koreksi rasa sesuai selera.
- Mengangkat dan menyajikan - Angkat sambal dan sajikan bersama ayam pop yang sudah digoreng. Sambal lado tanak bisa disimpan dalam kulkas hingga 3 hari.
6. Pelengkap dan Cara Penyajian Ayam Pop
Penyajian ayam pop yang autentik melibatkan beberapa pelengkap yang menyempurnakan cita rasa hidangan ini. Kombinasi yang tepat akan menghadirkan pengalaman kuliner khas Minang yang otentik.
- Daun singkong rebus - Pelengkap wajib untuk ayam pop adalah daun singkong muda yang direbus. Pilih daun singkong yang masih muda dan segar, cuci bersih kemudian rebus dalam air mendidih yang sudah diberi garam dan soda kue (1 sendok teh soda kue untuk 500 ml air). Soda kue berfungsi membuat daun singkong lebih empuk dan berwarna hijau cerah. Rebus hingga daun empuk, sekitar 15-20 menit, kemudian angkat dan tiriskan. Daun singkong memberikan kesegaran dan tekstur renyah yang kontras dengan ayam yang empuk.
- Nasi putih hangat - Ayam pop paling nikmat disajikan dengan nasi putih hangat. Porsi nasi bisa disesuaikan dengan selera, namun biasanya satu porsi ayam pop disajikan dengan nasi secukupnya karena ayam pop memiliki rasa yang cukup kuat.
- Sambal lado tanak - Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sambal lado tanak adalah pasangan sempurna ayam pop. Sajikan sambal dalam mangkuk terpisah atau tuang langsung di atas ayam sesuai selera.
- Perkedel kentang atau tempe - Beberapa rumah makan Padang menambahkan perkedel sebagai pelengkap. Perkedel kentang atau tempe goreng memberikan variasi tekstur dan rasa pada hidangan.
- Kerupuk atau emping - Kerupuk udang atau emping melinjo bisa ditambahkan sebagai pelengkap untuk menambah kerenyahan pada hidangan.
- Tata cara penyajian - Tata nasi putih di piring, letakkan 1-2 potong ayam pop di sampingnya. Tambahkan daun singkong rebus dan tuang sambal lado tanak di atas atau di samping ayam. Lengkapi dengan perkedel dan kerupuk jika ada. Sajikan selagi hangat untuk mendapatkan cita rasa terbaik.
- Tips penyajian untuk acara - Jika menyajikan untuk acara atau jamuan, ayam pop bisa dipotong lebih kecil agar lebih mudah dimakan. Sajikan dalam piring saji besar dengan tata letak yang menarik, hiasi dengan irisan tomat dan mentimun untuk menambah warna.
7. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memasak ayam pop?
Waktu memasak ayam pop berkisar antara 1 hingga 1,5 jam, tergantung jenis ayam yang digunakan. Ayam kampung membutuhkan waktu lebih lama sekitar 1 jam atau lebih, sedangkan ayam pejantan bisa matang dalam 45 menit hingga 1 jam. Waktu ini belum termasuk persiapan bahan dan perendaman ayam dengan jeruk nipis yang membutuhkan 30 menit tambahan.
2. Apakah harus menggunakan air kelapa untuk membuat ayam pop?
Air kelapa adalah bahan kunci yang memberikan cita rasa khas pada ayam pop. Air kelapa memberikan rasa gurih legit dan sedikit asam yang menjadi karakteristik utama hidangan ini. Jika tidak ada air kelapa segar, Anda bisa menggunakan air kelapa kemasan, namun pastikan memilih yang tanpa tambahan gula. Mengganti air kelapa dengan air biasa akan menghasilkan rasa yang sangat berbeda dan tidak autentik.
3. Mengapa ayam pop harus digoreng sebentar saja?
Penggorengan singkat pada ayam pop bertujuan untuk mengeringkan permukaan ayam tanpa mengubah warnanya menjadi kecokelatan. Ciri khas ayam pop adalah warna putih pucat yang dipertahankan dengan menggoreng hanya 2-3 menit per sisi menggunakan api sedang. Jika digoreng terlalu lama, ayam akan kehilangan karakteristik warna putihnya dan teksturnya menjadi terlalu kering.
4. Apakah kulit ayam harus dikupas saat membuat ayam pop?
Dalam tradisi Minang yang autentik, kulit ayam biasanya dikupas untuk mengurangi lemak berlebih dan mendapatkan tekstur yang lebih kering. Namun, ini bukan keharusan mutlak. Anda bisa mempertahankan kulit ayam jika menyukai tekstur yang lebih lembut dan rasa yang lebih gurih. Keputusan mengupas atau mempertahankan kulit tergantung pada preferensi pribadi.
5. Apa perbedaan ayam pop dengan ayam goreng biasa?
Perbedaan utama terletak pada proses memasak dan bahan yang digunakan. Ayam pop direbus dengan air kelapa dan bumbu rempah hingga empuk, kemudian digoreng sebentar, sehingga berwarna putih pucat. Ayam goreng biasa langsung digoreng atau diungkep dengan bumbu kemudian digoreng hingga kecokelatan. Rasa ayam pop lebih gurih legit dengan aroma air kelapa, sedangkan ayam goreng biasa memiliki rasa yang lebih kuat dari bumbu dan tekstur yang lebih garing.
6. Bagaimana cara menyimpan ayam pop agar tahan lama?
Ayam pop yang sudah matang bisa disimpan dalam wadah tertutup di kulkas hingga 2-3 hari. Pastikan ayam sudah dingin sebelum dimasukkan ke kulkas. Untuk penyimpanan lebih lama, ayam pop bisa dibekukan hingga 1 bulan. Saat akan dikonsumsi, panaskan kembali dengan cara digoreng sebentar atau dipanaskan dalam oven agar teksturnya tetap baik. Hindari memanaskan dengan microwave karena bisa membuat tekstur ayam menjadi lembek.
7. Bisakah menggunakan ayam negeri untuk membuat ayam pop?
Sebaiknya hindari menggunakan ayam negeri (broiler) untuk membuat ayam pop karena dagingnya terlalu berlemak, berair, dan teksturnya terlalu lembek. Ayam negeri mudah hancur saat direbus lama dan tidak menghasilkan tekstur yang diinginkan. Pilihan terbaik adalah ayam kampung atau ayam pejantan yang memiliki tekstur daging lebih padat dan rasa lebih gurih, sesuai dengan karakteristik ayam pop yang autentik.
(kpl/fed)
Advertisement