Cara Memperbaiki Mesin Jahit Benang Tidak Nyangkut dengan Mudah dan Praktis
cara memperbaiki mesin jahit benang tidak nyangkut (h)
Kapanlagi.com - Mesin jahit yang mengalami masalah benang tidak nyangkut atau jahitan menggumpal adalah keluhan umum yang sering dialami, terutama bagi pemula. Masalah ini membuat hasil jahitan tidak rapi dan mengganggu proses menjahit. Namun, cara memperbaiki mesin jahit benang tidak nyangkut sebenarnya cukup sederhana dan bisa dilakukan sendiri di rumah.
Benang yang tidak nyangkut dengan baik biasanya disebabkan oleh pemasangan benang yang kurang tepat atau pengaturan tension yang tidak sesuai. Ketika benang tidak terjepit dengan benar pada tension mesin, hasil jahitan akan menggumpal di bagian bawah atau terlihat kendur. Memahami cara memperbaiki mesin jahit benang tidak nyangkut akan menghemat waktu dan biaya servis.
Artikel ini akan membahas berbagai solusi praktis untuk mengatasi masalah benang tidak nyangkut pada mesin jahit. Dengan mengikuti panduan langkah demi langkah, Anda dapat memperbaiki mesin jahit sendiri tanpa harus memanggil teknisi profesional.
Advertisement
1. 1. Memeriksa dan Memperbaiki Pemasangan Benang pada Tension

Langkah pertama dalam cara memperbaiki mesin jahit benang tidak nyangkut adalah memastikan benang terpasang dengan benar pada tension atau congcot pengatur ketegangan. Masalah jahitan menggumpal di bagian bawah sering kali disebabkan benang yang hanya menempel pada tension tanpa benar-benar masuk ke dalam sela-sela piringan tension.
Lepaskan benang dari jarum: Cabut benang dari lubang jarum dan keluarkan dari seluruh alur benang mesin jahit untuk memulai pemasangan ulang.
Periksa posisi tension: Pastikan piringan tension dalam posisi terbuka dengan mengangkat tuas penekan kaki mesin ke atas, sehingga benang dapat masuk dengan mudah.
Masukkan benang dengan benar: Tarik benang melewati alur benang dan pastikan benang masuk tepat di tengah sela-sela piringan tension, bukan hanya menempel di permukaannya.
Turunkan tuas penekan kaki: Setelah benang terpasang, turunkan tuas penekan kaki mesin agar piringan tension menjepit benang dengan kuat.
Uji ketegangan benang: Tarik benang secara perlahan untuk memastikan ada tahanan yang cukup, menandakan benang sudah terjepit dengan baik pada tension.
Lanjutkan pemasangan benang: Masukkan benang melalui pengait benang dan lubang jarum, kemudian coba jahit pada kain percobaan untuk melihat hasilnya.
2. 2. Mengatur Ketegangan Tension Mesin Jahit
Setelah memastikan benang terpasang dengan benar, langkah berikutnya dalam cara memperbaiki mesin jahit benang tidak nyangkut adalah mengatur ketegangan tension agar sesuai. Tension yang terlalu kendur akan menyebabkan jahitan menggumpal, sedangkan tension yang terlalu kencang membuat benang mudah putus.
Identifikasi masalah ketegangan: Perhatikan hasil jahitan pada kain percobaan, jika benang menggumpal di bawah berarti tension terlalu kendur, jika jahitan kencang di atas berarti tension terlalu ketat.
Putar pengatur tension: Untuk jahitan yang menggumpal di bawah, putar knop tension ke arah kanan (mengencangkan), untuk jahitan yang terlalu kencang di atas, putar ke arah kiri (mengendurkan).
Lakukan penyesuaian bertahap: Putar knop tension sedikit demi sedikit, jangan langsung memutar terlalu banyak, lalu uji jahitan setiap kali melakukan penyesuaian.
Periksa keseimbangan benang: Jahitan yang baik menunjukkan benang atas dan bawah bertemu di tengah-tengah kain, tidak terlihat menggumpal di salah satu sisi.
Sesuaikan dengan jenis kain: Kain yang lebih tebal mungkin memerlukan tension yang sedikit lebih kencang, sedangkan kain tipis memerlukan tension yang lebih kendur.
Catat pengaturan yang tepat: Setelah menemukan pengaturan tension yang sesuai, catat posisi knop untuk referensi di masa mendatang.
3. 3. Membersihkan Area Sekoci dari Benang yang Tersangkut
Cara memperbaiki mesin jahit benang tidak nyangkut juga melibatkan pembersihan area sekoci. Benang yang tersangkut di sela-sela besi penjepit sekoci dapat menyebabkan jahitan kencang di bagian atas meskipun tension sudah diatur dengan benar.
Matikan mesin jahit: Pastikan mesin dalam kondisi mati dan cabut kabel listrik untuk keamanan sebelum membersihkan area sekoci.
Buka penutup sekoci: Lepaskan penutup sekoci dan keluarkan kumparan benang bawah dari rumah sekoci dengan hati-hati.
Periksa area sekoci: Perhatikan dengan seksama apakah ada benang-benang kecil yang tersangkut di sela-sela besi penjepit sekoci atau di area rumah sekoci.
Gunakan jarum pentul untuk membersihkan: Ambil jarum pentul atau pinset kecil untuk mencolek dan mengeluarkan benang yang tersangkut di sela-sela besi penjepit sekoci.
Bersihkan debu dan serat kain: Gunakan sikat gigi bekas yang lembut untuk membersihkan debu dan serat kain yang menumpuk di area sekoci dan gigi penyuap.
Pasang kembali sekoci: Setelah bersih, pasang kembali kumparan benang dan penutup sekoci, kemudian uji jahitan untuk memastikan masalah sudah teratasi.
4. 4. Memeriksa dan Mengganti Jarum Jahit yang Sesuai
Pemilihan jarum yang tidak sesuai dengan jenis kain dapat menyebabkan benang tidak nyangkut dengan baik. Cara memperbaiki mesin jahit benang tidak nyangkut juga mencakup pemeriksaan kondisi dan ukuran jarum jahit yang digunakan.
Periksa kondisi jarum: Lepaskan jarum dari mesin dan periksa apakah ujungnya masih tajam atau sudah tumpul, jarum yang tumpul dapat menyebabkan benang tidak nyangkut dengan baik.
Ganti jarum yang rusak: Jika jarum sudah bengkok, tumpul, atau patah, segera ganti dengan jarum baru yang berkualitas baik untuk hasil jahitan yang optimal.
Pilih nomor jarum yang tepat: Sesuaikan nomor jarum dengan ketebalan kain, gunakan jarum nomor 9-11 untuk kain tipis, nomor 14 untuk kain sedang, dan nomor 16-18 untuk kain tebal.
Pastikan pemasangan jarum benar: Pasang jarum dengan posisi yang tepat, bagian datar jarum harus menghadap ke arah yang benar sesuai petunjuk mesin jahit.
Kencangkan baut penjepit jarum: Pastikan baut penjepit jarum dikencangkan dengan kuat agar jarum tidak bergeser atau goyang saat mesin dijalankan.
Uji dengan kain percobaan: Setelah mengganti jarum, coba jahit pada kain percobaan untuk memastikan benang sudah nyangkut dengan baik dan jahitan rapi.
5. 5. Menyeimbangkan Ketegangan Benang Atas dan Bawah
Keseimbangan antara benang atas dan benang bawah sangat penting untuk menghasilkan jahitan yang rapi. Cara memperbaiki mesin jahit benang tidak nyangkut memerlukan penyesuaian ketegangan kedua benang agar saling mengunci dengan sempurna di tengah kain.
Periksa gulungan kumparan: Pastikan benang pada kumparan digulung dengan rapi dan merata ke seluruh permukaan, gulungan yang tidak rata dapat menyebabkan ketegangan tidak stabil.
Atur ketegangan benang bawah: Jika perlu, sesuaikan ketegangan benang bawah dengan memutar sekrup kecil pada sekoci, putar sedikit demi sedikit untuk menghindari perubahan yang terlalu drastis.
Uji tarikan benang bawah: Pegang kumparan yang sudah terpasang di sekoci dan biarkan menggantung, benang harus turun perlahan dengan tarikan ringan, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
Sesuaikan ketegangan benang atas: Putar pengatur tension benang atas hingga jahitan terlihat seimbang, benang atas dan bawah harus bertemu di tengah kain.
Lakukan uji jahitan: Jahit pada kain percobaan dengan lipatan ganda, periksa hasil jahitan dari kedua sisi untuk memastikan tidak ada benang yang menggumpal atau terlalu kencang.
Catat pengaturan optimal: Setelah menemukan keseimbangan yang tepat, catat pengaturan tension untuk berbagai jenis kain sebagai referensi.
6. 6. Memeriksa Arah Putaran Roda Mesin Jahit
Arah putaran roda mesin yang terbalik dapat menyebabkan benang tidak nyangkut dengan benar dan sering putus. Dalam cara memperbaiki mesin jahit benang tidak nyangkut, memastikan arah putaran yang benar adalah langkah penting yang sering diabaikan.
Identifikasi arah putaran yang benar: Pada sebagian besar mesin jahit, roda harus berputar ke arah Anda atau searah jarum jam saat dilihat dari sisi kanan mesin.
Putar roda secara manual: Sebelum menjalankan mesin dengan pedal, putar roda tangan secara manual beberapa kali untuk memastikan arah putaran sudah benar.
Perhatikan gerakan jarum: Saat roda diputar dengan benar, jarum akan bergerak naik turun dengan lancar dan benang akan membentuk jahitan yang rapi.
Hindari memaksa putaran terbalik: Jangan pernah memaksa memutar roda ke arah yang berlawanan karena dapat merusak mekanisme internal mesin jahit.
Periksa kopling roda: Pastikan kopling roda dalam posisi terkunci dengan benar, kopling yang longgar dapat menyebabkan roda berputar tanpa menggerakkan jarum.
Uji dengan kecepatan rendah: Setelah memastikan arah putaran benar, jalankan mesin dengan kecepatan rendah terlebih dahulu untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik.
7. 7. Membersihkan dan Melumasi Mesin Jahit Secara Rutin
Mesin jahit yang jarang dibersihkan dan dilumasi dapat mengalami berbagai masalah, termasuk benang tidak nyangkut dengan baik. Cara memperbaiki mesin jahit benang tidak nyangkut juga melibatkan perawatan rutin untuk menjaga performa mesin tetap optimal.
Bersihkan area gigi penyuap: Gunakan sikat gigi bekas untuk membersihkan debu dan serat kain yang menumpuk di sekitar gigi penyuap dan area sekoci.
Bersihkan jalur benang: Bersihkan seluruh jalur benang dari kumparan hingga jarum, termasuk pengait benang dan area tension, untuk menghilangkan debu yang dapat menghambat aliran benang.
Gunakan pelumas berkualitas: Teteskan minyak pelumas khusus mesin jahit pada bagian-bagian yang bergerak, seperti area sekoci, gigi penyuap, dan engsel-engsel mesin.
Hindari pelumas berlebihan: Gunakan pelumas secukupnya, terlalu banyak pelumas dapat menarik debu dan kotoran yang justru akan mengganggu kinerja mesin.
Jalankan mesin tanpa kain: Setelah melumasi, jalankan mesin tanpa kain selama beberapa menit untuk menyebarkan pelumas ke seluruh bagian yang bergerak.
Lakukan perawatan berkala: Bersihkan dan lumasi mesin jahit secara rutin, minimal setiap 2-3 bulan sekali atau setelah digunakan untuk proyek besar, untuk menjaga performa mesin tetap prima.
8. Penyebab Umum Benang Tidak Nyangkut pada Mesin Jahit
Memahami penyebab masalah adalah kunci dalam cara memperbaiki mesin jahit benang tidak nyangkut. Beberapa faktor dapat menyebabkan benang tidak nyangkut dengan baik, mulai dari kesalahan pemasangan hingga komponen mesin yang aus.
Penyebab paling umum adalah pemasangan benang yang tidak tepat pada tension mesin. Ketika benang hanya menempel di permukaan tension tanpa masuk ke dalam sela-sela piringan, benang tidak akan terjepit dengan kuat sehingga jahitan menjadi kendur dan menggumpal di bagian bawah.
Tension yang tidak sesuai: Pengaturan tension yang terlalu kendur atau terlalu kencang dapat menyebabkan benang tidak nyangkut dengan baik dan menghasilkan jahitan yang tidak rapi.
Jarum yang tidak sesuai: Penggunaan jarum yang tumpul, bengkok, atau tidak sesuai dengan jenis kain dapat mengganggu proses penguncian benang atas dan bawah.
Benang berkualitas rendah: Benang yang mudah putus atau tidak elastis dapat menyebabkan masalah dalam proses menjahit dan membuat benang tidak nyangkut dengan sempurna.
Sekoci yang kotor: Penumpukan debu, serat kain, dan benang yang tersangkut di area sekoci dapat mengganggu pergerakan benang bawah dan menyebabkan jahitan tidak rapi.
Gigi penyuap yang kotor: Gigi penyuap yang tertutup debu dan serat kain tidak dapat menggerakkan kain dengan lancar, sehingga benang menumpuk di satu titik.
Mesin yang kurang pelumas: Mesin jahit yang jarang dilumasi akan bergerak tidak lancar dan dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk benang tidak nyangkut dengan baik.
9. Tips Memilih Benang dan Jarum yang Tepat
Pemilihan benang dan jarum yang sesuai sangat penting dalam cara memperbaiki mesin jahit benang tidak nyangkut. Kombinasi yang tepat antara benang, jarum, dan jenis kain akan menghasilkan jahitan yang rapi dan kuat.
Benang jahit tersedia dalam berbagai jenis dan ketebalan. Untuk hasil jahitan yang optimal, pilih benang berkualitas baik yang tidak mudah putus dan memiliki elastisitas yang cukup. Benang polyester adalah pilihan yang baik untuk berbagai jenis kain karena kuat dan tahan lama.
Sesuaikan nomor jarum dengan kain: Gunakan jarum nomor 9-11 untuk kain tipis seperti chiffon dan organdi, nomor 14 untuk kain sedang seperti katun dan linen, serta nomor 16-18 untuk kain tebal seperti jeans dan terpal.
Pilih benang berkualitas: Investasikan pada benang berkualitas baik yang tidak mudah putus dan menghasilkan jahitan yang rapi, hindari benang murah yang sering menimbulkan masalah.
Sesuaikan ketebalan benang dengan jarum: Benang yang terlalu tebal untuk lubang jarum akan sulit melewati kain, sedangkan benang yang terlalu tipis tidak akan menghasilkan jahitan yang kuat.
Gunakan jarum khusus untuk kain khusus: Untuk kain stretch gunakan jarum ballpoint, untuk kain tebal gunakan jarum jeans, dan untuk kain tipis gunakan jarum microtex yang sangat tajam.
Ganti jarum secara berkala: Jarum jahit harus diganti setelah 8-10 jam penggunaan atau setelah menyelesaikan proyek besar, jarum yang tumpul dapat merusak kain dan menyebabkan benang tidak nyangkut.
Simpan benang dengan benar: Simpan benang di tempat yang kering dan terhindar dari sinar matahari langsung untuk menjaga kualitas dan elastisitasnya.
10. Cara Mencegah Masalah Benang Tidak Nyangkut
Pencegahan selalu lebih baik daripada perbaikan. Dengan melakukan perawatan rutin dan mengikuti praktik terbaik dalam menjahit, Anda dapat menghindari masalah benang tidak nyangkut dan menjaga mesin jahit tetap dalam kondisi prima.
Perawatan mesin jahit yang konsisten akan memperpanjang usia mesin dan memastikan hasil jahitan selalu rapi. Luangkan waktu beberapa menit setelah setiap sesi menjahit untuk membersihkan mesin dari debu dan serat kain yang menumpuk.
Bersihkan mesin setelah digunakan: Biasakan membersihkan area sekoci dan gigi penyuap setelah setiap sesi menjahit untuk mencegah penumpukan debu dan serat kain.
Lumasi mesin secara teratur: Teteskan minyak pelumas khusus mesin jahit pada bagian yang bergerak minimal setiap 2-3 bulan sekali atau sesuai petunjuk manual mesin.
Pasang benang dengan hati-hati: Selalu pastikan benang terpasang dengan benar pada tension dan melewati semua pengait benang sesuai urutan yang tepat.
Gunakan kain alas saat menjahit: Letakkan kain alas di bawah kain yang akan dijahit, terutama untuk kain tipis, untuk mencegah kain tertarik ke dalam lubang needle plate.
Jangan memaksa mesin: Jika mesin terasa berat atau macet, segera hentikan dan periksa penyebabnya, jangan memaksa mesin untuk terus berjalan karena dapat menyebabkan kerusakan lebih parah.
Simpan mesin dengan benar: Tutup mesin jahit dengan penutup atau simpan di dalam tas khusus saat tidak digunakan untuk melindungi dari debu dan kelembaban.
11. Tanda-Tanda Mesin Jahit Memerlukan Servis Profesional
Meskipun banyak masalah dapat diatasi dengan cara memperbaiki mesin jahit benang tidak nyangkut sendiri di rumah, ada kalanya mesin memerlukan penanganan profesional. Mengenali tanda-tanda ini akan membantu Anda menghindari kerusakan yang lebih parah.
Jika setelah mencoba berbagai solusi masalah benang tidak nyangkut masih berlanjut, kemungkinan ada masalah pada komponen internal mesin yang memerlukan keahlian khusus untuk memperbaikinya. Jangan ragu untuk membawa mesin ke teknisi profesional jika diperlukan.
Suara tidak normal: Jika mesin mengeluarkan suara berisik, berderit, atau berdenting yang tidak biasa meskipun sudah dilumasi, kemungkinan ada komponen internal yang aus atau rusak.
Mesin sering macet: Mesin yang sering macet atau berhenti tiba-tiba meskipun sudah dibersihkan dan dilumasi memerlukan pemeriksaan lebih mendalam oleh teknisi.
Jahitan tidak konsisten: Jika panjang jahitan tidak konsisten atau mesin melewatkan jahitan meskipun pengaturan sudah benar, kemungkinan ada masalah pada mekanisme penggerak.
Tension tidak bisa disesuaikan: Jika pengatur tension tidak berfungsi atau tidak memberikan efek apapun saat diputar, kemungkinan komponen tension rusak dan perlu diganti.
Jarum sering patah: Jarum yang sering patah meskipun sudah menggunakan jarum yang tepat dan berkualitas baik menandakan ada masalah pada timing atau alignment mesin.
Mesin berusia tua: Mesin jahit yang sudah berusia puluhan tahun mungkin memerlukan overhaul menyeluruh untuk mengganti komponen yang aus dan memastikan semua bagian berfungsi dengan baik.
12. Perawatan Rutin untuk Mesin Jahit yang Awet
Merawat mesin jahit dengan baik adalah investasi jangka panjang yang akan menghemat biaya perbaikan dan memastikan mesin selalu siap digunakan. Dengan mengikuti jadwal perawatan rutin, Anda dapat menghindari masalah benang tidak nyangkut dan masalah lainnya.
Perawatan rutin tidak memerlukan banyak waktu atau biaya, namun dampaknya sangat besar terhadap performa dan usia mesin jahit. Buatlah checklist perawatan dan patuhi jadwal yang telah ditentukan untuk hasil yang optimal.
Pembersihan setelah setiap penggunaan: Bersihkan debu dan serat kain dari area sekoci, gigi penyuap, dan jalur benang menggunakan sikat kecil setiap selesai menjahit.
Pelumasan bulanan: Teteskan 2-3 tetes minyak pelumas khusus mesin jahit pada bagian yang bergerak setiap bulan, atau lebih sering jika mesin digunakan intensif.
Penggantian jarum berkala: Ganti jarum setiap 8-10 jam penggunaan atau setelah menyelesaikan proyek besar, jangan tunggu sampai jarum benar-benar tumpul atau patah.
Pemeriksaan tension: Periksa dan sesuaikan tension secara berkala untuk memastikan jahitan selalu rapi, lakukan uji jahitan pada kain percobaan sebelum memulai proyek baru.
Servis profesional tahunan: Bawa mesin ke teknisi profesional setidaknya setahun sekali untuk pemeriksaan menyeluruh dan penyesuaian yang mungkin diperlukan.
Penyimpanan yang tepat: Simpan mesin di tempat yang kering, sejuk, dan terhindar dari debu dengan menggunakan penutup mesin atau tas khusus saat tidak digunakan.
13. FAQ
Mengapa jahitan mesin jahit saya menggumpal di bagian bawah?
Jahitan yang menggumpal di bagian bawah biasanya disebabkan oleh benang atas yang tidak terpasang dengan benar pada tension mesin. Pastikan benang masuk tepat di tengah sela-sela piringan tension, bukan hanya menempel di permukaannya. Setelah itu, atur ketegangan tension dengan memutar knop pengatur ke arah yang lebih kencang secara bertahap hingga jahitan menjadi rapi.
Bagaimana cara mengetahui apakah tension mesin jahit sudah tepat?
Tension yang tepat akan menghasilkan jahitan di mana benang atas dan bawah bertemu di tengah-tengah kain. Lakukan uji jahitan pada kain percobaan dengan lipatan ganda, periksa kedua sisi kain. Jika benang terlihat menggumpal di satu sisi atau jahitan terlalu kencang, sesuaikan tension dengan memutar knop pengatur sedikit demi sedikit hingga jahitan terlihat seimbang dan rapi.
Seberapa sering mesin jahit perlu dibersihkan dan dilumasi?
Mesin jahit sebaiknya dibersihkan setiap selesai digunakan, terutama area sekoci dan gigi penyuap yang mudah menumpuk debu dan serat kain. Untuk pelumasan, lakukan minimal setiap 2-3 bulan sekali atau lebih sering jika mesin digunakan secara intensif. Gunakan minyak pelumas khusus mesin jahit dan teteskan pada bagian yang bergerak, hindari pelumasan berlebihan yang dapat menarik kotoran.
Apa yang harus dilakukan jika benang sering putus saat menjahit?
Benang yang sering putus dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti tension yang terlalu kencang, jarum yang tumpul atau tidak sesuai dengan kain, atau benang berkualitas rendah. Periksa dan sesuaikan tension mesin, ganti jarum dengan yang baru dan sesuai dengan jenis kain, serta gunakan benang berkualitas baik. Pastikan juga jalur benang bersih dan tidak ada yang tersangkut.
Bagaimana cara memilih nomor jarum yang tepat untuk berbagai jenis kain?
Pemilihan nomor jarum disesuaikan dengan ketebalan kain. Untuk kain tipis seperti chiffon dan organdi gunakan jarum nomor 9-11, untuk kain sedang seperti katun dan linen gunakan nomor 14, sedangkan untuk kain tebal seperti jeans dan denim gunakan nomor 16-18. Jarum yang sesuai akan menghasilkan jahitan yang rapi dan mencegah kerusakan pada kain.
Apakah normal jika mesin jahit mengeluarkan suara saat digunakan?
Mesin jahit yang berfungsi normal akan mengeluarkan suara halus dan konsisten saat digunakan. Namun, jika mesin mengeluarkan suara berisik, berderit, atau berdenting yang tidak biasa, ini menandakan ada masalah seperti kurangnya pelumas atau komponen yang aus. Segera bersihkan dan lumasi mesin, jika suara tidak normal berlanjut, bawa mesin ke teknisi profesional untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kapan waktu yang tepat untuk membawa mesin jahit ke teknisi profesional?
Bawa mesin jahit ke teknisi profesional jika masalah berlanjut setelah mencoba berbagai solusi perbaikan sendiri, seperti benang yang terus tidak nyangkut, mesin sering macet, suara tidak normal yang tidak hilang setelah dilumasi, atau jahitan yang tidak konsisten. Selain itu, lakukan servis profesional setidaknya setahun sekali untuk pemeriksaan menyeluruh dan memastikan semua komponen berfungsi dengan baik.
(kpl/fed)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba