Cara Menanam Alpukat: Panduan Lengkap dari Biji, Batang, hingga Akar
cara menanam alpukat, di pot, di polybag, di botol bekas, di tanah terbuka, dari biji, dari batang, dari akar
Kapanlagi.com - Alpukat merupakan salah satu buah tropis yang banyak digemari karena kandungan nutrisinya yang tinggi dan cita rasanya yang lezat. Menanam alpukat sendiri di rumah kini semakin populer, baik di lahan terbuka maupun dalam wadah terbatas seperti pot dan polybag.
Cara menanam alpukat sebenarnya tidak terlalu rumit asalkan memahami teknik yang tepat. Tanaman ini dapat diperbanyak melalui beberapa metode, mulai dari biji, stek batang, hingga teknik okulasi yang lebih modern.
Melansir dari Cybex Kementerian Pertanian RI, penerapan teknologi budidaya alpukat yang baik dapat membuat tanaman cepat berbuah dan menghasilkan buah berkualitas ekspor. Pemilihan metode penanaman yang sesuai dengan kondisi lahan dan tujuan budidaya menjadi kunci keberhasilan dalam menanam alpukat.
Advertisement
1. Cara Menanam Alpukat dari Biji
Menanam alpukat dari biji adalah metode paling sederhana dan ekonomis yang bisa dilakukan oleh pemula. Metode generatif ini cocok untuk pembelajaran atau sekadar hobi berkebun di rumah.
1. Persiapan Biji Alpukat
Pilih buah alpukat yang sudah matang sempurna dan sehat. Keluarkan biji dengan hati-hati tanpa merusak kulit arinya. Cuci biji hingga bersih dari sisa daging buah, kemudian keringkan selama 1-2 hari di tempat teduh. Biji yang baik memiliki warna cokelat muda dan tidak ada tanda-tanda busuk atau berjamur.
2. Metode Perkecambahan dalam Air
Tusuk biji alpukat dengan 3-4 tusuk gigi pada bagian tengahnya secara melingkar. Letakkan biji di atas gelas berisi air dengan posisi bagian tumpul terendam sekitar 2-3 cm. Ganti air setiap 2-3 hari untuk menjaga kebersihan. Dalam waktu 2-6 minggu, akar akan mulai tumbuh dari bagian bawah dan tunas muncul dari bagian atas.
3. Pemindahan ke Media Tanam
Setelah akar mencapai panjang 5-7 cm dan tunas tumbuh setinggi 15-20 cm, biji siap dipindahkan ke pot atau polybag. Gunakan media tanam campuran tanah, kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1. Tanam biji dengan posisi setengah bagian masih terlihat di atas permukaan tanah. Siram secukupnya dan letakkan di tempat yang mendapat cahaya matahari pagi.
4. Perawatan Bibit dari Biji
Lakukan penyiraman rutin setiap pagi atau sore hari, jangan sampai media terlalu becek. Berikan pupuk organik cair setiap 2 minggu sekali setelah tanaman berumur 1 bulan. Lindungi bibit dari terpaan angin kencang dan sinar matahari langsung yang terlalu terik. Tanaman alpukat dari biji biasanya baru berbuah setelah berumur 4-6 tahun, namun metode ini sangat baik untuk menghasilkan batang bawah yang kuat.
2. Cara Menanam Alpukat di Pot dan Polybag
Menanam alpukat dalam wadah terbatas seperti pot atau polybag sangat cocok untuk lahan sempit atau pekarangan rumah. Teknik ini memungkinkan kontrol yang lebih baik terhadap media tanam dan perawatan tanaman.
1. Pemilihan Wadah yang Tepat
Untuk bibit muda, gunakan pot atau polybag berdiameter minimal 30 cm dengan kedalaman 40 cm. Seiring pertumbuhan tanaman, pindahkan ke wadah yang lebih besar berdiameter 60-80 cm. Pastikan wadah memiliki lubang drainase yang cukup untuk mencegah genangan air. Pot dari bahan tanah liat atau plastik tebal lebih direkomendasikan karena tahan lama dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
2. Komposisi Media Tanam
Campurkan tanah gembur, pupuk kandang matang, dan sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1. Tambahkan pasir kasar sekitar 10% dari total volume untuk meningkatkan drainase. Media tanam harus memiliki pH antara 5,5-6,5 yang ideal untuk pertumbuhan alpukat. Hindari menggunakan tanah bekas atau tanah yang terlalu liat karena dapat menghambat pertumbuhan akar.
3. Teknik Penanaman di Wadah
Isi wadah dengan media tanam hingga 3/4 bagian. Buat lubang di tengah sesuai ukuran polybag bibit. Keluarkan bibit dari wadah lama dengan hati-hati tanpa merusak akar. Letakkan bibit di lubang tanam dengan posisi leher akar sejajar permukaan media. Timbun dengan media tanam dan padatkan perlahan. Siram hingga air keluar dari lubang drainase, kemudian letakkan di tempat teduh selama 1-2 minggu untuk adaptasi.
4. Perawatan Alpukat dalam Pot
Siram tanaman setiap hari pada musim kemarau dan kurangi frekuensi saat musim hujan. Berikan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 50-100 gram per pohon setiap 3 bulan. Lakukan pemangkasan cabang yang tumbuh terlalu rapat untuk menjaga bentuk tajuk. Pindahkan pot ke lokasi yang mendapat sinar matahari 40-80% untuk pertumbuhan optimal. Ganti media tanam setiap 2 tahun sekali untuk menjaga kesuburan.
3. Cara Menanam Alpukat di Botol Bekas
Pemanfaatan botol bekas untuk menanam alpukat merupakan solusi kreatif dan ramah lingkungan. Metode ini cocok untuk tahap perkecambahan awal atau sebagai media tanam sementara sebelum dipindahkan ke wadah yang lebih besar.
1. Persiapan Botol Bekas
Gunakan botol plastik bekas berukuran 1,5-2 liter yang sudah dibersihkan. Potong botol menjadi dua bagian, dengan bagian bawah lebih tinggi sekitar 15-20 cm. Lubangi bagian bawah botol dengan paku panas untuk membuat drainase. Bagian atas botol dapat digunakan sebagai penutup atau sungkup untuk menjaga kelembapan.
2. Media Tanam untuk Botol
Karena ruang terbatas, gunakan media tanam yang ringan dan porous. Campurkan tanah, cocopeat, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1. Media ini memiliki daya serap air yang baik namun tidak mudah padat. Isi botol hingga 3/4 bagian, sisakan ruang untuk penyiraman.
3. Penanaman Biji atau Bibit Kecil
Metode botol bekas paling cocok untuk perkecambahan biji alpukat atau bibit yang masih sangat muda. Tanam biji dengan posisi bagian tumpul di bawah, atau pindahkan bibit kecil dengan hati-hati. Tutup dengan bagian atas botol yang sudah dipotong untuk menciptakan efek rumah kaca mini. Buka tutup setiap 2 hari sekali untuk sirkulasi udara.
4. Pemindahan ke Wadah Permanen
Setelah bibit tumbuh setinggi 20-30 cm atau akar mulai memenuhi botol (sekitar 2-3 bulan), segera pindahkan ke pot atau polybag yang lebih besar. Potong botol dengan hati-hati agar akar tidak rusak. Metode botol bekas ini bersifat sementara dan tidak disarankan untuk penanaman jangka panjang karena keterbatasan ruang pertumbuhan akar.
4. Cara Menanam Alpukat di Tanah Terbuka
Penanaman alpukat di tanah terbuka atau lahan langsung memberikan ruang pertumbuhan optimal bagi tanaman. Metode ini cocok untuk budidaya skala komersial atau bagi yang memiliki lahan pekarangan luas.
Menurut Cybex Kementerian Pertanian RI, pohon alpukat dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah maupun dataran tinggi dengan curah hujan antara 2.000-3.000 mm per tahun. Pemilihan lokasi dan persiapan lahan yang tepat sangat menentukan keberhasilan budidaya alpukat di tanah terbuka.
1. Pemilihan Lokasi Tanam
Pilih lahan yang mendapat sinar matahari 40-80% dan memiliki sirkulasi angin yang baik. Hindari lokasi yang sering tergenang air atau memiliki drainase buruk. Tanah ideal untuk alpukat adalah tanah lempung berpasir, lempung endapan, atau lempung liat dengan pH 5,5-6,5. Lokasi di lereng ringan lebih baik karena memiliki drainase alami yang baik.
2. Persiapan Lahan dan Lubang Tanam
Bersihkan lahan dari gulma, tunggul pohon, dan bebatuan. Cangkul atau bajak tanah sedalam 30 cm minimal 2 minggu sebelum tanam. Buat lubang tanam berukuran 70 x 70 x 70 cm dengan jarak tanam 6 x 6 meter atau 7 x 7 meter tergantung varietas. Pisahkan tanah galian bagian atas dan bawah. Biarkan lubang terbuka selama 2 minggu untuk aerasi dan sterilisasi alami.
3. Pengisian Lubang dan Penanaman
Campurkan tanah galian bagian atas dengan 25 kg pupuk kandang matang dan 200 gram dolomit. Masukkan campuran ini ke lubang hingga 3/4 bagian. Buat lubang kecil di tengah sesuai ukuran polybag bibit. Lepaskan polybag dengan hati-hati, masukkan bibit beserta tanahnya ke lubang. Pastikan leher akar sejajar dengan permukaan tanah. Timbun dan padatkan perlahan, lalu ikat batang dengan ajir untuk penyangga.
4. Waktu Tanam yang Tepat
Waktu terbaik menanam alpukat di tanah terbuka adalah awal musim hujan. Kondisi ini memungkinkan bibit mendapat cukup air untuk pertumbuhan awal tanpa perlu penyiraman intensif. Berikan naungan sementara dari anyaman bambu atau paranet selama 2-3 minggu pertama untuk melindungi bibit dari sinar matahari langsung dan terpaan hujan deras yang dapat menggoyahkan tanaman.
5. Pemeliharaan Tanaman di Lahan
Lakukan penyiangan gulma secara rutin terutama pada radius 1 meter dari batang. Gemburkan tanah di sekitar perakaran setiap 3 bulan sekali dengan hati-hati agar akar tidak putus. Berikan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 100-200 gram per pohon setiap 3-4 bulan. Saat tanaman mulai berbunga, tambahkan pupuk kalium untuk meningkatkan kualitas buah. Pangkas cabang yang tumbuh terlalu rapat atau ranting mati, dan tutup luka pangkasan dengan parafin cair untuk mencegah infeksi.
5. Cara Menanam Alpukat dari Batang (Stek)
Perbanyakan alpukat melalui stek batang merupakan metode vegetatif yang memungkinkan tanaman memiliki sifat sama dengan induknya. Teknik ini lebih cepat menghasilkan buah dibandingkan penanaman dari biji.
1. Pemilihan Batang untuk Stek
Pilih batang dari pohon induk yang sehat, produktif, dan bebas hama penyakit. Batang yang ideal berdiameter 5-10 cm dengan panjang 30-60 cm. Pilih batang yang sudah berkayu namun tidak terlalu tua, biasanya cabang yang berumur 1-2 tahun. Potong batang pada pagi atau sore hari menggunakan gergaji atau pisau tajam yang sudah disterilkan. Sisakan 2-3 helai daun pada bagian atas batang dan potong setengah bagian daun untuk mengurangi penguapan.
2. Persiapan Media Tanam Stek
Siapkan media tanam campuran tanah, sekam bakar, dan sabut kelapa halus dengan perbandingan 2:1:1. Hindari menggunakan tanah bekas atau pupuk kandang yang dapat menyebabkan pembusukan. Masukkan media ke dalam polybag atau pot berdiameter minimal 30 cm. Siram media hingga lembap namun tidak becek, kemudian biarkan selama 1 hari sebelum digunakan.
3. Aplikasi Hormon Perangsang Akar
Untuk meningkatkan keberhasilan stek, gunakan hormon perangsang akar seperti Nature Stek atau produk sejenis. Buat keratan melingkar pada kulit batang bagian bawah sedalam 2-3 mm. Campurkan hormon perangsang akar dengan sedikit air hingga membentuk pasta kental. Oleskan pasta tersebut secara merata pada bagian yang dikerat. Biarkan olesan mengering selama 1 jam sebelum ditanam.
4. Penanaman dan Perawatan Stek
Tanamkan batang stek ke dalam media sedalam 10-15 cm dengan posisi tegak. Padatkan media di sekitar batang agar tidak mudah goyah. Letakkan di tempat teduh yang masih mendapat sinar matahari pagi (sebelum jam 9). Sungkup batang dengan plastik transparan selama 2 minggu untuk menjaga kelembapan dan mengurangi penguapan. Siram 2 kali sehari secukupnya, jangan sampai media terlalu basah. Lindungi dari terpaan hujan langsung yang dapat menggoyahkan batang.
5. Tanda Keberhasilan Stek
Dalam waktu 4-6 minggu, tunas baru akan mulai muncul sebagai tanda akar telah tumbuh. Namun, jangan terburu-buru memindahkan tanaman. Tunggu hingga tunas tumbuh sempurna dan tanaman terlihat kokoh, biasanya setelah 3-4 bulan. Setelah itu, tanaman dapat dipindahkan ke lokasi permanen atau diberi pupuk kandang untuk mempercepat pertumbuhan. Tanaman hasil stek biasanya dapat berbuah dalam waktu 2-3 tahun.
6. Pemilihan Varietas dan Syarat Tumbuh Alpukat
Keberhasilan budidaya alpukat sangat ditentukan oleh pemilihan varietas yang tepat dan pemenuhan syarat tumbuh optimal. Setiap varietas memiliki karakteristik dan keunggulan tersendiri yang perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan tujuan penanaman.
1. Varietas Alpukat Unggul
Varietas alpukat unggulan yang populer di Indonesia antara lain alpukat hijau panjang, alpukat hijau bundar, alpukat mentega, alpukat kendil, dan alpukat aligator. Pilih varietas yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap kondisi lokal, toleran terhadap hama dan penyakit, serta produktivitas tinggi. Varietas unggul umumnya memiliki buah seragam berbentuk oval berukuran sedang hingga besar, daging buah tebal tidak berserat, biji kecil, dan kulit buah licin. Untuk tujuan komersial, pilih varietas yang memiliki daya simpan lama dan tahan transportasi.
2. Kondisi Iklim yang Ideal
Alpukat dapat tumbuh baik di dataran rendah hingga dataran tinggi dengan ketinggian 200-1.000 mdpl. Suhu optimal untuk pertumbuhan alpukat adalah 20-32°C dengan curah hujan 2.000-3.000 mm per tahun yang merata. Tanaman membutuhkan kelembapan udara 75-85% namun tidak tahan terhadap genangan air. Alpukat memerlukan periode kering singkat untuk merangsang pembungaan, sehingga daerah dengan musim kemarau 2-3 bulan sangat ideal.
3. Kebutuhan Cahaya dan Angin
Tanaman alpukat membutuhkan cahaya matahari 40-80% untuk pertumbuhan optimal. Cahaya penuh dapat diberikan setelah tanaman berumur lebih dari 1 tahun. Angin dengan kecepatan sedang diperlukan untuk membantu proses penyerbukan bunga. Namun, lindungi tanaman muda dari angin kencang yang dapat mematahkan cabang karena batang alpukat tergolong rapuh. Penanaman pohon pelindung atau windbreak di sekeliling kebun alpukat sangat dianjurkan.
4. Karakteristik Tanah yang Sesuai
Tanah ideal untuk budidaya alpukat adalah tanah gembur yang kaya bahan organik dengan tekstur lempung berpasir, lempung endapan, atau lempung liat. Tanah harus memiliki drainase baik karena alpukat sangat sensitif terhadap genangan air. pH tanah optimal berkisar 5,5-6,5, meskipun alpukat masih dapat tumbuh pada pH 5,0-7,0. Kedalaman efektif tanah minimal 1 meter untuk pertumbuhan akar yang optimal. Kandungan bahan organik minimal 3% sangat mendukung pertumbuhan tanaman.
5. Persiapan Bibit Berkualitas
Bibit alpukat berkualitas dapat diperoleh melalui perbanyakan generatif (biji) atau vegetatif (okulasi dan sambung pucuk/enten). Bibit vegetatif lebih direkomendasikan karena memiliki sifat sama dengan induk dan lebih cepat berbuah. Pilih bibit yang sehat dengan tinggi minimal 50-70 cm, batang kokoh berdiameter 1-1,5 cm, daun hijau segar, dan akar serabut banyak. Pastikan bibit bebas dari hama dan penyakit serta berasal dari sumber terpercaya. Bibit hasil okulasi atau enten biasanya dapat berbuah pada umur 2-3 tahun, sedangkan bibit dari biji baru berbuah setelah 4-6 tahun.
7. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Berapa lama alpukat dari biji bisa berbuah?
Tanaman alpukat yang ditanam dari biji biasanya baru akan berbuah setelah berumur 4-6 tahun, bahkan bisa lebih lama tergantung perawatan dan kondisi lingkungan. Metode ini memang lebih lambat dibandingkan dengan perbanyakan vegetatif seperti okulasi atau stek yang dapat berbuah dalam 2-3 tahun. Namun, tanaman dari biji umumnya memiliki sistem perakaran yang lebih kuat dan umur produktif yang lebih panjang.
2. Apakah alpukat bisa ditanam di pot selamanya?
Alpukat dapat ditanam di pot dalam jangka panjang asalkan ukuran pot cukup besar (minimal diameter 60-80 cm) dan dilakukan perawatan intensif. Namun, pertumbuhan dan produktivitas tanaman akan lebih terbatas dibandingkan yang ditanam di tanah terbuka. Untuk hasil optimal, lakukan penggantian media tanam setiap 2 tahun sekali dan pemangkasan rutin untuk mengontrol ukuran tajuk agar sesuai dengan kapasitas akar di dalam pot.
3. Media tanam apa yang paling baik untuk alpukat di polybag?
Media tanam terbaik untuk alpukat di polybag adalah campuran tanah gembur, pupuk kandang matang, dan sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1. Tambahkan pasir kasar sekitar 10% untuk meningkatkan drainase. Media ini harus memiliki pH 5,5-6,5, gembur, kaya bahan organik, dan tidak mudah padat. Hindari menggunakan tanah bekas atau tanah liat murni karena dapat menghambat pertumbuhan akar dan menyebabkan genangan air.
4. Bagaimana cara mempercepat pertumbuhan akar stek alpukat?
Untuk mempercepat pertumbuhan akar pada stek alpukat, gunakan hormon perangsang akar seperti Nature Stek atau produk sejenis yang dioleskan pada bagian batang yang dikerat. Pastikan media tanam gembur dan lembap namun tidak becek, serta letakkan stek di tempat teduh dengan kelembapan tinggi. Sungkup batang dengan plastik transparan selama 2 minggu untuk menjaga kelembapan dan mengurangi penguapan. Hindari pemindahan atau penggoyangan batang selama proses pertumbuhan akar berlangsung.
5. Apakah alpukat di botol bekas bisa berbuah?
Alpukat yang ditanam di botol bekas tidak akan bisa berbuah karena keterbatasan ruang untuk pertumbuhan akar dan batang. Metode botol bekas hanya cocok untuk tahap perkecambahan awal atau sebagai media sementara selama 2-3 bulan. Setelah bibit tumbuh setinggi 20-30 cm, harus segera dipindahkan ke pot atau polybag yang lebih besar agar tanaman dapat tumbuh optimal dan berpotensi berbuah di masa mendatang.
6. Berapa kali sehari alpukat perlu disiram?
Frekuensi penyiraman alpukat tergantung pada umur tanaman, media tanam, dan kondisi cuaca. Bibit muda memerlukan penyiraman 2 kali sehari (pagi dan sore) dengan jumlah secukupnya agar media tetap lembap namun tidak becek. Tanaman dewasa di tanah terbuka cukup disiram 1 kali sehari atau bahkan hanya saat terlihat kering pada musim kemarau. Pada musim hujan, penyiraman dapat dikurangi atau dihentikan. Prinsipnya, jangan sampai media terlalu basah karena alpukat sensitif terhadap genangan air.
7. Apa perbedaan menanam alpukat dari biji dan dari batang?
Perbedaan utama terletak pada waktu berbuah dan sifat tanaman. Alpukat dari biji membutuhkan waktu 4-6 tahun untuk berbuah dan sifat buahnya bisa berbeda dari induk karena faktor genetik. Namun, tanaman dari biji memiliki perakaran lebih kuat dan umur produktif lebih panjang. Sementara itu, alpukat dari stek batang atau metode vegetatif lainnya dapat berbuah lebih cepat (2-3 tahun) dan memiliki sifat buah yang sama persis dengan induknya, sehingga lebih disukai untuk budidaya komersial.
(kpl/fed)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba