Cara Menanam Mangga: Panduan Lengkap dari Persiapan hingga Panen

Cara Menanam Mangga: Panduan Lengkap dari Persiapan hingga Panen
cara menanam mangga

Kapanlagi.com - Mangga merupakan salah satu buah tropis favorit yang banyak digemari masyarakat Indonesia. Buah dengan rasa manis dan segar ini tidak hanya lezat dikonsumsi langsung, tetapi juga kaya akan manfaat untuk kesehatan tubuh. Menanam pohon mangga di pekarangan rumah bisa menjadi pilihan tepat untuk memenuhi kebutuhan buah keluarga sekaligus memberikan keteduhan.

Proses cara menanam mangga sebenarnya tidak terlalu rumit dan bisa dilakukan oleh siapa saja, bahkan pemula sekalipun. Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, pohon mangga dapat tumbuh subur dan menghasilkan buah yang lebat. Tanaman ini tergolong mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan di Indonesia.

Keberhasilan budidaya mangga sangat bergantung pada pemahaman tentang syarat tumbuh, teknik penanaman yang benar, serta perawatan rutin yang dilakukan. Artikel ini akan membahas secara lengkap cara menanam mangga mulai dari persiapan hingga masa panen, sehingga Anda dapat memulai berkebun mangga dengan hasil optimal.

1. Syarat Tumbuh Optimal Pohon Mangga

Syarat Tumbuh Optimal Pohon Mangga (c) Ilustrasi AI

Sebelum memulai cara menanam mangga, penting untuk memahami kondisi lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan tanaman ini. Pohon mangga akan tumbuh dengan baik pada ketinggian 0 hingga 500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Meskipun masih bisa tumbuh di dataran yang lebih tinggi, kualitas buah yang dihasilkan umumnya lebih baik di dataran rendah.

Iklim yang cocok untuk mangga adalah iklim kering, terutama saat musim kemarau. Kondisi kering sangat diperlukan untuk proses pembungaan yang optimal. Sebaliknya, jika ditanam di daerah dengan curah hujan tinggi, bunga mangga cenderung mudah gugur sehingga produktivitas buah menurun. Tanaman ini membutuhkan curah hujan antara 750 hingga 2.250 mm per tahun dengan masa kering sekitar 3 sampai 4 bulan.

Kondisi tanah yang ideal untuk cara menanam mangga adalah tanah yang gembur, mengandung banyak humus, dan memiliki drainase yang baik. Tanah lempung berpasir merupakan pilihan terbaik karena mampu menyimpan air dengan baik namun tidak menggenang. Tingkat keasaman tanah (pH) yang optimal berkisar antara 5,5 hingga 7,5. Suhu rata-rata yang dibutuhkan sekitar 24 hingga 27 derajat Celsius dengan paparan sinar matahari yang cukup sepanjang hari.

Melansir dari Cybext Kementerian Pertanian, pemilihan lokasi tanam yang tepat sesuai dengan syarat tumbuh ini akan sangat menentukan keberhasilan budidaya mangga. Lokasi yang mendapat sinar matahari penuh dan tidak terhalang bangunan atau pohon lain akan memberikan hasil yang lebih baik.

2. Pemilihan dan Persiapan Bibit Mangga Unggul

Pemilihan dan Persiapan Bibit Mangga Unggul (c) Ilustrasi AI

Langkah awal dalam cara menanam mangga yang benar adalah memilih bibit berkualitas unggul. Bibit mangga dapat diperoleh melalui beberapa metode perbanyakan, yaitu dari biji, okulasi, cangkok, atau sambung pucuk. Untuk hasil yang lebih cepat berbuah, disarankan menggunakan bibit hasil okulasi atau cangkok yang biasanya sudah bisa berbuah dalam waktu 2 hingga 3 tahun setelah tanam.

Bibit mangga yang baik memiliki ciri-ciri batang yang kokoh dan tegak, daun berwarna hijau segar dan rimbun, serta sistem perakaran yang kuat. Pastikan bibit bebas dari serangan hama dan penyakit dengan memeriksa kondisi daun dan batangnya secara teliti. Pilihlah bibit yang sudah berumur minimal 4 hingga 6 bulan dengan tinggi sekitar 25 hingga 30 cm untuk hasil penanaman yang optimal.

Jika ingin menanam mangga dari biji, pilih buah mangga yang matang sempurna, sehat, dan berkualitas baik. Ambil biji dari dalam buah, bersihkan dari sisa daging buah, kemudian keringkan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari. Setelah kering, buka cangkang biji dengan hati-hati untuk mengambil kotiledon atau keping lembaga yang akan dijadikan bibit.

Untuk persemaian bibit dari biji, siapkan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1. Tanam kotiledon pada kedalaman sekitar 2 hingga 3 cm dalam media semai. Jaga kelembapan media dengan penyiraman rutin, dan dalam waktu sekitar 2 minggu bibit akan mulai berkecambah. Bibit yang sudah berumur 4 bulan dan memiliki tinggi 25 hingga 30 cm siap dipindahkan ke polybag atau langsung ke lahan tanam.

3. Persiapan Lahan dan Media Tanam

Persiapan Lahan dan Media Tanam (c) Ilustrasi AI

Persiapan lahan merupakan tahap penting dalam cara menanam mangga yang tidak boleh diabaikan. Mulailah dengan membersihkan lahan dari rumput liar, gulma, alang-alang, dan sisa-sisa tanaman lain yang dapat mengganggu pertumbuhan. Buang juga sisa kayu atau akar yang mati untuk mencegah tumbuhnya sarang rayap yang dapat merusak tanaman.

Setelah lahan bersih, lakukan penggemburan tanah dengan mencangkul sedalam 30 hingga 40 cm. Penggemburan ini bertujuan agar tanah tidak menggumpal dan aerasi tanah menjadi lebih baik. Buat lubang tanam dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm untuk penanaman di lahan terbuka. Jika menanam lebih dari satu pohon, berikan jarak tanam sekitar 6 x 8 meter agar setiap pohon memiliki ruang tumbuh yang cukup.

Tanah galian dari lubang tanam dicampur dengan pupuk kandang atau kompos sebanyak satu karung dan sekam dengan perbandingan yang seimbang. Campuran ini akan menjadi media tanam yang kaya nutrisi untuk mendukung pertumbuhan akar. Setelah lubang dibuat, biarkan terbuka selama 1 hingga 2 minggu agar terkena sinar matahari. Proses ini penting untuk membunuh bakteri merugikan dan menghilangkan gas-gas beracun yang ada di dalam tanah.

Untuk penanaman mangga dalam pot atau tabulampot, pilih pot dengan diameter minimal 40 hingga 80 cm yang memiliki lubang drainase di bagian bawah. Media tanam untuk pot menggunakan campuran pupuk kandang, pasir, dan sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1. Isi bagian dasar pot dengan pecahan genting atau batu bata untuk mencegah media tanam terbawa keluar saat penyiraman.

4. Teknik Penanaman Mangga yang Benar

Waktu terbaik untuk melakukan penanaman mangga adalah pada awal musim hujan, terutama saat pagi atau sore hari. Pemilihan waktu ini bertujuan untuk menjaga suplai air yang cukup bagi tanaman muda yang membutuhkan kelembapan lebih tinggi. Hindari menanam saat terik matahari untuk mencegah stres pada bibit.

Cara menanam mangga dimulai dengan mengisi setengah bagian lubang tanam dengan campuran tanah dan pupuk yang telah disiapkan. Keluarkan bibit dari polybag dengan hati-hati agar media semai dan akar tidak rusak. Letakkan bibit tepat di tengah lubang dalam posisi tegak lurus, pastikan kedalaman penanaman sama dengan kedalaman bibit saat di polybag.

Timbun sisa lubang dengan tanah galian yang sudah dicampur pupuk hingga menutupi pangkal batang. Padatkan tanah di sekitar batang dengan menekan perlahan agar bibit berdiri kokoh dan tidak mudah roboh. Buat guludan atau gundukan tanah di sekeliling batang untuk menahan air saat penyiraman. Setelah penanaman selesai, siram tanaman dengan air secukupnya hingga tanah terlihat basah merata.

Untuk memperkuat batang tanaman muda, pasang ajir atau kayu penyangga di samping batang. Ikat batang ke ajir dengan tali secara longgar agar tanaman tidak roboh tertiup angin kencang. Penyangga ini dapat dilepas setelah tanaman tumbuh kuat dan akar sudah menyatu dengan baik di dalam tanah, biasanya setelah 6 hingga 12 bulan penanaman.

5. Perawatan dan Pemeliharaan Pohon Mangga

Perawatan dan Pemeliharaan Pohon Mangga (c) Ilustrasi AI

Perawatan rutin sangat menentukan keberhasilan dalam cara menanam mangga hingga menghasilkan buah yang lebat. Penyiraman merupakan aspek penting, terutama untuk tanaman muda yang membutuhkan air lebih banyak. Lakukan penyiraman secara rutin dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Setelah tanaman dewasa, frekuensi penyiraman dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kelembapan tanah.

Pemupukan dilakukan secara berkala untuk menjaga kesuburan tanaman. Berikan pupuk kandang atau kompos setiap 3 hingga 4 minggu sekali dengan takaran yang disesuaikan dengan umur tanaman. Untuk tanaman yang sudah mulai berbunga, berikan pupuk dengan kandungan fosfor (P) tinggi untuk mendukung pembentukan bunga dan buah. Setelah buah mulai terbentuk, tambahkan pupuk kalium (K) untuk meningkatkan kualitas dan ukuran buah.

Penyiangan gulma harus dilakukan secara rutin untuk mencegah persaingan dalam penyerapan nutrisi. Cabut rumput liar dan tanaman pengganggu yang tumbuh di sekitar pohon mangga. Lakukan pembumbunan dengan menimbun kembali tanah yang merosot akibat erosi atau terbawa air hujan. Hal ini penting untuk menjaga kestabilan akar dan mencegah akar terekspos.

Pemangkasan merupakan bagian penting dari perawatan pohon mangga. Pangkas cabang-cabang yang kering, mati, atau terserang penyakit untuk menjaga kesehatan tanaman. Pemangkasan juga dilakukan untuk membentuk kanopi yang ideal sehingga sinar matahari dapat masuk dengan baik dan sirkulasi udara lancar. Lakukan pemangkasan secara teratur untuk merangsang pertumbuhan tunas baru yang menjadi tempat munculnya bunga dan buah.

6. Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dan penyakit merupakan bagian penting dalam cara menanam mangga yang tidak boleh diabaikan. Beberapa hama yang sering menyerang pohon mangga antara lain lalat buah, kepik buah, tungau, wareng, dan codot. Lalat buah menyerang dengan cara meletakkan telur di dalam buah muda, sehingga buah menjadi busuk dan gugur sebelum matang.

Untuk mengendalikan lalat buah, lakukan pembungkusan buah muda dengan kantong plastik atau kertas. Cara ini efektif mencegah lalat buah meletakkan telur pada buah. Selain itu, pasang perangkap lalat buah di sekitar pohon menggunakan atraktan atau feromon. Jika serangan sudah parah, semprotkan insektisida sesuai dosis anjuran pada saat yang tepat.

Penyakit yang sering menyerang mangga antara lain antraknosa, embun jelaga, dan busuk buah. Antraknosa ditandai dengan bercak hitam pada daun dan buah yang dapat menyebabkan buah gugur. Untuk pencegahan, jaga kebersihan kebun dengan membuang daun dan buah yang jatuh. Lakukan penyemprotan fungisida secara berkala terutama saat musim hujan ketika kelembapan tinggi.

Pengendalian hama dan penyakit sebaiknya dilakukan secara terpadu dengan menggabungkan metode kultur teknis, biologis, dan kimia. Jaga sanitasi kebun dengan baik, lakukan pemangkasan untuk meningkatkan sirkulasi udara, dan gunakan pestisida hanya saat diperlukan. Monitoring rutin terhadap kondisi tanaman akan membantu mendeteksi serangan hama dan penyakit sejak dini sehingga pengendalian dapat dilakukan lebih efektif.

7. Masa Panen dan Penanganan Pasca Panen

Masa Panen dan Penanganan Pasca Panen (c) Ilustrasi AI

Pohon mangga yang ditanam dari bibit okulasi atau cangkok umumnya mulai berbuah pada umur 2 hingga 3 tahun setelah tanam. Sementara itu, mangga yang ditanam dari biji membutuhkan waktu lebih lama, yaitu sekitar 5 hingga 6 tahun untuk mulai berbuah. Masa panen mangga biasanya terjadi pada musim kemarau ketika buah sudah mencapai tingkat kematangan optimal.

Ciri-ciri buah mangga yang siap panen antara lain warna kulit yang mulai berubah dari hijau menjadi kekuningan atau kemerahan tergantung varietasnya, aroma harum yang khas mulai tercium, dan tekstur buah yang sedikit lunak saat ditekan. Buah yang sudah matang di pohon akan memiliki rasa yang lebih manis dan aroma yang lebih kuat dibandingkan buah yang dipanen muda.

Pemanenan harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan pada buah. Gunakan gunting atau pisau tajam untuk memotong tangkai buah dengan menyisakan sekitar 2 hingga 3 cm tangkai. Hindari memetik buah dengan cara menarik atau memutar karena dapat merusak cabang dan buah. Letakkan buah hasil panen dalam wadah yang diberi alas lembut untuk mencegah memar atau luka yang dapat mempercepat pembusukan.

Penanganan pasca panen yang baik akan menjaga kualitas buah mangga tetap prima. Sortasi buah berdasarkan ukuran dan tingkat kematangan untuk memudahkan pemasaran. Buah yang akan disimpan sebaiknya dipilih yang masih agak keras dan belum terlalu matang.

Simpan di tempat yang sejuk dan kering dengan suhu sekitar 10 hingga 15 derajat Celsius untuk memperpanjang masa simpan. Dengan cara menanam mangga yang benar dan penanganan pasca panen yang tepat, Anda dapat menikmati buah mangga berkualitas dari kebun sendiri.

8. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan) (c) Ilustrasi AI

Berapa lama pohon mangga mulai berbuah?

Waktu pohon mangga mulai berbuah tergantung pada jenis bibit yang digunakan. Bibit hasil okulasi atau cangkok biasanya mulai berbuah pada umur 2 hingga 3 tahun setelah tanam. Sementara itu, bibit dari biji membutuhkan waktu lebih lama, yaitu sekitar 5 hingga 6 tahun untuk mulai menghasilkan buah pertama kali.

Apakah mangga bisa ditanam dalam pot?

Ya, mangga bisa ditanam dalam pot atau tabulampot dengan memilih varietas mangga kerdil yang tidak tumbuh terlalu tinggi. Gunakan pot berdiameter minimal 40 hingga 80 cm dengan lubang drainase yang baik. Media tanam untuk pot menggunakan campuran pupuk kandang, pasir, dan sekam bakar dengan perbandingan yang tepat agar tanaman dapat tumbuh optimal.

Bagaimana cara agar pohon mangga cepat berbuah?

Untuk mempercepat pembuahan, gunakan bibit hasil okulasi atau cangkok dari induk unggul. Lakukan pemupukan secara teratur dengan pupuk yang mengandung fosfor tinggi saat memasuki masa pembungaan. Pemangkasan rutin juga penting untuk merangsang pertumbuhan tunas baru yang menjadi tempat munculnya bunga dan buah.

Berapa jarak tanam ideal untuk pohon mangga?

Jarak tanam ideal untuk pohon mangga adalah sekitar 6 x 8 meter antar pohon. Jarak ini memberikan ruang tumbuh yang cukup bagi setiap pohon untuk berkembang optimal tanpa saling berebut sinar matahari dan nutrisi. Pada tanah yang kurang subur, jarak tanam bisa dibuat lebih rapat, sedangkan pada tanah subur bisa lebih renggang.

Pupuk apa yang bagus untuk pohon mangga?

Pupuk yang bagus untuk pohon mangga adalah kombinasi pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos yang diberikan secara rutin setiap 3 hingga 4 minggu sekali. Untuk meningkatkan pembungaan, berikan pupuk dengan kandungan fosfor tinggi. Setelah buah terbentuk, tambahkan pupuk kalium untuk meningkatkan kualitas dan ukuran buah.

Bagaimana cara mengatasi bunga mangga yang rontok?

Bunga mangga yang rontok biasanya disebabkan oleh kelembapan yang terlalu tinggi atau serangan hama dan penyakit. Untuk mengatasinya, pastikan drainase lahan baik agar tidak tergenang air. Lakukan pemangkasan untuk meningkatkan sirkulasi udara dan kurangi kelembapan di sekitar tajuk pohon. Berikan pupuk yang mengandung kalsium dan boron untuk mengurangi kerontokan bunga dan bakal buah.

Apakah pohon mangga perlu disiram setiap hari?

Pohon mangga muda membutuhkan penyiraman rutin setiap hari, terutama pada pagi dan sore hari untuk menjaga kelembapan tanah. Setelah pohon dewasa, frekuensi penyiraman dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kelembapan tanah. Pada musim hujan, penyiraman bisa dikurangi, sedangkan pada musim kemarau perlu penyiraman lebih intensif terutama saat tanaman sedang berbunga dan berbuah.

```

(kpl/cmk)

Rekomendasi
Trending