Cara Menanam Terong: Panduan Lengkap untuk Pemula
cara menanam terong
Kapanlagi.com - Terong merupakan salah satu sayuran populer yang banyak dibudidayakan di Indonesia karena mudah tumbuh dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Tanaman ini dapat ditanam di lahan luas maupun di pekarangan rumah menggunakan polybag. Cara menanam terong yang tepat akan menghasilkan buah berkualitas dengan produktivitas optimal.
Budidaya terong tidak memerlukan teknik yang rumit sehingga cocok untuk pemula yang ingin memulai berkebun. Tanaman ini tumbuh baik di dataran rendah hingga menengah dengan suhu optimal antara 22-30 derajat Celsius. Dengan perawatan yang tepat, terong dapat dipanen dalam waktu 2-3 bulan setelah tanam.
Keberhasilan menanam terong sangat bergantung pada pemilihan varietas, persiapan media tanam, dan teknik perawatan yang konsisten. Memahami cara menanam terong dengan benar akan membantu petani atau hobiis mendapatkan hasil panen yang memuaskan. Artikel ini akan membahas langkah-langkah praktis budidaya terong dari awal hingga panen.
Advertisement
1. Persiapan Lahan dan Media Tanam
Persiapan lahan merupakan tahap krusial dalam budidaya terong yang akan menentukan keberhasilan pertumbuhan tanaman. Lahan yang akan digunakan harus diolah terlebih dahulu hingga gembur agar akar tanaman dapat berkembang dengan baik. Pengolahan tanah dilakukan dengan cara mencangkul atau membajak sedalam 30-40 cm untuk memperbaiki struktur dan aerasi tanah.
Setelah tanah gembur, buatlah bedengan dengan ukuran lebar 1 meter dan tinggi 40 cm dengan panjang menyesuaikan lahan yang tersedia. Bedengan berfungsi untuk mengatur drainase air dan memudahkan perawatan tanaman. Jarak antar bedengan sebaiknya 50-60 cm untuk memudahkan akses saat pemeliharaan dan pemanenan.
Campurkan pupuk kandang atau kompos sebanyak 2-3 kg per meter persegi ke dalam tanah bedengan untuk meningkatkan kesuburan. Media tanam yang baik untuk terong adalah campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam dengan perbandingan 2:1:1. Biarkan bedengan selama 7-10 hari sebelum penanaman agar pupuk tercampur sempurna dengan tanah.
Untuk penanaman di polybag, siapkan polybag ukuran minimal 40x40 cm dengan lubang drainase di bagian bawah. Isi polybag dengan media tanam yang telah dicampur hingga tiga perempat bagian. Pastikan lokasi penanaman mendapat sinar matahari langsung minimal 6 jam per hari untuk pertumbuhan optimal.
2. Pemilihan dan Penyemaian Benih Terong
Pemilihan benih berkualitas menjadi faktor penting dalam menentukan produktivitas tanaman terong. Pilihlah benih dari varietas unggul yang sesuai dengan kondisi iklim dan ketinggian tempat budidaya. Benih yang baik memiliki daya kecambah minimal 80% dengan ukuran seragam dan tidak cacat.
Sebelum disemai, rendamlah benih terong dalam air hangat-hangat kuku selama 15 menit untuk mempercepat proses perkecambahan. Proses perendaman ini membantu melunakkan kulit benih sehingga lebih mudah berkecambah. Setelah direndam, tiriskan benih dan biarkan hingga permukaan kering sebelum disemai.
Siapkan media semai berupa campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam dengan perbandingan 1:1:1 dalam tray semai atau polybag kecil. Buatlah lubang tanam sedalam 1-2 cm dengan jarak antar lubang 5 cm. Masukkan 1-2 benih per lubang, tutup tipis dengan tanah, lalu siram dengan sprayer agar media tetap lembab.
Letakkan persemaian di tempat teduh dengan sirkulasi udara baik dan lindungi dari hujan langsung. Benih akan berkecambah dalam 5-7 hari setelah semai. Lakukan penyiraman rutin setiap pagi dan sore hari untuk menjaga kelembaban media. Bibit siap dipindahkan ke lahan atau polybag setelah berumur 3-4 minggu atau memiliki 4-5 helai daun sejati.
3. Teknik Penanaman Terong yang Benar
- Pembuatan Lubang Tanam: Buat lubang tanam pada bedengan dengan kedalaman 10-15 cm dan diameter 15 cm. Jarak tanam ideal adalah 60x70 cm untuk memberikan ruang tumbuh yang cukup. Lubang tanam sebaiknya dibuat 1-2 hari sebelum penanaman dan disiram hingga basah.
- Waktu Penanaman: Lakukan penanaman pada sore hari atau pagi hari untuk menghindari stres pada bibit akibat sinar matahari langsung. Pilih bibit yang sehat dengan batang kokoh dan daun hijau segar tanpa tanda-tanda penyakit. Keluarkan bibit dari polybag semai dengan hati-hati agar akar tidak rusak.
- Cara Menanam: Masukkan bibit ke dalam lubang tanam dengan posisi tegak lurus dan pastikan kedalaman tanam sama dengan kedalaman saat di persemaian. Timbun lubang dengan tanah sambil sedikit dipadatkan agar bibit berdiri kokoh. Siram tanaman dengan air secukupnya hingga tanah di sekitar bibit basah merata.
- Penanaman di Polybag: Untuk penanaman di polybag, buat lubang di tengah media tanam sedalam ukuran polybag semai. Masukkan bibit beserta tanah yang menempel pada akarnya ke dalam lubang. Padatkan media di sekeliling bibit dan siram hingga air keluar dari lubang drainase.
- Pemasangan Ajir: Pasang ajir atau tongkat penyangga setinggi 1 meter di samping tanaman untuk menopang batang saat tanaman mulai berbuah. Ikat batang tanaman ke ajir secara longgar menggunakan tali rafia agar tidak merusak batang. Ajir dipasang sejak awal untuk menghindari kerusakan akar saat pemasangan di kemudian hari.
- Penyulaman: Lakukan pengamatan selama 7-10 hari setelah tanam untuk mengidentifikasi tanaman yang mati atau pertumbuhannya tidak normal. Segera lakukan penyulaman dengan bibit cadangan yang seumur agar pertumbuhan tanaman seragam. Penyulaman sebaiknya dilakukan maksimal 2 minggu setelah tanam.
Melansir dari Food and Agriculture Organization (FAO), jarak tanam yang tepat sangat mempengaruhi produktivitas terong karena berkaitan dengan kompetisi cahaya, air, dan unsur hara antar tanaman. Jarak tanam yang terlalu rapat akan menyebabkan tanaman saling menaungi dan meningkatkan kelembaban yang memicu penyakit.
4. Pemeliharaan dan Perawatan Tanaman Terong
- Penyiraman: Lakukan penyiraman secara rutin setiap pagi dan sore hari terutama pada fase pertumbuhan awal. Kebutuhan air meningkat saat tanaman mulai berbunga dan berbuah. Kurangi frekuensi penyiraman saat musim hujan untuk menghindari genangan air yang dapat menyebabkan busuk akar.
- Pemupukan: Berikan pupuk susulan pertama saat tanaman berumur 2 minggu setelah tanam menggunakan pupuk NPK dengan dosis 5 gram per tanaman. Pemupukan kedua dilakukan saat tanaman berumur 4 minggu dengan dosis 10 gram per tanaman. Pemupukan selanjutnya diberikan setiap 2 minggu sekali hingga masa panen dengan dosis yang sama.
- Penyiangan: Bersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman secara berkala minimal 2 minggu sekali. Gulma dapat menjadi kompetitor dalam penyerapan unsur hara dan air serta menjadi inang hama dan penyakit. Lakukan penyiangan dengan hati-hati agar tidak merusak akar tanaman terong.
- Pemangkasan: Lakukan pemangkasan tunas air atau tunas yang tumbuh di ketiak daun untuk memusatkan energi pada pertumbuhan buah. Buang juga daun-daun tua atau yang terserang penyakit untuk menjaga kesehatan tanaman. Pemangkasan dilakukan saat tanaman mulai berbunga menggunakan gunting yang tajam dan steril.
- Pengendalian Hama: Hama utama pada tanaman terong adalah kutu daun, ulat penggerek buah, dan tungau. Lakukan monitoring rutin untuk mendeteksi serangan hama sejak dini. Pengendalian dapat dilakukan secara mekanis dengan membuang bagian tanaman yang terserang atau menggunakan pestisida nabati seperti ekstrak daun mimba.
- Pengendalian Penyakit: Penyakit yang sering menyerang terong adalah layu bakteri, busuk buah, dan bercak daun. Pencegahan dilakukan dengan menjaga sanitasi kebun, rotasi tanaman, dan penggunaan varietas tahan penyakit. Jika terjadi serangan, segera buang tanaman yang terinfeksi dan aplikasikan fungisida sesuai dosis anjuran.
- Pengairan: Buatlah parit di antara bedengan untuk sistem pengairan yang baik. Genangi parit dengan air hingga setinggi bedengan kemudian kurangi hingga setengahnya untuk menjaga kelembaban tanah. Sistem pengairan yang baik akan membantu tanaman terhindar dari kekeringan atau kelebihan air.
5. Masa Panen dan Pascapanen Terong
Tanaman terong mulai berbunga pada umur 30-40 hari setelah tanam dan siap dipanen pada umur 60-70 hari tergantung varietasnya. Buah terong yang siap panen memiliki ciri-ciri ukuran maksimal sesuai varietas, warna kulit mengkilap, dan tekstur buah masih keras saat ditekan. Panen dilakukan dengan memotong tangkai buah menggunakan gunting atau pisau tajam untuk menghindari kerusakan pada tanaman.
Lakukan pemanenan secara berkala setiap 2-3 hari sekali untuk menjaga kualitas buah dan merangsang pembungaan berikutnya. Panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari saat suhu udara masih sejuk agar buah tidak cepat layu. Hindari memanen buah yang terlalu tua karena akan memiliki biji yang keras dan rasa yang pahit.
Satu tanaman terong dapat menghasilkan 8-15 buah per periode tanam dengan berat rata-rata 150-300 gram per buah tergantung varietas. Produktivitas tanaman dapat ditingkatkan dengan perawatan intensif dan pemupukan yang tepat. Masa produktif tanaman terong dapat mencapai 3-4 bulan dengan pemanenan yang berkelanjutan.
Setelah panen, sortir buah berdasarkan ukuran dan kualitas untuk memudahkan pemasaran. Buah terong yang baik memiliki kulit mulus tanpa cacat, ukuran seragam, dan bebas dari serangan hama. Simpan buah di tempat sejuk dengan suhu 10-12 derajat Celsius untuk menjaga kesegaran hingga 7-10 hari. Untuk penyimpanan lebih lama, buah dapat disimpan dalam lemari pendingin pada suhu 7-10 derajat Celsius.
6. Tips Sukses Budidaya Terong untuk Pemula
Keberhasilan budidaya terong sangat dipengaruhi oleh pemahaman tentang syarat tumbuh optimal tanaman ini. Terong membutuhkan lokasi dengan paparan sinar matahari penuh minimal 6-8 jam per hari untuk fotosintesis yang maksimal. Suhu ideal untuk pertumbuhan terong adalah 22-30 derajat Celsius dengan kelembaban udara 60-80 persen.
Pemilihan varietas yang tepat sesuai dengan tujuan budidaya dan kondisi lingkungan sangat penting untuk diperhatikan. Untuk konsumsi rumah tangga, varietas terong ungu lokal atau terong hijau bisa menjadi pilihan karena mudah dirawat. Sementara untuk tujuan komersial, pilihlah varietas hibrida yang memiliki produktivitas tinggi dan tahan terhadap hama penyakit.
Konsistensi dalam perawatan menjadi kunci utama kesuksesan menanam terong di rumah maupun lahan komersial. Buatlah jadwal rutin untuk penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama penyakit. Catat setiap kegiatan budidaya dalam buku catatan untuk evaluasi dan perbaikan pada musim tanam berikutnya.
Bergabung dengan komunitas petani atau kelompok tani dapat memberikan banyak manfaat dalam bertukar pengalaman dan informasi. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan penyuluh pertanian setempat jika menghadapi masalah dalam budidaya. Terus belajar dan berinovasi akan membantu meningkatkan keterampilan dan hasil panen yang lebih baik dari waktu ke waktu.
7. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk panen terong?
Tanaman terong umumnya dapat dipanen pada umur 60-70 hari setelah tanam atau sekitar 2-3 bulan tergantung varietasnya. Buah terong siap dipanen saat ukuran sudah maksimal, warna kulit mengkilap, dan tekstur masih keras. Pemanenan dapat dilakukan secara berkala setiap 2-3 hari sekali selama masa produktif tanaman yang mencapai 3-4 bulan.
Apakah terong bisa ditanam di polybag?
Ya, terong sangat cocok ditanam di polybag terutama untuk lahan terbatas seperti pekarangan rumah. Gunakan polybag berukuran minimal 40x40 cm dengan media tanam campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam. Pastikan polybag memiliki lubang drainase yang cukup dan ditempatkan di lokasi yang mendapat sinar matahari penuh untuk hasil optimal.
Berapa jarak tanam ideal untuk terong?
Jarak tanam ideal untuk terong adalah 60x70 cm atau 70x70 cm tergantung varietas dan kesuburan tanah. Jarak tanam yang tepat memberikan ruang tumbuh yang cukup untuk perkembangan akar, batang, dan tajuk tanaman. Jarak yang terlalu rapat akan menyebabkan kompetisi unsur hara dan meningkatkan kelembaban yang memicu penyakit.
Pupuk apa yang bagus untuk tanaman terong?
Pupuk terbaik untuk terong adalah kombinasi pupuk organik dan anorganik. Gunakan pupuk kandang atau kompos sebagai pupuk dasar saat persiapan lahan dengan dosis 2-3 kg per meter persegi. Untuk pupuk susulan, berikan pupuk NPK dengan perbandingan 16:16:16 atau 15:15:15 setiap 2 minggu sekali dengan dosis 5-10 gram per tanaman.
Bagaimana cara mengatasi hama pada tanaman terong?
Pengendalian hama pada terong dapat dilakukan secara terpadu mulai dari pencegahan hingga pengendalian. Lakukan monitoring rutin untuk deteksi dini serangan hama. Pengendalian mekanis dengan membuang bagian tanaman yang terserang dapat dilakukan untuk serangan ringan. Untuk serangan berat, gunakan pestisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau pestisida kimia sesuai dosis anjuran.
Apakah terong membutuhkan banyak air?
Terong membutuhkan air yang cukup terutama pada fase pertumbuhan vegetatif dan pembentukan buah. Lakukan penyiraman rutin setiap pagi dan sore hari dengan volume air yang cukup untuk membasahi zona perakaran. Namun hindari genangan air karena dapat menyebabkan busuk akar. Kurangi frekuensi penyiraman saat musim hujan dan tingkatkan saat musim kemarau.
Bisakah terong ditanam sepanjang tahun?
Terong dapat ditanam sepanjang tahun di daerah tropis seperti Indonesia dengan kondisi iklim yang mendukung. Namun hasil terbaik diperoleh saat musim kemarau karena intensitas cahaya matahari optimal dan kelembaban terkontrol. Penanaman di musim hujan memerlukan perhatian ekstra terhadap drainase dan pengendalian penyakit yang lebih intensif karena kelembaban tinggi.
(kpl/cmk)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba