Cara Menggunakan Tampon: Panduan Lengkap untuk Pemula
cara menggunakan tampon (c) Ilustrasi AI
Kapanlagi.com - Tampon merupakan alternatif produk sanitasi yang semakin populer di kalangan wanita aktif. Berbeda dengan pembalut biasa, tampon digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam vagina untuk menyerap darah menstruasi dari dalam. Meski terdengar rumit, cara menggunakan tampon sebenarnya cukup mudah jika dilakukan dengan benar.
Produk berbentuk silinder ini terbuat dari bahan katun atau rayon yang aman dan nyaman digunakan. Tampon memiliki berbagai ukuran daya serap, mulai dari light hingga ultra, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan aliran menstruasi. Pada ujungnya terdapat tali penarik yang berfungsi untuk mengeluarkan tampon setelah digunakan.
Melansir dari Food and Drug Administration Amerika Serikat, tampon telah diakui sebagai alat medis kelas II yang aman digunakan. Bagi pemula yang ingin mencoba, memahami cara menggunakan tampon dengan tepat sangat penting untuk memastikan kenyamanan dan keamanan selama menstruasi.
Advertisement
1. Apa Itu Tampon dan Fungsinya
Tampon adalah produk kesehatan wanita berbentuk silinder yang dirancang khusus untuk menyerap darah menstruasi. Kata tampon berasal dari bahasa Prancis "tampion" yang berarti potongan pakaian untuk menyumbat lubang. Produk ini terbuat dari bahan penyerap seperti katun, rayon, atau campuran keduanya yang dipadatkan dalam bentuk tabung kecil.
Fungsi utama tampon sama dengan pembalut, yaitu menampung darah haid yang keluar selama siklus menstruasi. Perbedaan mendasarnya terletak pada cara penggunaan, di mana tampon dimasukkan ke dalam vagina untuk menyerap darah dari dalam, sementara pembalut ditempelkan pada celana dalam untuk menampung darah dari luar. Tampon dilengkapi dengan tali pada salah satu ujungnya yang berfungsi sebagai alat untuk menarik dan mengeluarkan tampon setelah digunakan.
Menurut studi yang dipublikasikan dalam European Journal of Obstetrics & Gynecology and Reproductive Biology, penggunaan tampon memberikan kebebasan bergerak lebih besar bagi wanita selama menstruasi. Produk ini sangat populer di kalangan atlet, penari, instruktur senam, dan wanita dengan mobilitas tinggi karena tidak mengganggu aktivitas fisik.
Tampon tersedia dalam berbagai ukuran daya serap yang dapat disesuaikan dengan volume aliran menstruasi. Klasifikasi daya serap tampon meliputi light (hingga 6 gram), regular (6-9 gram), super (9-12 gram), super plus (11-15 gram), dan ultra (15-18 gram). Pemilihan ukuran yang tepat sangat penting untuk kenyamanan dan mencegah kebocoran.
2. Persiapan Sebelum Menggunakan Tampon
Persiapan yang matang sebelum menggunakan tampon sangat penting, terutama bagi pemula. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan kebersihan tangan dengan mencuci menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir. Kebersihan tangan sangat krusial karena akan bersentuhan langsung dengan area vagina yang sensitif terhadap infeksi.
Pilihlah tampon yang masih tersegel dengan baik dan belum pernah dibuka sebelumnya untuk memastikan sterilitas produk. Untuk penggunaan pertama kali, disarankan memilih tampon berukuran regular dengan aplikator untuk memudahkan proses pemasangan. Periksa tali penarik pada ujung tampon dengan cara menariknya perlahan untuk memastikan kekuatannya dan tidak mudah putus.
Kondisi mental dan fisik yang rileks sangat mempengaruhi kemudahan dalam cara menggunakan tampon. Ketegangan otot vagina akan membuat proses pemasangan menjadi tidak nyaman bahkan menyakitkan. Lakukan latihan pernapasan untuk membantu tubuh lebih rileks sebelum memulai. Carilah informasi tambahan melalui video tutorial atau berdiskusi dengan orang yang berpengalaman menggunakan tampon.
Siapkan posisi yang nyaman untuk memasang tampon. Beberapa posisi yang dapat dicoba antara lain duduk di toilet dengan lutut terbuka lebar, berdiri dengan satu kaki diangkat dan ditahan di kursi atau tembok, atau berbaring di kasur dengan kaki dibuka lebar. Pilihlah posisi yang paling nyaman dan memudahkan akses ke area vagina.
3. Langkah-Langkah Cara Menggunakan Tampon
- Buka kemasan tampon dengan hati-hati. Pastikan tampon masih dalam kondisi bersih dan steril. Pegang bagian tengah aplikator dengan ibu jari dan jari tengah, pastikan tali penarik sudah berada di posisi bawah dan menjuntai keluar dari plunger.
- Posisikan tubuh dengan nyaman. Duduklah di toilet dengan kaki terbuka lebar atau pilih posisi lain yang membuat Anda rileks. Ambil napas dalam-dalam untuk membantu otot-otot vagina menjadi lebih rileks dan tidak tegang.
- Buka labia vagina dengan satu tangan. Gunakan tangan yang tidak memegang tampon untuk membuka bibir vagina agar lubang vagina terlihat jelas. Ini akan memudahkan proses memasukkan tampon ke posisi yang tepat.
- Masukkan ujung aplikator ke dalam vagina. Arahkan aplikator tampon pada sudut 45 derajat menuju ke arah punggung, bukan lurus ke atas. Dorong aplikator secara perlahan dan lembut hingga jari-jari Anda menyentuh tubuh atau hingga bagian grip aplikator menyentuh area vagina.
- Tekan plunger untuk melepaskan tampon. Gunakan jari telunjuk untuk mendorong plunger ke dalam tabung aplikator. Gerakan ini akan mendorong tampon keluar dari aplikator dan masuk ke posisi yang tepat di dalam vagina.
- Tarik aplikator keluar dengan lembut. Setelah tampon terpasang, tarik aplikator keluar dari vagina sambil memastikan tali tampon tetap berada di luar. Jika tampon terpasang dengan benar, Anda seharusnya tidak merasakan keberadaannya sama sekali.
- Buang aplikator bekas pakai. Masukkan aplikator kembali ke dalam pembungkus dan buang ke tempat sampah. Jangan membuang aplikator ke dalam toilet karena dapat menyebabkan penyumbatan.
Mengutip dari Planned Parenthood, jika Anda masih merasakan tampon setelah dipasang, kemungkinan posisinya belum tepat. Tampon yang terpasang dengan benar seharusnya tidak terasa sama sekali karena berada di bagian vagina yang memiliki sedikit ujung saraf. Jika terasa tidak nyaman, keluarkan tampon dan coba lagi dengan yang baru menggunakan teknik yang lebih tepat.
4. Cara Melepas dan Mengganti Tampon
Melepas tampon jauh lebih mudah dibandingkan memasangnya. Proses ini harus dilakukan secara rutin setiap 4-8 jam sekali untuk menjaga kebersihan dan mencegah risiko infeksi. Jangan pernah menggunakan satu tampon lebih dari 8 jam karena dapat meningkatkan risiko toxic shock syndrome (TSS), kondisi langka namun berbahaya yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri berlebih.
Langkah pertama untuk melepas tampon adalah mencari posisi yang nyaman, sama seperti saat memasangnya. Anda bisa duduk di toilet, berjongkok, atau berdiri dengan satu kaki diangkat. Pastikan tubuh dalam kondisi rileks agar proses pelepasan berjalan lancar tanpa rasa sakit atau ketidaknyamanan.
Carilah tali tampon yang menjuntai di bagian luar vagina. Pegang tali tersebut dengan jari tangan yang bersih, lalu tarik secara perlahan namun mantap dengan arah sedikit ke bawah dan ke depan. Tampon akan keluar dengan mudah mengikuti arah tarikan. Jika tampon terasa sulit keluar, cobalah untuk mengejan sedikit agar tampon terdorong ke bawah.
Setelah tampon keluar, bungkus dengan tisu atau kertas toilet dan buang ke tempat sampah. Jangan membuang tampon ke dalam toilet karena dapat menyebabkan penyumbatan saluran air. Jika Anda ingin melanjutkan menggunakan tampon, ulangi cara menggunakan tampon dari awal dengan produk yang baru. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah mengganti tampon.
5. Tips Aman Menggunakan Tampon
Keamanan dalam menggunakan tampon sangat penting untuk mencegah berbagai risiko kesehatan. Menurut UNICEF, penggunaan tampon sering dikaitkan dengan toxic shock syndrome (TSS), penyakit langka namun berpotensi fatal yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Gejala TSS meliputi demam tinggi, muntah, diare, nyeri otot, dan tenggorokan kering.
Untuk meminimalkan risiko TSS, gunakan tampon dengan daya serap terendah yang sesuai dengan volume aliran menstruasi Anda. Jangan menggunakan tampon dengan daya serap super atau ultra jika aliran darah Anda tidak terlalu banyak. Ganti tampon secara teratur setiap 4-8 jam dan jangan pernah menggunakan satu tampon lebih dari 8 jam, bahkan saat tidur.
Pertimbangkan untuk menggunakan tampon dan pembalut secara bergantian. Misalnya, gunakan tampon saat beraktivitas di siang hari dan beralih ke pembalut saat tidur malam. Cara ini dapat mengurangi risiko TSS sekaligus memberikan variasi pada area vagina. Hindari menggunakan dua tampon sekaligus karena sangat berbahaya dan dapat menyebabkan infeksi serius.
Selalu cuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum dan sesudah memasang atau melepas tampon. Kebersihan tangan sangat penting untuk mencegah masuknya bakteri ke dalam vagina yang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih atau infeksi vagina. Jika mengalami gejala tidak normal seperti gatal, kemerahan, atau bau tidak sedap, segera hentikan penggunaan tampon dan konsultasikan dengan dokter.
6. Kelebihan dan Kekurangan Tampon
Tampon menawarkan berbagai kelebihan yang membuatnya menjadi pilihan menarik bagi wanita aktif. Ukurannya yang kecil dan kompak memudahkan untuk dibawa ke mana saja, bahkan bisa dimasukkan ke dalam saku. Penggunaan tampon memungkinkan wanita untuk tetap berenang, berolahraga, atau melakukan aktivitas fisik lainnya tanpa khawatir kebocoran atau rasa tidak nyaman.
Dari segi penampilan, tampon tidak akan terlihat dari luar meskipun mengenakan pakaian ketat seperti celana legging atau rok pensil. Hal ini memberikan rasa percaya diri lebih tinggi dibandingkan menggunakan pembalut yang terkadang terlihat menonjol. Ketika terpasang dengan benar, tampon tidak terasa sama sekali sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
Namun, tampon juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Proses pemasangan tampon memerlukan waktu dan latihan, terutama bagi pemula yang mungkin merasa tidak nyaman atau takut saat pertama kali mencoba. Risiko TSS menjadi kekhawatiran utama jika tampon tidak diganti secara teratur atau digunakan terlalu lama.
Tampon dapat menyebabkan vagina menjadi kering karena menyerap tidak hanya darah menstruasi tetapi juga kelembapan alami vagina. Menurut Dr. Melissa Goist dari The Ohio State University Wexner Medical Center, penggunaan tampon dengan ukuran yang tidak sesuai atau terlalu lama dapat mengganggu flora vagina. Harga tampon juga cenderung lebih mahal dibandingkan pembalut biasa, dan ketersediaannya di Indonesia masih terbatas dibandingkan pembalut.
7. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Apakah menggunakan tampon akan merobek selaput dara?
Tidak, menggunakan tampon tidak akan merobek selaput dara. Selaput dara memiliki bukaan alami di bagian tengahnya yang memungkinkan darah menstruasi keluar dan bersifat elastis sehingga bisa meregang. Ukuran tampon juga dirancang sedemikian rupa agar dapat masuk tanpa merusak selaput dara. Keperawanan hanya hilang melalui penetrasi penis saat berhubungan seksual, bukan karena penggunaan tampon.
Apakah tampon bisa hilang atau tersangkut di dalam vagina?
Tampon tidak mungkin hilang di dalam tubuh karena saluran vagina hanya sepanjang 3-5 inci dan ujungnya adalah serviks yang tidak dapat ditembus tampon. Jika tali tampon terlepas atau masuk ke dalam vagina, Anda bisa menggunakan jari bersih untuk mencarinya dalam posisi jongkok. Jika mengalami kesulitan, segera hubungi dokter untuk bantuan medis.
Berapa lama tampon bisa digunakan?
Tampon harus diganti setiap 4-8 jam sekali untuk mencegah kebocoran dan risiko infeksi. Jangan pernah menggunakan satu tampon lebih dari 8 jam karena dapat meningkatkan risiko toxic shock syndrome. Jika ingin menggunakan tampon saat tidur, pasang alarm setiap 3-4 jam untuk mengingatkan Anda mengganti tampon.
Apakah perlu mengganti tampon setelah buang air kecil?
Secara teknis tidak wajib karena saluran urine dan vagina berbeda. Namun, tali tampon yang berada di luar vagina berisiko terkena urin. Menurut Dr. Adeeti Gupta dari Walk In GYN Care, tali yang basah dapat menjadi jalan masuk bagi bakteri ke dalam vagina. Keputusan untuk mengganti tampon setelah buang air kecil tergantung pada kenyamanan pribadi dan kondisi tali tampon.
Apakah tampon aman untuk perawan?
Ya, tampon aman digunakan oleh perawan. Tersedia ukuran tampon khusus untuk wanita muda yang belum pernah melahirkan dengan diameter lebih kecil. Cara menggunakan tampon yang benar dan lembut tidak akan merusak selaput dara karena selaput dara memiliki elastisitas alami dan bukaan yang memungkinkan tampon masuk.
Apa yang harus dilakukan jika tampon terasa tidak nyaman?
Jika tampon terasa tidak nyaman atau mengganjal, kemungkinan besar posisinya belum tepat. Tampon yang terpasang dengan benar seharusnya tidak terasa sama sekali. Keluarkan tampon tersebut dan coba lagi dengan yang baru, pastikan mendorongnya cukup dalam ke dalam vagina. Gunakan tampon dengan aplikator dan sedikit pelumas di ujungnya jika diperlukan untuk memudahkan pemasangan.
Apakah tampon lebih baik daripada pembalut?
Tidak ada yang lebih baik secara mutlak antara tampon dan pembalut karena keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tampon lebih cocok untuk wanita aktif, saat berolahraga, atau berenang karena tidak terlihat dan tidak mengganggu gerakan. Pembalut lebih praktis, mudah digunakan, dan tidak memiliki risiko TSS. Pilihan tergantung pada kebutuhan, kenyamanan pribadi, dan aktivitas yang akan dilakukan.
Ikuti kabar terbaru selebriti hanya di Kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?
Yuk baca artikel lainnya
- Rahasia Ampuh Mengusir Karat dari Panci Tua yang Terabaikan!
- Rahasia Cepat Bersihkan Kipas Angin Tanpa Ribet dalam 15 Menit!
- Langkah Pertama Menuju Kebugaran, Panduan Praktis Lari untuk Pemula!
- 6 Drama Korea Tentang Penyelamatan Hidup yang Epik dan Penuh Ketegangan Tiap Episodenya
- 6 Resep Onigiri Jepang Praktis yang Bisa Jadi Ide Bekal Anak
Berita Foto
(kpl/nlw)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba