Amour
Synopsis
Georges (Jean-Louis Trintignant) dan Anne (Emmanuelle Riva) menjalani hari hari tenang sebagai pasangan lanjut usia yang telah menghabiskan hidup bersama dunia musik. Keduanya adalah guru musik yang sudah pensiun dan tinggal di sebuah apartemen nyaman di Paris. Rutinitas mereka sederhana namun penuh keakraban, mulai dari menghadiri konser, berbincang tentang musik klasik, hingga menikmati sarapan bersama dalam keheningan yang saling dimengerti. Hubungan mereka dibangun dari kebiasaan kecil, saling menghormati, dan ikatan yang tumbuh selama puluhan tahun.
Kehidupan yang tertata itu berubah ketika suatu pagi Anne tiba tiba terdiam saat sedang sarapan. Ia tidak merespons perkataan Georges dan tampak kehilangan kesadaran sesaat. Setelah diperiksa, Anne diketahui mengalami stroke. Peristiwa ini menjadi titik balik besar dalam hidup mereka. Anne yang sebelumnya mandiri dan penuh wibawa kini harus menghadapi keterbatasan fisik yang perlahan semakin nyata.
Georges berusaha tetap tenang dan mengambil peran sebagai pendamping utama bagi Anne. Ia menolak gagasan untuk memindahkan istrinya ke panti perawatan. Bagi Georges, rumah adalah tempat Anne seharusnya berada. Ia berjanji pada Anne untuk tidak membiarkannya kembali ke rumah sakit setelah operasi. Janji itu menjadi komitmen yang mengikat Georges secara emosional dan fisik.
Kondisi Anne semakin menurun seiring waktu. Ia mengalami kelumpuhan pada sebagian tubuhnya dan kesulitan berbicara. Aktivitas sederhana seperti berjalan, mandi, atau makan kini membutuhkan bantuan penuh. Georges yang sudah lanjut usia harus menyesuaikan diri dengan peran baru sebagai perawat, sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia belajar mengangkat tubuh Anne, mengganti pakaiannya, dan mengatur obat obatan, semua dilakukan dengan penuh kesabaran meski tubuhnya sendiri mulai lelah.
Di tengah perjuangan itu, hubungan mereka diuji secara emosional. Anne yang sadar akan kondisinya sering merasa frustrasi dan putus asa. Ia merasa kehilangan martabat dan kebebasan. Beberapa kali ia meluapkan kemarahan kepada Georges, bukan karena benci, tetapi karena rasa takut dan sedih yang tidak bisa ia ungkapkan dengan mudah. Georges menerima semua itu dengan diam, memahami bahwa rasa sakit Anne bukan hanya fisik, tetapi juga batin.
Putri mereka, Eva (Isabelle Huppert), datang berkunjung dari luar negeri dan mencoba membantu sebisanya. Namun kehadiran Eva juga menyoroti perbedaan pandangan antara generasi. Eva cemas melihat kondisi ibunya dan mempertanyakan keputusan Georges yang menolak perawatan profesional. Georges tetap teguh pada pilihannya, meyakini bahwa cinta dan kehadiran lebih penting daripada fasilitas medis yang dingin dan asing.
Hari hari di apartemen semakin sunyi. Musik yang dulu menjadi pusat hidup mereka perlahan menghilang. Anne tidak lagi mampu memainkan piano, dan Georges pun jarang menyentuh instrumen itu. Kenangan masa lalu sering muncul dalam pikiran Georges, mengingatkan pada sosok Anne yang kuat dan penuh semangat. Kenangan tersebut menjadi sumber kekuatan sekaligus luka, karena kontras dengan kondisi Anne saat ini.
Ketika Anne mengalami stroke kedua, kondisinya semakin memburuk. Ia hampir tidak mampu berkomunikasi dan sering terjebak dalam ketakutan serta kebingungan. Georges menghadapi dilema batin yang berat. Ia mencintai Anne sepenuh hati, tetapi juga menyaksikan penderitaan yang terus berlanjut. Setiap hari menjadi ujian tentang arti kesetiaan, pengorbanan, dan batas cinta manusia.
Georges harus mengambil keputusan sulit yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Keputusan itu lahir dari cinta yang dalam, rasa tanggung jawab, dan keinginan untuk melindungi Anne dari penderitaan yang lebih panjang. Di titik ini, kisah mereka tidak lagi tentang romantisme sederhana, melainkan tentang realitas pahit kehidupan, penuaan, dan kehilangan.
Hingga akhirnya, Georges dihadapkan pada pertanyaan yang tidak memiliki jawaban mudah. Seberapa jauh seseorang sanggup bertahan demi cinta, dan kapan cinta justru menuntut keberanian untuk melepaskan?
Penulis Artikel: Anastashia Gabriel
Pemeran
Jadwal Film
Happy Patel: Khatarnak Jasoos
Mercy
Pororo The Movie: Sweet Castle Adventure
Like a Rolling Stone
Cells at Work!
Angry Squad: Civil Servants & Seven Swindlers
Bidadari Surga
Penerbangan Terakhir
Penunggu Rumah: Buto Ijo
28 Years Later: The Bone Temple
Unexpected Family
His & Hers
5 Centimeters per Second
The Home
Greenland: Migration
Musuh Dalam Selimut
Malam 3 Yasinan
Suka Duka Tawa
Uang Passolo
Modual Nekad
Dusun Mayit
The Housemaid
Moon the Panda
Patah Hati Yang Kupilih
Janur Ireng: Sewu Dino The Prequel
Comic 8 Revolution: Santet K4bin3t
The SpongeBob Movie: Search for SquarePants
Anaconda (2025)
Timur
Avatar: Fire and Ash
The Carpenter's Son
Alas Roban
Mengejar Restu
Project Hail Mary
20 Januari 2026
MLBB: M7 WATCH PARTY - TIER LEGEND
21 Januari 2026
MLBB: M7 WATCH PARTY - TIER MYTHIC
21 Januari 2026
Back to the Past
21 Januari 2026
Esok Tanpa Ibu
22 Januari 2026
Sengkolo: Petaka Satu Suro
22 Januari 2026
Papa Zola: The Movie
23 Januari 2026
Shelter
28 Januari 2026
Sinners
28 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Kafir: Gerbang Sukma
29 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Tolong Saya! (Dowajuseyo)
29 Januari 2026
Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?
29 Januari 2026
Balas Budi
05 Februari 2026
Ahlan Singapore
05 Februari 2026
Check Out Sekarang, Pay Later (Caper)
05 Februari 2026
Teman Tegar Maira
05 Februari 2026
Sadali
05 Februari 2026
Aiueo Macam Betool Aja
12 Februari 2026
Waru
12 Februari 2026
How to Make a Killing
20 Februari 2026
RAJAH
26 Februari 2026
Titip Bunda di Surga-Mu
26 Februari 2026
Scream 7
27 Februari 2026
Undercard
27 Februari 2026
Peaky Blinders: The Immortal Man
06 Maret 2026
Tunggu Aku Sukses Nanti
18 Maret 2026
Senin Harga Naik
18 Maret 2026
Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa
18 Maret 2026
Avengers: Doomsday
18 Desember 2026Berita Lainnya
'TANAH RUNTUH' Hadirkan Kisah Menyentuh Perjuangan 2 Anak Untuk Bertahan Hidup