Collateral Beauty
Synopsis
Howard (Will Smith) pernah berada di puncak hidupnya. Ia dikenal sebagai sosok kreatif, visioner, dan penuh semangat yang membangun sebuah perusahaan periklanan besar bersama sahabat sahabatnya. Kehidupan Howard dipenuhi ide, tawa, dan keyakinan bahwa segala sesuatu bisa dihadapi dengan optimisme. Namun semua itu runtuh ketika tragedi besar menghantam hidupnya. Sejak kehilangan putrinya, Howard perlahan menarik diri dari dunia. Ia berhenti berbicara, berhenti terhubung dengan orang orang di sekitarnya, dan membiarkan hidupnya berjalan tanpa arah yang jelas.
Hari hari Howard kini diisi dengan rutinitas kosong. Ia berjalan tanpa tujuan di kota New York, berdiri di tempat tempat umum hanya untuk mengamati orang lain menjalani hidup. Di kantor, Howard nyaris tidak pernah terlibat lagi dalam pengambilan keputusan. Ia duduk diam, membuat bangunan domino yang kemudian ia runtuhkan sendiri. Sikapnya membuat rekan rekan kerjanya khawatir, bukan hanya secara personal, tetapi juga profesional. Perusahaan yang dulu ia bangun dengan penuh cinta kini berada di ambang kehancuran karena ketidakhadirannya sebagai pemimpin.
Tiga rekan terdekat Howard yakni Whit (Edward Norton), Claire (Kate Winslet), dan Simon (Michael Pena) mencoba memahami kondisi Howard. Masing masing juga memiliki masalah pribadi yang tidak kalah berat. Whit menghadapi tekanan dalam kehidupan keluarganya, Claire bergulat dengan rasa sepi dan kerinduan akan peran sebagai ibu, sementara Simon menyimpan rahasia besar tentang kesehatannya. Meski sama sama terluka, mereka tetap berusaha menyelamatkan perusahaan dan juga Howard.
Dalam keheningannya, Howard mulai menulis surat. Namun surat surat itu bukan ditujukan kepada manusia. Ia menulis kepada Cinta, Waktu, dan Kematian. Dalam surat surat tersebut, Howard meluapkan kemarahan, kebingungan, dan rasa kehilangan yang selama ini ia pendam. Ia mempertanyakan mengapa cinta bisa begitu menyakitkan, mengapa waktu terasa begitu kejam, dan mengapa kematian datang tanpa peringatan. Surat surat itu menjadi satu satunya cara Howard berkomunikasi dengan dunia.
Tanpa disadari Howard, surat surat tersebut mulai mendapat balasan dalam bentuk yang tak pernah ia bayangkan. Cinta hadir melalui seorang perempuan bernama Madeline (Naomie Harris) yang berbicara tentang hubungan, rasa terikat, dan keberanian untuk mencintai meski berisiko kehilangan. Waktu hadir lewat sosok bernama Raffi (Jacob Latimore) yang mengajaknya memahami bahwa waktu tidak selalu berjalan lurus seperti yang diharapkan. Kematian muncul sebagai Brigitte (Helen Mirren), sosok tenang dan penuh empati yang mengajak Howard menghadapi kenyataan paling pahit dalam hidupnya.
Pertemuan pertemuan ini mengguncang dunia Howard. Ia tidak tahu apakah yang ia alami nyata atau hanya proyeksi dari pikirannya yang terluka. Namun setiap percakapan meninggalkan bekas yang dalam. Perlahan, Howard mulai mempertanyakan kembali sikapnya terhadap hidup. Ia dipaksa untuk melihat bahwa rasa sakitnya bukan satu satunya di dunia, dan bahwa kehilangan tidak selalu berarti akhir dari segalanya.
Sementara itu, Whit, Claire, dan Simon diam diam merancang rencana untuk menyelamatkan perusahaan dengan cara yang berisiko. Mereka melibatkan seorang konsultan bernama Sally Price (Ann Dowd) untuk membuktikan bahwa Howard tidak lagi layak memimpin. Rencana ini dilandasi niat campur aduk antara kepedulian dan kepentingan. Mereka mencintai Howard sebagai sahabat, tetapi juga takut kehilangan semua yang telah mereka bangun bersama.
Rencana tersebut semakin rumit ketika batas antara manipulasi dan empati mulai kabur. Interaksi Howard dengan Cinta, Waktu, dan Kematian memunculkan perubahan kecil namun berarti dalam dirinya. Ia mulai memperhatikan hal hal sederhana, mendengarkan orang lain, dan merasakan emosi yang selama ini ia tekan. Setiap langkah kecil itu memperlihatkan bahwa Howard belum sepenuhnya hilang, hanya tersesat dalam duka yang terlalu dalam.
Howard akhirnya dihadapkan pada kebenaran yang menyakitkan, baik tentang dirinya sendiri maupun orang orang di sekitarnya. Ia harus menerima bahwa kesedihan tidak bisa dihindari atau dihapus begitu saja. Duka harus dihadapi, dirasakan, dan dilewati. Dalam proses itu, Howard mulai melihat keindahan kecil yang tersembunyi di balik rasa kehilangan. Senyum orang asing, tawa anak kecil, dan kenangan tentang putrinya yang tidak lagi hanya membawa luka, tetapi juga rasa syukur.
Perjalanan emosional ini tidak hanya mengubah Howard, tetapi juga orang orang di sekelilingnya. Whit, Claire, dan Simon dipaksa bercermin pada luka mereka sendiri. Mereka menyadari bahwa selama ini mereka juga bersembunyi dari rasa takut masing masing. Hubungan mereka dengan Howard pun diuji, apakah masih dilandasi kejujuran atau hanya kepentingan semata.
Di titik tertentu, Howard harus membuat pilihan. Ia bisa terus hidup dalam bayang bayang kehilangan atau membuka diri kembali pada dunia dengan segala risikonya. Jawaban atas surat suratnya mungkin tidak datang dalam bentuk yang ia harapkan, tetapi cukup untuk membuatnya memahami bahwa cinta, waktu, dan kematian saling terhubung dalam kehidupan manusia. Dari situlah muncul sebuah kesadaran bahwa bahkan di tengah kehancuran, selalu ada keindahan yang terselip, menunggu untuk disadari.
Apakah Howard mampu benar benar menerima kepergian putrinya dan menemukan makna baru dalam hidup yang pernah ia tinggalkan?
Penulis Artikel: Anastashia Gabriel
Pemeran
Jadwal Film
28 Years Later: The Bone Temple
Unexpected Family
5 Centimeters per Second
The Home
Greenland: Migration
Musuh Dalam Selimut
Malam 3 Yasinan
Suka Duka Tawa
Uang Passolo
Modual Nekad
Dusun Mayit
The Housemaid
Moon the Panda
Patah Hati Yang Kupilih
Janur Ireng: Sewu Dino The Prequel
Comic 8 Revolution: Santet K4bin3t
The SpongeBob Movie: Search for SquarePants
Anaconda (2025)
Timur
Avatar: Fire and Ash
The Carpenter's Son
Alas Roban
Mengejar Restu
Bidadari Surga
15 Januari 2026
Penerbangan Terakhir
15 Januari 2026
Penunggu Rumah: Buto Ijo
15 Januari 2026
Happy Patel: Khatarnak Jasoos
16 Januari 2026
Mercy
16 Januari 2026
Pororo The Movie: Sweet Castle Adventure
16 Januari 2026
Like a Rolling Stone
17 Januari 2026
Cells at Work!
17 Januari 2026
Angry Squad: Civil Servants & Seven Swindlers
17 Januari 2026
Project Hail Mary
20 Januari 2026
MLBB: M7 WATCH PARTY - TIER LEGEND
21 Januari 2026
MLBB: M7 WATCH PARTY - TIER MYTHIC
21 Januari 2026
Back to the Past
21 Januari 2026
Esok Tanpa Ibu
22 Januari 2026
Sengkolo: Petaka Satu Suro
22 Januari 2026
Papa Zola: The Movie
23 Januari 2026
Shelter
28 Januari 2026
Sinners
28 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Kafir: Gerbang Sukma
29 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Tolong Saya! (Duwajuseyo)
29 Januari 2026
Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?
29 Januari 2026
Balas Budi
05 Februari 2026
Ahlan Singapore
05 Februari 2026
Check Out Sekarang, Pay Later (Caper)
05 Februari 2026
Teman Tegar Maira
05 Februari 2026
Sadali
05 Februari 2026
Aiueo Macam Betool Aja
12 Februari 2026
Waru
12 Februari 2026
How to Make a Killing
20 Februari 2026
RAJAH
26 Februari 2026
Titip Bunda di Surga-Mu
26 Februari 2026
Scream 7
27 Februari 2026
Undercard
27 Februari 2026
Peaky Blinders: The Immortal Man
06 Maret 2026
Tunggu Aku Sukses Nanti
18 Maret 2026
Senin Harga Naik
18 Maret 2026
Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa
18 Maret 2026
Avengers: Doomsday
18 Desember 2026Berita Lainnya
11 Film Dewasa Legendaris Indonesia, Banjir Aktor Ikonik Pada Masanya