Five Feet Apart
Synopsis
Five Feet Apart dibintangi oleh Haley Lu Richardson, Cole Sprouse, dan Moisés Arias, langsung membawa kita masuk ke kisah cinta yang manis sekaligus memilukan antara dua remaja yang hidupnya dibatasi jarak. KLovers, dari awal saja film ini sudah bikin kita merasa deg-degan, karena hubungan Stella Grant dan Will Newman yang punya penyakit cystic fibrosis tidak boleh berada lebih dekat dari enam kaki satu sama lain. Film drama romantis coming-of-age ini disutradarai oleh Justin Baldoni dan menjadi debut penyutradaraannya, dengan naskah karya Mikki Daughtry serta Tobias Iaconis. Inspirasi ceritanya datang dari kehidupan nyata Claire Wineland, seorang penderita cystic fibrosis yang kisah hidupnya menyentuh banyak orang.
Dari segi premis, Five Feet Apart menghadirkan kisah cinta yang tidak biasa. Stella Grant adalah tipe remaja yang disiplin menjaga kesehatannya. Ia mengikuti semua prosedur medis yang diperlukan demi bertahan hidup lebih lama, karena penyakit genetik cystic fibrosis ini bisa merusak organ-organ penting tubuh. Sebaliknya, Will Newman adalah kebalikan dari Stella. Ia cenderung santai, pemberontak, dan merasa hidupnya tidak banyak harapan. Meski sama-sama berada di rumah sakit, mereka punya cara yang sangat berbeda dalam menghadapi penyakit.
Masalah besar mulai muncul ketika Will terinfeksi bakteri B. cepacia dan tidak lagi memenuhi syarat untuk transplantasi paru-paru. Sementara itu, Stella sudah bertahun-tahun berada di daftar tunggu untuk transplantasi. Karena kondisinya, Will hanya bisa mengikuti uji coba obat baru dan itu pun belum diketahui apakah efektif atau tidak. Stella mulai merasa frustrasi karena Will tidak pernah serius menjaga kesehatannya, bahkan dalam rutinitas terapi hariannya yang selalu dijadwalkan pukul 9 pagi dengan alarm 'autumn moon'.
Dari sinilah ikatan mereka perlahan terbentuk. Stella mencoba membantu Will agar lebih disiplin, dan sebagai balasan, Will hanya ingin menggambar Stella. Hubungan mereka semakin dekat, tetapi tetap ada batasan: mereka harus selalu menjaga jarak lima kaki satu sama lain. Meski begitu, terapi yang dilakukan bersama membuat mereka semakin mengenal satu sama lain. Will mulai melihat sikap Stella yang kuat, sementara Stella mulai melihat sisi rapuh Will yang selama ini ia sembunyikan.
Namun cerita tidak berhenti di situ, KLovers. Salah satu bagian paling emosional muncul ketika Stella mengalami infeksi pada G-tube dan harus menjalani operasi penggantian. Di sini kita mengetahui bahwa Stella menyimpan trauma besar, kakaknya, Abby, yang selalu merawat dan menemaninya sebelum operasi, sudah meninggal satu tahun sebelumnya akibat kecelakaan. Stella merasa bersalah karena ia tetap hidup sementara Abby tidak. Will, yang mengetahui hal tersebut, datang untuk mendukung Stella. Ia bahkan menyanyikan lagu yang biasa dinyanyikan Abby sebelum setiap operasi, hal yang membuat kita benar-benar merasakan kehangatan hubungan mereka.
Meski terlihat indah, cinta mereka bukan tanpa risiko. Perawat Barb, yang melihat Will keluar dari ruang persiapan operasi Stella, mengingatkan bahwa ada pasangan pasien CF yang dulu jatuh cinta, melanggar aturan enam kaki, saling menularkan infeksi, dan akhirnya meninggal. Sejak saat itu, Will sadar bahwa cara terbaik untuk mencintai Stella adalah menjaga jarak. Hatinya hancur, tetapi ia memilih mundur demi keselamatan Stella.
Namun Stella justru melakukan hal sebaliknya. Ia marah, kecewa, dan memutuskan untuk 'mengambil kembali satu kaki' yang dicuri oleh CF. Stella membawa tongkat biliar sepanjang lima kaki agar jaraknya dengan Will tetap aman. Momen ini terasa sangat simbolis, hubungan mereka tidak bisa mendekat, tetapi Stella ingin merasa hidup dan meraih sedikit kebebasan.
Sayangnya, kehidupan pasien CF memang dipenuhi rasa kehilangan. Pada hari ulang tahun Will, sahabat Stella yang juga pasien CF, yaitu Poe, meninggal dunia. Inilah titik balik hubungan Stella dan Will. Mereka kabur dari rumah sakit untuk melihat lampu-lampu kota, impian yang selama ini Stella pendam. Tetapi saat mereka hendak kembali, Stella mendapat pesan bahwa paru-paru donor telah tiba. Ia mengabaikannya dan justru berjalan di atas danau yang membeku, hingga akhirnya jatuh dan hampir tenggelam.
Will panik dan langsung menyelam untuk menyelamatkannya. Di sinilah Will mengambil risiko terbesar. Ia melakukan CPR, dan kontak air liur seperti ini sangat berbahaya bagi pasien CF. Tapi Will tetap berusaha karena ia tidak ingin kehilangan Stella. Beruntungnya, transplantasi paru-paru Stella berjalan lancar dan secara ajaib, ia tidak tertular bakteri B. cepacia dari Will.
Sedangkan Will harus menerima kenyataan pahit, obat percobaannya tidak bekerja. Dalam kondisi sedih tapi masih ingin membahagiakan Stella, ia meminta bantuan keluarga Stella, ibu Will, dan para perawat untuk menyalakan lampu-lampu di luar kamar rumah sakit, mewujudkan impian Stella melihat kota dengan cara yang lebih indah.
Di akhir cerita, Will mengucapkan selamat tinggal. Ia takut menularkan infeksi pada Stella yang baru mendapatkan paru-paru baru. Sebelum pergi, ia memberikan buku sketsa berisi gambar Stella dan teman-teman mereka selama dirawat di rumah sakit. Momen ini jadi perpisahan yang manis sekaligus menyakitkan, kadang cinta tidak harus dimiliki, tetapi cukup dirasakan.
Berbicara soal pencapaian, Five Feet Apart sukses besar di box office. Total pendapatan globalnya mencapai USD 80,1 juta, atau sekitar Rp1,330 triliun, dengan biaya produksi hanya USD 7 juta atau sekitar Rp116,2 miliar. Angka yang luar biasa untuk film drama romantis yang tidak mengandalkan CGI dan hanya bertumpu pada kekuatan cerita.
KLovers, Five Feet Apart bukan sekadar film cinta biasa. Ini adalah pengingat bahwa kedekatan emosional tidak selalu membutuhkan kedekatan fisik. Jarak tidak selalu memisahkan, kadang justru membuat rasa jadi lebih kuat. Film ini mengajak kita untuk memahami batasan hidup, berani mencintai dengan cara yang berbeda, dan tetap merasa hidup meski tidak bisa menyentuh orang yang kita cintai.
Kalau KLovers suka film yang bikin hati hangat, mata berkaca, tapi tetap terasa indah, Five Feet Apart wajib banget masuk daftar tontonan.
Pemeran
Jadwal Film
Ek Din
The Bell: Panggilan Untuk Mati
Mortal Kombat II
Fuze
Tears of the Azure Sea
Ek Din
The Devil Wears Prada 2
Michael (2026)
Dilan ITB 1997
The Drama
Para Perasuk
Kupilih Jalur Langit
Ikatan Darah
Dalam Sujudku
The Magic Faraway Tree
Project Hail Mary
Tiba Tiba Setan
Warung Pocong
Ghost in the Cell
Ready or Not 2: Here I Come
Lee Cronin's The Mummy
Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?
They Will Kill You
Yohanna
Tumbal Proyek
13 Mei 2026
Semua Akan Baik-Baik Saja
13 Mei 2026
Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan
13 Mei 2026
Top Gun : Maverick ( re-release )
13 Mei 2026
In the Grey
15 Mei 2026
Pati Patni Aur Woh Do
15 Mei 2026
Keluarga Suami Adalah Hama
21 Mei 2026
Gudang Merica
21 Mei 2026
Kamu Harus Mati
21 Mei 2026
Chand Mera Dil
22 Mei 2026
Children of Heaven (2026)
27 Mei 2026
The Furious
29 Mei 2026
Colony (2026)
03 Juni 2026
Nobody Loves Kay
04 Juni 2026
Masters of the Universe (2026)
05 Juni 2026
Air Mata Buaya
07 Juni 2026
Minions & Monsters
30 Juni 2026
402 Rumah Sakit Angker Korea
09 Juli 2026
Badut Gendong
27 Mei 2026
Passenger (2026)
27 Mei 2026
Kucing Hitam
04 Juni 2026
Love Barista (2026)
05 Juni 2026
Dosa
11 Juni 2026Berita Lainnya
4 Film Pendek Indonesia Tembus Festival Cannes 2026, Ada Garapan Reza Rahadian