Fly Me to the Moon
Comedy Romance

Fly Me to the Moon

2024 132 menit PG-13
Rating 6.6/10
Rating 7.3/10
Sutradara
Greg Berlanti
Penulis Skenario
Keenan Flynn Bill Kirstein Rose Gilroy
Studio
Apple Studios These Pictures

Di akhir 1968, Kelly Jones, eksekutif periklanan Manhattan yang penuh gaya, ditawari pekerjaan berisiko tinggi oleh Moe Berkus, agen rahasia pemerintah yang bekerja untuk Presiden terpilih Richard Nixon. Tugasnya? Menghidupkan kembali citra NASA yang mulai kehilangan perhatian publik di tengah perlombaan luar angkasa. Dengan ancaman masa lalunya yang penuh tipu daya bisa terbongkar, Kelly akhirnya setuju dengan berat hati dan pindah ke Cocoa Beach, Florida, ditemani asisten setianya, Ruby.

Sesampainya di sana, Kelly bertemu Cole Davis, direktur peluncuran Kennedy Space Center yang serius dan sangat prinsipil. Mereka langsung bentrok karena metode Kelly yang nggak konvensional untuk menaikkan popularitas NASA—mulai dari sponsor perusahaan sampai menyewa aktor jadi ilmuwan. Meski sering beradu argumen, perlahan mereka mulai saling menghargai… dan tertarik satu sama lain.

Saat NASA bersiap untuk misi Apollo 11 yang bersejarah, Kelly punya ide gila: menyiarkan pendaratan di bulan langsung lewat kamera di Lunar Excursion Module (LEM). Cole menolak, menganggapnya nggak realistis. Tapi Moe diam-diam mendukung ide itu dan memberi misi rahasia tambahan: kalau misi gagal, Kelly harus menyiapkan pendaratan bulan palsu, proyek ini diberi kode “Artemis”.

Moe menekan Kelly dengan ancaman membuka masa lalunya yang penuh tipu daya, memaksa Kelly untuk merekrut sutradara berbakat tapi hampir nggak dikenal. Mereka menyembunyikan syuting di hanggar pesawat paling terpencil di base, dijaga ketat, dan semua yang terlibat bersumpah untuk menjaga rahasia.

Kelly makin gelisah karena kebohongan ini, apalagi hubungannya dengan Cole mulai dekat. Ketika seorang pendukung kongres utama mundur, mengancam dana NASA, Kelly dan Cole bekerja sama untuk mengembalikan dukungannya, dan sukses lewat pidato Cole yang tulus. Hubungan mereka pun bersemi menjadi asmara.

Menjelang peluncuran Apollo 11, Kelly tahu siaran palsu siap tayang kalau kamera LEM sabotase. Merasa bersalah, ia jujur ke Cole, dan bersama-sama mereka memperbaiki kamera tepat waktu. Saat siaran langsung, penonton nggak tahu apakah itu pendaratan asli atau palsu— sampai seekor kucing nyasar ke set, membuktikan footage asli sedang ditayangkan. Misi pun sukses besar.

Di akhir cerita, Moe terpaksa menerima bahwa kebenaran menang, memberi Kelly kesempatan meninggalkan masa lalunya. Kelly akhirnya mengungkapkan nama aslinya, Winnie, kepada Cole, dan mereka menyambung kembali kisah cinta mereka saat astronaut Apollo 11 kembali ke Bumi dengan selamat.

Film ini disutradarai oleh Greg Berlanti, yang biasanya dikenal dengan serial-serial TV, jadi menarik banget melihatnya menjajal genre rom-com berlatar sejarah. Naskahnya ditulis oleh Rose Gilroy, berdasarkan cerita dari Keenan Flynn dan Bill Kirstein, yang menghadirkan kisah fiksi romantis sekaligus “konspirasi pendaratan di bulan” alternatif.

Dari segi pemain, film ini lumayan megah: Scarlett Johansson berperan sebagai Kelly Jones, seorang ahli pemasaran yang di-hire untuk memperbaiki citra NASA di publik, sedangkan Channing Tatum jadi Cole Davis, direktur peluncuran misi Apollo. Ada juga nama-nama keren seperti Woody Harrelson, Jim Rash, dan Ray Romano yang menambah bumbu komedi dan politik di tengah tema luar angkasa.

Anggaran produksinya juga cukup besar: menurut data, film ini dibikin dengan budget sekitar US$ 100 juta, yang menunjukkan bahwa studio cukup ambisius membawa kombinasi romansa, drama, dan sejarah luar angkasa ke layar lebar. Tapi sayangnya, dari segi box office global, film ini cuma meraup sekitar US$ 42 juta, jadi bisa dibilang performanya kurang sesuai harapan finansial.

Musik dalam film ini juga punya cerita menarik. Untuk versi promo film di Indonesia, penyanyi Jaz Hayat (atau Jaz) menyanyikan ulang lagu legendaris “Fly Me to the Moon” karya Bart Howard. Versi Jaz tentu saja punya ciri khasnya sendiri, dan aransemen lagu dibuat sedemikian rupa supaya pas dengan suaranya. Jaz sendiri mengaku sempat gugup karena lagu ini super klasik dan sudah dinyanyikan banyak penyanyi terkenal, jadi dia merasa kehormatannya besar banget dapat kesempatan ini. Rekaman dan pembuatan video klipnya pun hanya butuh dua minggu — cepat, tapi penuh rasa hormat terhadap lagu legend.

Salah satu sisi paling menarik dari film ini adalah kombinasinya antara konspirasi dan kenyataan sejarah. Walau cerita pendaratan palsu di bulan adalah fiksi, film ini tetap memasukkan elemen-elemen nyata dari program Apollo dan Perang Dingin (Space Race), lengkap dengan sosok-sosok seperti Neil Armstrong, Buzz Aldrin, dan Michael Collins. Namun, alur “fake moon landing” menjadi twist romansa-politik yang cukup kocak tapi juga mengundang refleksi tentang propaganda dan kebenaran.

Di balik lelucon dan adegan romantis, sutradara Berlanti punya pesan yang agak serius soal “mengapa kebenaran itu penting”. Menurut beberapa wawancara, film ini ingin mengajak penonton berpikir: di era di mana citra publik bisa “dibeli” dengan PR, apa artinya sebuah kebenaran ketika citra bisa di-manipulasi kapan saja?

Tanggapan kritikus terhadap film ini cukup campur aduk — ada yang suka karena sentuhan retro, dialog ringan, dan chemistry antara Johansson dan Tatum, tapi ada juga kritik bahwa tonal filmnya naik turun: kadang komedi, kadang politik serius, kadang drama sentimental, sehingga terasa agak “berat saat penutupnya”. Beberapa review menyebut durasinya teralu panjang dan alur cerita kadang terlalu dijelaskan, padahal bisa dibiarkan lebih terbuka untuk imajinasi penonton.

Scarlett Johansson Kelly Jones
Channing Tatum Cole Davis
Woody Harrelson Moe Berkus
Ray Romano Henry Smalls
Jim Rash Lance Vespertine
Anna Garcia Ruby Martin
Donald Elise Watkins Stu Bryce
Noah Robbins Don Harper
Christian Clemenson Walter
Colin Woodell Buzz Aldrin