His Three Daughters
Drama

His Three Daughters

2024 101 menit R
Rating 7.1/10
Rating 7.8/10
Sutradara
Azazel Jacobs
Penulis Skenario
Azazel Jacobs
Studio
Animal Pictures Arts and Sciences Department Case Study Films

Film ini mengikuti kisah tiga saudari yang sudah lama renggang yaitu Katie, Rachel, dan Christina. Mereka kembali berkumpul di apartemen keluarga di New York ketika ayah mereka, Vincent, berada di tahap akhir perjuangannya melawan kanker dan menjalani perawatan hospice di rumah. Meski Rachel sebenarnya hanya anak tiri Vincent, dialah yang selama ini tinggal bersama dan merawat sang ayah sepanjang masa sakitnya.

Pertemuan mereka langsung diwarnai ketegangan. Katie dan Rachel terlibat adu argumen soal kebiasaan Rachel merokok ganja di dalam apartemen, serta soal Rachel yang belum meminta Vincent menandatangani surat Do Not Resuscitate (DNR) saat kondisinya masih sadar. Rachel bersikeras bahwa Vincent tidak pernah keberatan dengan kebiasaannya itu, tapi Katie tetap memintanya merokok di luar sebagai bentuk penghormatan pada keluarga. Katie juga makin kesal ketika membuka kulkas dan menemukan isinya hampir kosong, hanya ada tiga kantong apel.

Seorang pekerja hospice bernama Angel datang bersama perawat Mirabella untuk memeriksa kondisi Vincent. Mereka memperingatkan bahwa kondisi Vincent bisa memburuk kapan saja dan kematiannya mungkin terjadi secara tiba-tiba. Di tengah situasi itu, Katie mencoba menulis obituari untuk ayahnya namun terus kesulitan merangkai kata. Sementara itu Rachel justru sibuk dengan taruhan olahraga dan bahkan enggan masuk ke kamar tempat Vincent terbaring tak sadar.

Ketegangan lain muncul ketika para saudari menyadari bahwa setelah Vincent meninggal, Rachel akan menjadi pemegang kontrak apartemen keluarga yang sudah lama memiliki sistem sewa murah (rent- controlled). Katie mulai menuduh Rachel diam-diam menunggu ayah mereka meninggal agar bisa mewarisi apartemen tersebut. Ketika suatu momen membuat mereka mengira Vincent hampir meninggal, Rachel tetap tidak masuk ke kamar, yang semakin memicu kecurigaan.

Situasi makin memanas saat Rachel mengundang pacarnya, Benjy. Ia merasa kesal melihat cara Katie dan Christina memperlakukan Rachel, terutama karena menurutnya Rachel adalah satu-satunya yang benar-benar merawat Vincent selama ini.

Benjy akhirnya menegur mereka, mengatakan bahwa ketika Vincent sudah tidak mau makan apa pun selain apel, Rachel-lah yang setiap hari memotong apel itu untuknya. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya cukup dekat dengan Vincent, bahkan pernah bertemu Katie saat kunjungannya beberapa bulan sebelumnya, sesuatu yang bertolak belakang dengan anggapan Katie yang menyebutnya orang asing.

Katie mencoba meminta maaf pada Rachel, tetapi Rachel menolaknya dengan marah. Pertengkaran mereka semakin memanas hingga Christina yang berada di tengah-tengah akhirnya berteriak frustrasi dan mengatakan bahwa ia membenci mereka berdua. Ketika Katie berniat pulang, Christina menyesali ucapannya dan meminta maaf pada keduanya. Katie juga kembali meminta maaf kepada Rachel, meski hanya soal kesalahannya tentang apel.

Saat topik apartemen kembali muncul, Rachel menegaskan bahwa ia hanya tinggal di sana untuk merawat Vincent dan akan pergi setelah ayah mereka meninggal. Percakapan memuncak ketika Katie menyiratkan bahwa Rachel bukan benar-benar anak Vincent. Dengan mata berkaca-kaca, Rachel menjawab bahwa Vincent adalah satu-satunya ayah yang pernah ia miliki.

Keesokan harinya suasana mulai mencair. Katie dan Rachel bahkan sempat bercanda soal Angel yang terus salah menebak kapan Vincent akan meninggal. Hubungan mereka perlahan membaik. Rachel membantu Katie menulis obituari untuk Vincent, dan akhirnya memberanikan diri masuk ke kamar untuk berbicara dengan ayahnya yang tak sadar tentang taruhan parlay-nya hari itu. Katie juga mengatakan bahwa Rachel seharusnya tetap tinggal di apartemen tersebut.

Tak lama kemudian, ketiga saudari masuk bersama ke kamar Vincent. Secara mengejutkan, Vincent bangun dan meminta dipindahkan ke kursi favoritnya di ruang tamu. Ia tiba-tiba melepas alat medisnya dan berjalan sendiri. Di hadapan anak-anaknya yang terkejut sekaligus bahagia, Vincent menyampaikan monolog penuh perasaan tentang cintanya kepada masing-masing dari mereka, kepada New York City, dan tentang kehidupan serta kematian. Setelah duduk di kursinya, barulah disadari bahwa ia sebenarnya telah meninggal tak lama setelah itu.

Setelah kepergian Vincent, ketiga saudari bergantian duduk di kursi favorit ayah mereka sebelum akhirnya berpelukan di sofa. Christina mulai menyanyikan lagu anak-anak Five Little Ducks, tetapi Rachel mengganti salah satu liriknya menjadi Daddy duck said beep, beep, beep, beeeeeep, membuat mereka bertiga tertawa. Katie kemudian menutup lagu itu dengan lirik all the crazy little ducks came back.

Pada akhirnya Christina dan Katie kembali ke keluarga masing-masing, sementara Rachel tetap tinggal sendiri di apartemen yang kini menjadi tanggung jawabnya. Meski begitu, sebagai bentuk menghormati keinginan kakaknya, Rachel kini memilih merokok ganja di luar apartemen.

Penulis: Della Deswita Maharani

Carrie Coon Katie
Natasha Lyonne Rachel
Elizabeth Olsen Christina
Rudy Galvan Angel
Jose Febus Victor
Randy Ramos Jr. Parent
Jovan Adepo Benjy
Jasmine Bracey Nurse
Jay O. Sanders Vincent

Jadwal Film