INTERNASIONAL

[Review] 'DJANGO UNCHAINED', Balas Dendam Manusia Kelas Dua

Rabu, 27 Februari 2013 15:10  | 

Quentin Tarantino


[Review] 'DJANGO UNCHAINED', Balas Dendam Manusia Kelas Dua
Foto: Westein Company




KapanLagi.com - Oleh: Adi Abbas Nugroho

Bersetting tahun 1858 saat Amerika Serikat menjadikan masyarakat kulit hitam manusia kelas dua dan mengalami perbudakan. Seorang bounty hunter, Dr. King Schultz (Christoph Waltz), membeli budak bernama Django (Jamie Foxx) dengan tujuan tertentu.

Kedekatan keduanya membuat Dr. Schultz menyadari potensi Django. Ia pun bersedia membantu Django menyelamatkan istrinya, Broomhilda (Kerry Washington), yang menjadi budak di perkebunan pria kejam bernama Calvin Candie (Leonardo DiCaprio).

Sayangnya untuk memasuki perkebunan Calvin tidak semudah membalikan telapak tangan. Django dan Dr. Schultz harus memikirkan rencana secara matang atau mereka tak akan bisa keluar hidup-hidup.

DJANGO UNCHAINED adalah film terbaru besutan sutradara nyeleneh Quentin Tarantino setelah INGLORIOUS BASTERDS yang beredar tahun 2009 silam. Lewat filmnya kali ini, Tarantino membawa kita mengenal genre Spaghetti Western atau Italian Western yang sukses dipelopori Sergio Leone pada pertengahan 1960-an.

Meski begitu Tarantino berhasil memadukan unsur tersebut dengan modernisasi khas-nya tanpa terlihat aneh. Sehingga kisah Django menjadi lebih berkelas dan memiliki cita rasa tersendiri.

Lihat saja, Tarantino tetap menampilkan kegilaan yang dia miliki dengan banyaknya darah dan adegan brutal namun masih terlihat wajar.

Walau sedikit bertele-tele, penceritaan tersebut telihat berkilau berkat penampilan sederet aktor ternama seperti DiCaprio, Samuel L Jackson sebagai budak bebas bernama Stephen hingga Waltz yang berhasil mencuri Oscar untuk kedua kalinya sebagai Dr. Schultz dengan segala keunikannya.

Sayangnya, Jamie Foxx terlihat tenggelam dengan pesona aktor lain. Meski performa yang ia hadirkan tidak bisa dikatakan buruk.

Well done, DJANGO UNCHAINED. Lewat film ini Tarantino kembali membuktikan kegilaanya sebagai filmmaker dengan ide-ide brilian. Tak heran pula bila kategori Best Original Screenplay dalam Oscar berhasil ia sabet lagi setelah sebelumnya lewat PULP FICTION (1995) yang dibintangi Uma Thurman.

(kpl/abs)